Jambore On The Blog 2012: Kita Pantas Untuk Bahagia

"Kesulitan adalah bagian dari hidup kita. Oleh karenanya kesulitan itu tak selalu harus dihindari tetapi dicari solusinya." 

Pesan tersebut disampaikan oleh Pak Dhe Cholix, komandan BlogCamp Group melalui tulisannya yang berjudul Ketika Gerbang Sulit Dibuka.

Suatu ketika aku pernah mengalami masa dimana memaksakan kakiku untuk berdiri dan berjalan pun sulit. Keterpurukan membuatku hanya ingin menangis, menangis dan menangis. Kemudian pelan-pelan rasa enggan mulai mengikatku kuat-kuat dalam sebuah bilik kecil bernama egois. Tidak peduli.

Sampai aku melihat binar-binar bening dalam mata keempat anakku. Mereka memelukku dalam sunyi ketika aku menangis diam-diam. Mereka setia di dekatku ketika aku terkurung dalam bilik suramku. Mereka menunggu dan berbaring di sisiku menemani malam yang panjang. Kemudian aku menangis dan memutuskan itu tangisan terakhirku, setidaknya di hadapan mereka.

Menuliskannya kembali saat ini sepertinya mudah meski mengenangnya sedikit menghadirkan hangat di sudut mata. Bukan sedih, tapi haru. Bagaimana mungkin aku bisa ditempatku sekarang, sementara saat itu melewati satu hari pun butuh kekuatan luar biasa dari diriku sendiri untuk menang. Aku berperang melawan diriku sendiri, bukan orang yang menyakitiku, bukan masalah-masalahku, tapi benar-benar diriku sendiri. Memaksakan diri untuk bangkit dan berkata, "Aku pasti bisa!" disetiap hari yang kulewati. Sampai kemudian beban itu makin hari makin berkurang dan langkahku semakin ringan.

"Ketika gerbang sulit dibuka jangan pernah mundur sebelum anda mencicipi kehidupan di balik gerbang itu."

Benar sekali, pak Dhe. Kalau aku tidak mengalami masa-masa itu, mana mungkin aku bisa merasakan hari ini. Buatku, masa lalu bukan untuk disesali melainkan disyukuri, dengan begitu ada banyak hikmah dan pelajaran yang membuatku bisa merasakan bahagia hari ini. Aku belajar memahami bahwa kasih sayang Tuhan itu hadir dalam berbagai macam cara. Aku bersyukur waktu itu tidak menyerah kalah dan memutuskan untuk melangkah maju betapapun sulitnya.

3 tahun kemudian.. :)

Ternyata, kunci dari semua kesulitan dan juga kebahagiaan adalah diri sendiri. Bagaimana kita mensikapi kehidupan yang sedang kita jalani, itulah jawabannya. Bersyukur, bersyukur dan bersyukur, itulah caranya. Dengan mensyukuri kasih sayang Tuhan, kita akan tau bahwa masing-masing dari kita pantas untuk bahagia.


Artikel ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul 
"Ketika Gerbang Sulit Dibuka" 
tanggal 28 Juni 2012.



7 comments:

  1. Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya.

    ReplyDelete
  2. Bener mba, semua itu harus kita hadapi yah, seberapa susah gerbang itu untuk di buka.

    ReplyDelete
  3. Hiks..
    Maak kok aku sedih ya baca tulisan ini..
    Yang Penting Semangat Maak
    pasti bisaaa..!!

    ReplyDelete
  4. semangat terus ya mbak intinya, semoga sukses dengan kontesnya

    ReplyDelete
  5. ahaaa...., semoga sukses ikutan jamborenya Pakde Cholik ya....

    ReplyDelete
  6. sary, aku ga pernah lupa sampa rumah ungumu ...senang sary semangat skrg, baru tau dikau modnya keb..xi xi xi kemanah ajah ya

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)