AKU AKAN SELALU MENCINTAIMU


* Inspired From a song by Melly Goeslow, Bimbang

***

"Kata orang rindu itu indah. 
Namun bagiku ini sangat menyiksa…” 

*** 

“Indra? Apa kabar?” 

Dengan wajah kaku Indra menyambut uluran tangan perempuan paruh baya di depannya. “Baik” katanya singkat.” 

Perempuan itu mengulurkan tangan ingin memeluk tapi dengan cepat Indra menghindar dan menghempaskan tubuhnya di kursi di hadapannya. Sambil menarik kembali kedua tangannya, perempuan itu berkata dengan gugup, ”Maaf karena mengganggumu. Ini.. ini.. hanya sebentar.” 

Indra tidak peduli. Dia melihat ke arah jam tangannya memberi tanda sebaiknya perempuan itu segera mengatakan maksudnya mengundang dia ke tempat ini. 

Perempuan itu kelihatan sangat lelah. Wajahnya pucat. Menyadari bahasa tubuh Indra yang tidak bersahabat , dia mengerti lelaki itu tidak ingin lama-lama ada di situ. Tangannya gemetar ketika menyerahkan sebuah amplop putih dari dalam tasnya. 

“Ini untukmu. Bacalah kalau kau sudah sampai di rumah…” 

“Baik,” kata Indra memotong ucapan perempuan itu sambil berdiri dari kursinya. “Kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan, aku sudah ada janji lain.” Tanpa menunggu jawaban, Indra langsung berbalik meninggalkan tempat itu. 

*** 

Seandainya ini permintaan terakhirku, aku memohon supaya diberi kesempatan kedua. 

Dan bila kau sedang membaca tulisanku ini, Indra.. 
Berarti Tuhan mengabulkan permintaanku. 

Aku tahu kau marah. 
Kau membenciku. 
Aku tidak akan mencari pembenaran apapun supaya kau memaafkan aku.
Ya, semua memang kesalahanku. 
Aku meninggalkanmu. 
Aku mencampakkanmu. 
Ketika seharusnya cinta yang menjadi bahasamu. 

Indra, 

Aku sakit. Hidupku mungkin tinggal sebentar.
Bukan, aku bukan mengharapkan belas kasihanmu. 
Setelah semua yang aku lakukan padamu, aku tidak berani memantaskan diriku di hadapanmu. 

Seandainya masih ada maaf untukku, berikanlah maaf itu untuk kakekmu. 
Jangan lagi membencinya seperti kau membenciku. 
Yang dia lakukan dulu semata karena mencintaiku. 
Akulah yang tidak berani memperjuangkan cintaku untukmu. 

Selamat tinggal Indra, 
Aku tidak akan lagi mengganggumu. 
Sekarang aku bahagia. 
Bisa mencintaimu tanpa batas ruang dan waktu. 

Akan selalu mencintaimu 

Ibumu. 

*** 

“Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa namun ada yang hilang separuh diriku..” 

Indra menangis dalam diam..


No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)