TERBANG TINGGI



*Inspired From a song by Queen, Don't Stop Me Now

***

Aku memandang ke sekelilingku, ke arah panggung besar yang disinari ribuan watt lampu warna-warni. Oh Tuhan, dadaku rasanya mau meledak saking bahagia. Perempuan-perempuan cantik berkaki jenjang, semuanya memakai pakaian indah dan mahal, tata rias wajah sempurna, kulit halus dan putih, tatanan rambut yang luar biasa. Aku dan dua di antara mereka berdiri paling depan. 

Inilah saatnya. Aku sudah menunggu hari ini selama 10 tahun. Perjuangan dan pengorbananku akhirnya membuahkan hasil. Sejak kecil impianku adalah menjadi perempuan paling cantik di dunia ini. Tidak terhitung berapa banyak air mata, keringat dan uang yang sudah kukeluarkan untuk sampai ke hari ini. Aku merintis jalanku dari nol. Menjadi foto model amatiran, tanda tangan kontrak pemotretan sana-sini untuk sekedar wajahku dikenal banyak orang. Aku tidak melupakan pendidikanku. Aku tahu bermodalkan wajah cantik dan tubuh indah saja tidak cukup. Aku bekerja banting tulang untuk membiayai sekolahku, perawatan tubuhku, baju-baju, tas dan sepatu-sepatu mahal untuk pergaulanku, dan banyak lagi supaya aku bisa terus meningkatkan status dan pergaulan sosialku. 

Kakiku rasanya sudah tidak sanggup berdiri saking gemetar. Aku yakin sekali ini malam keberuntunganku. Lihatlah! Dalam hal apapun aku lebih baik dari kedua perempuan di sebelahku. Aku tidak ceking seperti si A di sebelah kiriku dan aku lebih tinggi dari si B di sebelah kananku. Juri memberiku nilai sempurna untuk jawaban di uji kecerdasan tadi. Kekaguman mereka terhadapku jelas sekali kelihatan. 

Aku membayangkan kehidupanku setelah malam ini. Semuanya akan berubah. Semua lelaki akan memujaku. Aku tidak perlu lagi mengemis pekerjaan kepada para fotografer dan editor majalah-majalah sialan itu. Mereka yang akan datang kepadaku. 

“…. Sampailah kita ke puncak acara yang ditunggu-tunggu. Siapakah yang akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Universe tahun ini?..” 

Aku tersenyum lebar. Seperti terbang seluruh sendi-sendi tubuhku dipenuhi keyakinan dan gairah kemenangan yang luar biasa. 

“Dan pemenangnya adalah…” 

*** 

“IPAH! Bangun luh! Tidur aja kerjanya. Sana bantuin nyak lu di dapur. Udah gede bukannya tambah rajin malah tambah males aja!”


No comments

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)