PENCURI MISTERIUS

Ibu marah-marah lagi. Sebabnya sepele. Buah rambutan yang dibelinya raib, hanya tersisa kulit dan bijinya saja. Padahal itu buah kesukaannya.

“Kalian semua, ayo mengaku! Siapa yang mencuri rambutanku?” Lagi-lagi aku mendengar Ibu memarahi Karsiyem dan Sidik, asisten rumah tangga kami. “Bukan kami, Bu. Sungguh, berani sumpah!” Sidik menjawab pelan tapi pasti. Karena tidak punya bukti, seperti biasa Ibu langsung masuk kamar sambil uring-uringan.

***

Ini sudah kelima kalinya dalam seminggu buah kesukaan Ibu menghilang tanpa jejak. Aku jadi penasaran. Tidak mungkin ada hantu mencuri siang bolong begini kan? Selagi sibuk mencari rambutan yang hilang, tiba-tiba aku mendengar suara pelan dari kolong mobil.

***

Akiko, anjing Siberian Husky peliharaan kami sedang asyik makan rambutan.

*merangkai kisah di Jejakubikel, 08 JUNE vs JUNO, A 111 Kata Juni, 232 Rambutan*


No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)