Aku Lupa...

Pernah tiba-tiba mendapat ide menulis ketika sedang asik bersama si kecil? Aku sering! Dan karena aku sudah bertekad untuk tidak menggunakan atau memegang gadget saat bersama anak-anak, ide itu seringnya menguap begitu saja.

Aku termasuk orang yang cepat lupa. Sejak kecil, karena menyadari sifat pelupaku, buku agenda adalah salah satu perangkat wajib yang harus aku miliki dan dibawa ke mana-mana. Mencatat semua kegiatan, rencana yang akan datang, pesan ibu, pesan guru, semuanya wajib dilakukan saat itu juga. Sepertinya repot, karena aku harus membawa buku agenda kemanapun aku pergi. Tapi ternyata aku menemukan keuntungan lain dari kekuranganku yang cepat lupa itu. Aku malahan jadi bisa mengingat dengan baik apa yang sudah kutulis. Menulis menjadi terapi yang sangat baik untuk sifat pelupa yang aku miliki.

Image credited to Fanpop.com

Kebiasaan menulis ini juga aku terapkan di sekolah. Teman-temanku dulu sering menganggap aku "kerajinan", kelewat rajin. Saat guru sedang menerangkan di kelas, ucapan beliau aku tulis di buku :D Aku selalu punya buku coretan untuk mencatat penjelasan guru di kelas. Pensil menjadi andalanku. Entah mengapa, aku tidak begitu menyukai pulpen.

Ketika menginjak bangku kuliah, aku masih saja begitu. Modal belajarku yang paling utama adalah menulis. Aku juga gila membaca, tapi meski sudah membaca berkali-kali, tetap saja tidak mampu mengingat isi bukunya. Kalau mau ingat ya harus ditulis. Merangkum buku menjadi kegiatan belajar yang rutin aku lakukan.

Setiba di rumah, catatan dalam buku corat-coret itu aku pindahkan lagi ke buku yang lain. Kali ini dengan rapi. Saat mencatat ulang inilah ingatanku berfungsi dengan baik sekali :)) Berbekal coretan-coretan dalam buku kumalku, aku seperti sedang mendengar siaran ulang penjelasan guru atau dosen di kelas tadi. Dan hasilnya.., setiap menjelang ujian, buku catatanku yang sudah rapi menjadi rebutan teman-teman untuk difotocopy :D

Sekarang, aku masih mengandalkan buku agenda untuk mencatat semua kegiatan dan hal penting yang harus kuingat. Kalau sedang kepepet dan hanya bisa mencatat di henpon, setelahnya pasti kusalin ulang di buku agenda. Hanya saja aku tidak pernah lagi mencatat ulang seperti dulu. Jadi buku agendaku yang sekarang isinya lebih acak-acakan. Mungkin juga karena sekarang lebih banyak mengetik di keyboard/keypad, tulisan tanganku berubah menjadi semacam tulisan cakar ayam >.<

Semenjak memiliki henpon yang katanya pintar, urusan ingat mengingat memang menjadi sangat terbantu. Kadang-kadang kalau sedang muncul ide, misalnya untuk KEB, aku mengetiknya dalam bentuk BBM dan mengirimkannya ke Mira Ayank. Jadi, harap maklum ya, mak, kalau gue suka tiba-tiba ngirim BBM berderet-deret, gak peduli pagi, siang atau malam. Daripada lupa, mendingan aku sampaikan saat itu juga. Dua orang yang mengingat lebih baik daripada satu orang saja terus lupa. Parahnya, Mira Ayank ini juga ternyata pelupa hahaha..

Gadget semacam Blackberry yang terhubung ke berbagai media sosial ini, aku akui membuat ketagihan. Ketagihan mencari tau sesuatu yang baru di dunia maya. Tapi sejak setahun terakhir ini, aku mengerem dengan sungguh-sungguh kebiasaan yang gak baik ini. Terutama kalau sedang bersama atau menemani anak-anak dan keluarga. Kalau dulu semua dering untuk berbagai aplikasi diaktifkan, sekarang tidak lagi. Suaranya pun diatur pada level rendah. Pokoknya kalau gak ada yang penting, gak usah deh ditengok-tengok.

