Yang Tak Terucap

Kak, maaf ya, aku belum sempat jenguk Kakak.
Kondisiku lagi gak memungkinkan pergi jauh-jauh.
Yang kuat ya, Kak...
Aku selalu berdoa buat Kakak..
Semoga semuanya dimudahkan dan dilancarkan.

Aku yakin Kakak sekuat Bapa.
Bulan-bulan terakhir sebelum Bapa pergi, aku sering menemani Bapa.
Aku melihat sendiri betapa Bapa punya semangat hidup yang tinggi.
Masih punya cita-cita dan mimpi..

Tapi Bapa sudah waktunya istirahat.
Kakak masih panjang perjalanannya.
Kita masih akan bareng-bareng sampe anak-anak kita besar.
Dan kita punya cucu..

Selama ini Kakak selalu jadi contoh buatku.
Kerja keras Kakak selama bertahun-tahun sudah mendapat pengakuan banyak orang.
Selalu yang terbaik yang Kakak berikan.
Jadi aku yakin..
Kakak pasti kuat melewati sakit ini.
Aku yakin..
Ada hadiah indah dari Allah menunggu Kakak setelah ini..

Mungkin aku gak selalu bisa di deket Kakak.
Tapi Kakak gak sendirian..
Aku dan kami semua selalu support dan berdoa untuk Kakak..

Jangan menyerah ya, Kak..
Kakak terlalu hebat untuk dikalahkan semangatnya oleh sakit apapun..
I love you..
And always do..

Depok, 4 Oktober 2012
Pagi yang biru..

5 comments:

  1. sekali lagi aku menangis saat membaca postingan mu Mba.

    Semoga Kakak Mba diberikan yang terbaik oleh Allah swt, amin

    ReplyDelete
  2. semoga kakaknya cpt sembuh ya..

    ReplyDelete
  3. Terharuuuu T^T

    Aku doakan sang kakak segera sembuh yaaa.Amin!

    ReplyDelete
  4. cepat sehat buat kakaknya

    salam kenal mbak dari Pontianak :')

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)