SURAT KEPADA AWAN

Dear awan,
Memandangmu dari bawah sini rasanya menyenangkan.
Apalagi saat langit biru yang menjadi kanvasmu.
Apakah kau hangat?
Empuk?
Apakah kau memiliki rasa seperti aku?
Saat kau melayang,
Aku membayangkan kau sedang bahagia seperti aku.

Tapi kau sering juga terlihat menyeramkan.
Saat itu kau hitam, kelam.
Kau bergulung seperti ombak lautan.
Apakah itu pertanda kau sedang marah?
Apakah kau sedang menantang matahari?
Jangan-jangan kau memang memiliki rasa seperti aku.
Saat marah, aku pun merasa hitam.
Dadaku sesak bergulung-gulung.

Dear awan,
Apakah kau ada di surga?
Atau… setidaknya kau pernah ke sana?
Kalau iya, kapan kau mau ke surga lagi?
Beritahu aku ya..
Aku ingin menitipkan cinta untuk ayahku.

Salam,
Aku di Bumi.

*merangkai kisah di Jejakubikel, 08 JUNE vs JUNO, A 111 Kata Juni, 235 Awan*

No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)