SESAL

“Min, aku boleh main ke rumahmu?”
“Wah, gak bisa, Di. Pulang sekolah aku harus kerja.”
“Hah, kerja? Kerja di mana? Memangnya bisa anak kecil kaya kita kerja?”
“Bisa, Di, jualan koran di lampu merah. Lumayan untuk menambah biaya sekolah”
“Ah, miskin banget kau, Min, sampai harus kerja segala untuk sekolah. Hahaha…”

Didi tertawa terbahak-bahak.
Mimin terdiam.

***

Didi sangat menyesal kemarin menertawakan Mimin. Didi tidak menyangka Mimin bersungguh-sungguh ketika mengatakan dia harus bekerja setelah pulang sekolah. Dia pikir Mimin hanya bercanda.

Jasad Mimin terbaring kaku di hadapannya. Mimin meninggal setelah tertabrak mobil yang melanggar lampu merah di persimpangan jalan tempat Mimin biasa menjual koran dan majalah.

Sekarang giliran Didi yang terdiam.

*merangkai kisah di Jejakubikel,  08 JUNE vs JUNO, A 111 Kata Juni, 238 Traffic Light*

No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)