JANJI TERAKHIR

Dalam gelap aku terperanjat.
Tidak juga waktu berderap.
Ah, bukan dirimu yang melintas.
Kau tinggalkan sepucuk surat.
Kusimpan erat di dalam dekap.
Pun bayangmu semu membias.

***

Helai ini sudah lusuh.
Seperti surya yang menjauh.

***

Di mana kamu?
Lalu lalang mereka di dekatku.
Lidahku kelu ingin bertanya tentang kamu.
Apakah kamu lupa kepadaku?

Aku ingat rupamu sungguh saat ucap janji itu.
Kau tahu kan, aku selalu percaya kepadamu?
Kemarin kutanya bintang.
Sebelumnya kuteriakkan lantang.

Jangan buat esokku bimbang.
Berharap kamu hilang semua halang.
Lampu kedai sudah beribu warna.
Pun mereka yang singgah tak lagi sama.

Diri ini sudah lelah.
Keringatku menghilang entah.

Sayangku,
Sudah sewindu nafas terakhirku.
Dan aku masih setia menunggumu.

*merangkai kisah di Jejakubikel, 02 Desember Dongeng, B 111 Kata Desember, 050 Gadis yang Sendirian di Kafe*

No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)