Apa Motivasimu Menulis?

Image credited to writing.com
Setiap orang pastinya memiliki alasan dan motivasi sendiri ketika menulis. Ada yang menulis karena tuntutan pekerjaan, ada yang menulis karena hobi, ada yang menulis untuk reminder *kayak aku*, ada yang sekadar iseng, ada yang memang menjadikan menulis sebagai self therapy. Aku termasuk orang yang menulis untuk self therapy. Aku tidak terlalu pandai berkomunikasi secara verbal, lebih mudah mengungkapkan pikiran dan perasaanku melalui tulisan. Tapi setelah sekian lama menulis, kemudian berhubungan dengan banyak orang karena tulisan-tulisanku, Alhamdulillah sekarang aku tidak terlalu kaku untuk komunikasi verbal. Aku juga menjadikan kegiatan menulis untuk menyembuhkan penyakit lupa-ku yang akut. Alhamdulillah setelah terbiasa menuliskan semua jadwal dan to do list secara teratur, aku malah jadi lebih mudah mengingat sesuatu.

Dalam satu sesi wawancara bersama seorang wartawan tabloid khusus perempuan, mbak wartawan menutup perbincangan "serius" kami dengan curhat colongan. Mbak ini mengatakan meskipun pekerjaan utamanya sebagai wartawan adalah menulis, dia justru merasa kesulitan untuk "menulis". 

Maksudnya?

"Sebenarnya pekerjaanku ini asik loh, mbak Sary. Aku bisa melihat dan mengetahui banyak hal yang mungkin untuk kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Aku ingin menuliskan semua itu dalam jurnal pribadi atau blog. Tapi aku gak bisa. Beneran gak bisa nulisnya."

"Koq bisa begitu, mbak? Kan menulis pekerjaan utama untuk mbak sebagai wartawan?"

"Beda, mbak, menulis untuk pekerjaan itu lebih mudah. Ada pakem, ada rules, ada aturan. Eh, pas giliran aku mau nulis suka-suka koq gak bisaaaa. Padahal banyak banget yang pengen aku share. Jadi gimana itu caranya bisa nulis kayak di blog?"

Oh, gitu ya? Rasanya lebih mudah menulis suka-suka ya ketimbang ada rules-nya gitu? Hehehe..

Seorang temanku yang lain, juga seorang wartawan, begitu mencintai pekerjaannya, sehingga ketika dia mendapat tawaran pekerjaan lain yang menghasilkan uang lebih banyak, dia menolak. Dia bekerja sebagai kontributor di sebuah majalah otomotif. Kecintaannya kepada dunia otomotif itulah yang membuatnya betah dan suka bekerja di sana.

Jadi memang benar kan, motivasi masing-masing orang untuk menulis itu berbeda. Yang paling enak adalah ketika menulis, kita menjadi diri sendiri, bisa menulis bidang yang kita kuasai, dan tulisannya tidak hanya menularkan energi positif kepada pembacanya tapi juga membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi penulisnya. 

13 comments

  1. Setuju mbak sary, motivasi orang menulis memang beda-beda ya. Kalau saya karena ingin berbagi, misalny di blog :)

    ReplyDelete
  2. Hahaha...setuju banget mbak...ada sekian banyak alasan untuk menulis. Dan salah satunya adalah untuk menumpah ruah kan perasaan yang gaje...wakakak...itu kalo aku..
    Alangkah baiknya ketika menulis juga mempunyai passion utk berbagi manfaat sebenernya...tapi, apapun alasannya, menulis adalah cara unik untuk bersembunyi dan berteriak saat ingin didengar namun tak ingin bersuara..*ups...wkwkwk #IMHO
    salam kenal mbaknyaa :D

    ReplyDelete
  3. wow tulisannya sangat menginspirasi. Merasa dunia jiwanya menulis apapun yang berhubungan dengan penulisan terasa indah.

    ReplyDelete
  4. Saya setuju dengan yang terakhir.
    Menulis dengan menjadi diri sendiri, gaya sendiri.

    ReplyDelete
  5. Motivasi seperti Mu'jizat ya...
    he he he he

    ReplyDelete
  6. motivasinya biar orang tahu. Hehe

    ReplyDelete
  7. Karena aku menyadari sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna sangat mempunyai keterbatasan, terutama keterbatasan memori dalam merekam jejak yang pernah aku rasakan, maka cara yang tepat mensiasatinya dengan cara menulis

    ReplyDelete
  8. Lebih suka nulis bebas tanpa suatu tuntutan, berdasarkan hati aja sih, enaknya gimana. Toh datang malasnya ya malas :D

    ReplyDelete
  9. bener banget mba, motivasi orang menulis tentu berbeda-beda, nah kalo aku, hampir sama dengan dirimu mba, menulis untuk self therapy, selain itu juga untuk menuangkan ide dan pikiranku agar tidak beku hanya dalam benak saja...

    nice posting mba Sary.... :)

    ReplyDelete
  10. Kalau saya motivasi nulis utk curhat ..eh, sama gak tuh dengan self theraphy. Saya juga termasuk orang yg susah berbahsa verbal jika dalam forum resmi atau berada di tempat baru.

    ReplyDelete
  11. @fardelynhacky:
    keren mak! ^_^

    @Nick Salsabiila:
    salam kenal juga.. teriak-teriak dalam tulisan gak bikin suara jadi serak ya? :D

    @Christanty Putri Arty Kussundoo:
    hehe.. yuk nulis aja.. :)

    ReplyDelete
  12. @Uchank:
    toss! :D

    @niken:
    setuju, mbak.. makanya gak perlu minder atau iri sama orang lain.. tiap orang itu punya kelebihan, seperti halnya jg punya kekurangan :)

    ReplyDelete
  13. seperti diriku yang tak pandai bahasa verbal..lebih mudah untuk menulisdaripada ngobrol sama orang

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)