KAPUR CINTA


“Aaaargh…” Seisi kelas terkejut mendengar jeritan Hana. Ruangan kelas yang tadinya riuh dengan suara-suara tinggi senior kelas 3 seketika hening. Semua mata memandang ke arah tempat duduk Hana yang sedang berjongkok sambil menutupi mukanya.  
“Mata saya, Kak, tadi ada yang melempar mata saya.” 

Ahmad, Ketua OSIS, bergegas menghampiri teman-temannya yang masih berbisik-bisik di depan kelas. Mereka tampak panik dan khawatir. Kekerasan sekecil apapun dilarang dalam kegiatan perkenalan siswa baru di SMU Harapan Kita.

***
Hati Hana sedang berbunga-bunga. Malam nanti kencan pertamanya bersama Ivan. Lemparan kapur ke mata Hana yang tidak disengaja oleh Ivan 2 bulan yang lalu, menjadi awal tumbuhnya benih cinta di antara mereka.


*merangkai kisah di Jejakubikel, tema  12 Oc-To-School,B 111 Kata Oktober, 344 Plonco*

No comments:

Post a Comment

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)