MARI MENULIS DENGAN BAIK

Menulis sepertinya sudah menjadi kegiatan sehari-hari untuk sebagian besar orang di masa sekarang. Perkembangan teknologi membuat kegiatan menulis tidak melulu di atas kertas menggunakan pensil. Pun tidak perlu keahlian mengetik 10 jari. Dengan modal 2 jempol, para pengguna Blackberry bahkan sudah bisa menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan. 

Tulisan tidak lagi harus panjang, terdiri dari beberapa paragraf, sekian ribu kata. Di media sosial seperti Twitter, kita bahkan hanya bisa menuliskan isi pikiran dalam 140 karakter saja. Tapi lihatlah bagaimana sebagian dari pengguna Twitter ini menunjukkan kemampuan mereka menulis dalam keterbatasan. Misal saja akun @fiksimini, yang selalu menantang follower-nya untuk menuliskan cerita (fiksi) mini dalam 140 karakter. Ada pula akun Twitter khusus puisi seperti @puisikita, @Syair_pagi dan masih banyak lagi. 

Setiap orang yang menulis pasti senang kalau tulisannya dibaca dan dikomentari (positif) oleh orang lain yang membacanya. Dan ketika tulisan itu kita share di sebuah media sosial, sudah pasti akan terbaca oleh orang lain, terlepas dari tujuan kita menulis, untuk sekedar kepuasan diri atau memang ditujukan untuk orang lain. Menurutku supaya tulisan kita bisa enak dibaca orang lain, tidak selalu harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Bisa dengan menggunakan gaya bercerita, dengan bahasa sehari-hari. Tapi menulislah dengan rapi dan gunakan bahasa Indonesia yang baik.

Beberapa hari yang lalu, seorang teman kuliahku menulis begini di akun Facebook-nya: "Semakin pusiaaang membaca tulisan anak2 muda masa kini! Sejak kapan huruf x menggantikan akhiran -nya? Sejak kapan kata 'silakan' berubah jadi 'sila'?? Grrrrr... *garuk2 jidat*." 

Aku sering mengalami hal seperti itu. Penulisan huruf diganti dengan angka, pengulangan kata disingkat sesukanya , penggunaan autotext tidak pada tempatnya. Ketika seorang keponakan yang masih abg mengajak ngobrol di BBM, aku harus berpikir dua kali dulu sebelum bisa mengerti apa maksud dari tulisannya. Yang sedikit mengganggu juga adalah kebiasaan menggunakan autotext para pengguna Blackberry. Autotex memang bisa terbaca dengan baik di layar pembaca yang menggunakan Blackberry juga. Tapi jadinya bikin pusing ketika dibaca dari layar komputer atau ponsel lain yang tidak bisa menerjemahkan autotext dengan benar. Jangan salah sangka ya. Bukan berarti aku sentimen sama ponsel pintar ini. Aku juga pengguna Blackberry, tapi bukan penggemar autotext-nya :D

Tanggal 4 November 2011 yang lalu, Rumah Kata Bogor menggelar acara Gempita Bulan Bahasa powered by Indosat. Acara itu murni dilatari kecintaan kepada bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sudah saatnya anak muda Indonesia lebih mencintai bahasa Indonesia dan kebudayaannya. Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung gerakan ini? Mari kita mulai dari cara yang sederhana dulu.

Teman-teman yang suka menulis, yuk kita sama-sama mulai memperbaiki tulisan kita. Supaya tidak ada lagi rasa malas dan bingung membaca tulisan teman-teman kita hanya karena penggunaan bahasa yang asal-asalan dan cara penulisan yang tidak umum.  Aku juga masih harus lebih banyak belajar.  Pasti akan lebih menyenangkan kalau kita belajar bersama-sama dan saling mengingatkan :)

2 comments:

  1. aku kira ada tips n trik, menulis dengan baik :p

    ReplyDelete
  2. @puput: terimakasih sudah berkunjung :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)