Sayangnya, yang namanya ide itu suka muncul gak pakai permisi. Ini yang suka bikin gregetan. Tiba-tiba muncul ide, aku berusaha sebisa mungkin mengingatnya, tapi begitu sudah dapat kesempatan untuk ditulis, idenya lenyap. Aku seperti Hercule Poirot versi gagal, mencoba mengurai kisi-kisi kelabu di otakku tapi buntu :(

Diri sendiri dan anak.. Tidak bisa dipungkiri, kadang-kadang kedua hal ini berbenturan. Tapi aku gak mau jadi orangtua egois yang lebih mementingkan diriku sendiri. Menurutku, masa kecil itu tidak bisa dibeli, tidak bisa terganti dan tidak bisa kembali. Lebih baik kehilangan ide daripada melewatkan kesempatan bersama anak-anak dan keluarga. Pasti ada gantinya! :)


*Tulisan ini disponsori oleh gagalnya upaya mengingat ide yang muncul saat menemani Moses membaca buku sebelum dia tidur siang ini :D



12 comments:

  1. wuahaha...idem bgd mak. sering ide muncul ketika sdg aktifitas di rumah. ahhh ntar posting ini ahhh.
    pas mulai duduk manis..tiba tiba nguap aja idenya hihi

    ReplyDelete
  2. Mbaaakkk, kok bisa ya tertib nggak make gadget saat sama anak. Daku nanti bisa nggak ya?

    *membayangkan aku dan suami sama-sama asyik di depan leptop nulis postingan, saat dedek bayi lagi pipis*

    ReplyDelete
  3. Wkwkwkwk... Imakpi, ikatan emak pelupa nih

    ReplyDelete
  4. hehehe niar juga kadang pelupa, di tengah2 jalan pulang atau berangkat ada ajah idenya di inget2 gitu ntar lupa pas mau nulis di blog, hehehhe :D

    ReplyDelete
  5. berasa ada temen pelupa... hihihi... jadi didalam tas selalu ada buku kecil buat catatan kalo tiba-tiba ada yg perlu dicatat.

    ReplyDelete
  6. aku seneng quote yg terakhir, lebih baik kehilangan ide daripada melewatkan kesempatan bersama anak-anak :)
    sippp.. :)

    kalo aku pelupanya sama nama ID n password yang banyakkkkkk ituh mak.. hahah

    ReplyDelete
  7. hahaa..kayanya idem deh..
    Aku gabung ahh ke IMAKPi ahh..

    Bener mungkin karena faktor U juga kali yah wkwkwk..

    ReplyDelete
  8. *toss dulu dong ah*

    Biasanya ada note yang aku siapin di meja. jadi klo ada ide, langsung catat poin pentingnya. Nulisnya entah kapan ajalah, klo ada mood. Hihihi...
    Kadang ada juga kertas yang kutempelin dekat pintu kamar yang jadi catatanku. Catatan belanja, kebutuhan rumah ahaha... ;P

    ReplyDelete
  9. @mimi RaDiAl:
    hihihi.. toss ah.. :D

    @isnuansa:
    sekarang masih ngebayangin toh..? nanti kalau mahluk lucunya sudah hadir, pasti gak ada yang lebih penting dari dia :)
    Tapi memang butuh tekad bener-bener sih utk gak pegang gadget saat sama anak2..

    @yankmira
    mwihihihihi..

    @Niar Ci Luk Baa:
    aku sih gak kadang-kadang, niar.. sering! hihihihi..

    ReplyDelete
  10. @niken:
    bener! kalo lupa bawa berasa kaya orang linglung.. :D

    @advertiyha:
    aku sering tuh klik forget password, mak >.<

    @Nchie Hanie:
    jangan lupa bayar registrasi ke mak mira ya.. hihihihi..

    @Mayya:
    kalo aku nempel-nempel note gitu juga gak mempan, pasti lupa nempel dimana atau lupa bacanya.. hahahah... buku kecil paling aman deh :D

    ReplyDelete
  11. Hihihi samaan dong kita mak.. Bener banget setiap ide yg dtg musti di catetin satu satu, sayang kalo ilang :)

    ReplyDelete
  12. ternyata byk juga ya yg gabung di IMAKPI.. sy ikutan juga deh.. pelupa.. haha..

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)