Pencerahan

Hari ini dapat pencerahan. Katanya kebahagiaan sejati itu baru kita dapatkan ketika kita sudah berdamai dengan diri kita sendiri. Bila pikiran, hati dan badan sudah sejalan dengan dengan ruh kita barulah gejolak di dalam diri hilang. Gejolak itulah yang menyebabkan stress dan kemudian penyakit berdatangan dan bersarang di tubuh kita. Jadi damai aja, jalani saja apa yang memang sedang dijalani, banyak berpikir positif dan memberi makanan positif kepada hati, pikiran dan badan bahwa kita bahagia. Hmm.. sepertinya mudah. Tapiiii... tak mudah ketika dipraktekkan

Dari dulu aku selalu belajar menjalani hidupku dengan berpikir positif. Dan itu suliiit banget. Aku belajar menerima bahwa setelah semua yang aku lakukan, aku jalani dan aku putuskan dalam hidupku, pada akhirnya tetap saja yang ketetapan terbaik itu berasal dari Dia.

Dulu aku selalu bilang kalau saja waktu bisa berputar kembali, aku tetap ingin dilahirkan sebagai Sary karena tak ada penyesalan dalam hidupku. Tapi sekarang aku sering merasa gamang. Apakah mau aku mengulang apa yang aku alami sampai hari ini? Tapi seandainya aku memilih jalan hidup yang berbeda, koq aku merasa tidak bersyukur ya? Padahal Tuhan tetap menghadirkan cintanya dalam kehidupanku.

Sering sekali aku bangun di pagi hari dengan perasaan bahagia. Aku berterima kasih karena berkah Tuhan yang kurasakan. Tapi kemudian perasaan bahagia itu perlahan surut berganti dengan keraguan dan sejumlah tanya mengapa aku harus menyusuri jalan yang lain, yang tak pernah kubayangkan sama sekali. Aku jadi merasa terjebak dalam waktu.

Tuhan, tolong aku.
Jaga rasaku.
Jaga hatiku.
Aku tau Engkau dekat.

Tuhan, ajari aku.
Lepaskan simpul yang mengikatku.
Bawa aku terbang bersamaMu.
Damai bahagia dalam pelukanMu


No comments: