HECTIC DAY

Fuih.. hari yang melelahkan, fisik dan emosional. Ini hari pertama #kurcacis-ku masuk sekolah lagi. Keinginan mereka untuk duduk di barisan terdepan membuatku harus bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan dan segala sesuatunya. Kenapa? Karena kalau mereka ingin duduk di barisan paling depan, mereka harus berangkat sekolah lebih pagi. Anak-anak atau orangtua murid yang lain pun biasanya punya keinginan yang sama. Duduk di barisan paling depan.

Sebenarnya apa pentingnya sih duduk di barisan paling depan? Rasanya dulu aku tidak terlalu pusing dengan urusan itu. Duduk di mana saja tidak masalah. Ternyata oh ternyata.. setelah melakukan investigasi kecil-kecilan, dua gadis manisku punya jawaban yang sama, "Kalau duduk di belakang gak enak, Ma.. Berisik!! suka digangguin anak-anak laki." Sambil manyun-manyun Asyah melanjutkan, "Udah gitu karena Kakak duduk di belakang, pak Guru jadi suka gak tau kalau ada teman yang minta contekan sama Kakak." Hihihihi... jawaban ini sangat bertolak belakang dengan ceritanya Kakak di blognya. Belakangan ini dia lagi senang menulis cerita fiksi. Tapi di fiksi online pertamanya itu, si tokoh utama, namanya Kaka 021, kesal karena mamanya memaksanya bangun pagi sekali di hari pertama sekolah supaya Kaka bisa datang lebih pagi di sekolah dan mama mau Kaka mendapat tempat duduk di barisan paling depan. Perhatikan perbedaannya, coba. Di cerita fiksi si Mama yang ngotot Kaka duduk di barisan depan. Kenyataannya Kakak Asyah yang semangat ingin duduk di barisan paling depan. Oh noooo.. pembunuhan karakter itu namanya, Nak.... Hahahaha.. 006024022

Well ya, memang aku membangunkan mereka lebih pagi, soalnya pengalaman tahun lalu, mereka "kesiangan", ternyata begitu sampai di sekolah sudah sangat ramai. Akhirnya pulang sekolah Asyah nangis-nangis karena dia dapat tempat duduk paling belakang dan dekat dengan kelompok teman-teman lelakinya yang katanya nakal-nakal. Penjaga sekolah menawarkan bantuan untuk menambah bangku dan meja supaya Asyah bisa duduk di depan. Tapi mana bisa? Untungnya dia mendapat teman sebangku yang ternyata cocok dan akhirnya menjadi sahabatnya.

Tapi sepagi apapun mereka bangun hari ini, rencana tinggallah rencana.. Tetap saja berangkat sekolah jam setengah tujuh. Papinya yang mengantar mereka sekolah memberi laporan, lagi-lagi sekolah sudah ramai dengan anak-anak dan orangtua murid. Hwaa.. namanya juga ibu, aku langsung menyusul ke sekolah. Meskipun mereka, akhirnya ternyata, duduk di barisan paling belakang (lagi), paling tidak aku ada di sana untuk menyemangati mereka.

Ternyata eh ternyata lagi.. sesampainya aku di sekolah yang memang sudah ramai itu, belum ada satu pun guru yang datang. Ya iyalah, lha wong masuk sekolahnya saja masih lama koq. Kesiangan itu kan untuk mereka yang berebut tempat untuk duduk di bangku barisan paling depan.. 021

Syukurlah ternyata kakak Asyah mendapat tempat duduk di bangku depan, persis di seberang meja guru seperti keinginannya. Meskipun terlambat, seorang temannya yang datang lebih dulu berbaik hati menyediakan bangku itu untuk Asyah. Sementara Ashira tidak mendapat tempat di barisan depan. Tapi karena Ashira anaknya lebih easy going, dia kelihatan santai saja dan tidak terlalu peduli. Tetap saja cengar-cengir sambil bilang,"Ade ga papa koq, Ma, gak dapet duduk di depan, yang penting mau jajan (mainan)." Gubraaaaakkk...!!! 014021

Ya sudahlah.. yang penting hari ini tidak ada drama airmata seperti tahun lalu.. *lap keringet*

Peristiwa lain yang bikin capek hari ini adalah rencana keberangkatannya mas Adi ke Kalimantan selama 2 minggu. Okelah untuk urusan packing pakaian sudah bisa kuatasi. Berhubung nanti di sana belum jelas kondisinya seperti apa, mau menginap di mana, maklum kunjungan ke daerah terpencil, aku jadi runyam sendiri untuk urusan packing pakaian dan perlengkapannya. Biasa deh, emak-emak kan ribet kalau mau pergi, semua hal kecil dipikirkan. Yang membuat tambah runyam adalah banyaknya dokumen yang harus dibawa. Sungguh luar biasa banyak. Aku berpikir, kenapa gak dicetak di sana saja sih? Atau presentasi menggunakan slideshow gitu? Aku lupa yang mau didatangi adalah daerah yang jauh dari perkotaan.. 013

Ditambah peristiwa-peristiwa kecil lainnya, pada akhirnya hari ini bisa dilewati juga. Sekali lagi aku berterimakasih untuk penjagaan DIA kepada kami.

Mengawali hari dengan segenggam harap.
Menutup hari dengan sebuah syukur.
Untuk perasaan dan pikiran baik di hari ini.
Terimakasih Tuhan.
Terimakasih semesta.
Terimakasih keluargaku.
035

No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)