badge Sary Melati Journal

Manfaat Pijat Untuk Bayi

Siapa senang dipijat? *diri sendiri ngacung* 😄 Duh, dipijat itu memang enak banget, ya, apalagi kalau kondisi tubuh sedang kelelahan dan pegal-pegal. Pijat bisa membuat otot tubuh jadi relaks kembali. Makanya setelah dipijat, bawaannya suka ngantuk kan? Malah kadang-kadang kalau aku dipijat, selama dipijat, akunya ketiduran saking enaknya.

Bukan cuma orang dewasa, bayi dan anak-anak pun senang dipijat. Tapi ternyata ada juga orang atau anak yang memang gak suka dipijat. Biasanya karena merasa geli atau sakit karena gak terbiasa. Kalau anak-anakku, mereka senang sekali dipijat. Mungkin karena terbiasa dipijat sejak bayi. Apalagi Moses dan Maira, sekarang sering sekali minta pijat, terutama selesai latihan renang.

[Sponsored Post] Kejutan Awal Tahun Dari Tempat Belanja Favorit

Siapa yang suka jajan?

Jajan apa?

Jajan di mana?

Ngomongin jajan, aku termasuk sering jajan. Bahkan hampir tiap hari ke Alfamart beli makanan atau minuman buat camilan di rumah. Apalagi sekarang lagi menyusui, frekuensi nyemil meroket tajam. Tapi meskipun suka nyemil, aku tetap pilih-pilih jenis makanan dan minumannya loh. Gak makan sembarangan juga. Karena walau bagaimana pun kesehatan tetap harus dijaga kan?

Belajar Dari Semangat Maira

"Maira keren!"

"Hore, Maira bisa berenang!"

"Jagoan ih ambil napasnya."

Sudah lama juga ya gak nulis tentang anak-anak di blog ini karena keseringan posting dan ceritanya di Instagram.

Beberapa waktu yang lalu, aku share di Instagram beberapa foto dan video Maira sedang latihan renang. Beberapa teman berkomentar dan bertanya, koq Maira sudah bisa berenang, padahal umurnya baru 3 tahun. Biasanya kan anak umur segitu masih seneng kecipak-kecipuk main air aja. Well, itu hasil ikut-ikutan abangnya latihan tiap hari, Om dan Tante.

Cerita Tentang Kelahiran Reiga

Alhamdulillah, kelahiran baby Reiga akhir tahun 2016 kemarin menjadi hadiah indah dari Allah untukku dan keluarga. Menjelang tanggal yang kami pilih untuk waktu melahirkan, aku, suami dan anak-anak sangat excited tapi juga cemas. Perasaan cemas hadir karena khawatir baby lahir duluan sebelum waktunya. Apalagi minggu-minggu terakhir itu aku sering mengalami kontraksi, sementara dokter wanti-wanti terus jangan sampai kontraksi. Selain itu aku dan suami cemas karena tanggal operasi bersamaan dengan jadwal UAS anak-anak dan ibuku baru bisa datang menemani seminggu setelah melahirkan. Setelah berdiskusi, akhirnya anak-anak sepakat bergantian izin gak masuk sekolah supaya ada yang menemani Maira di rumah. Mereka bersedia ikut ujian susulan setelah aku keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah guru-gurunya pun sangat pengertian.