Janji

"Thank u, Mom", Moses 4 thn, ketika tunai janjiku menyemir sepatu sekolahnya. 

Tiga kata yang menghadirkan getar haru di dada dan rasa hangat di mata. 

Tiga kata yang diucapkan dengan kebahagiaan yang tulus dan penuh cinta. 

Kemarin pulang sekolah, dengan gaya bicara khasnya dia menyampaikan pesan ibu guru untuk orangtua masing-masing supaya membersihkan sepatu anak-anaknya yang kotor. Sepatunya bersih karena dia memang selalu ribut setiap kali melihat kotoran di barang-barang miliknya. Dia bergegas mencari semir dan sikat sepatu dan menyerahkannya kepadaku.

"Mom, tolong bersihin sepatu Moses ya, Mom..?" Lalu disimpannya semir dan sikat itu di dekat sepatunya. Sepanjang hari tak henti dia menanyakan apakah sepatunya sudah dibersihkan, padahal hari sekolah masih 2 hari lagi. Aku menangkap gurat kecewa di wajahnya setiap kali kata "belum" dan "nanti" keluar dari mulutku.

"Iya, sayang.., nanti Mama bersihkan ya. Mama janji.." Setelah kesekian kalinya dia menunggu, tampaknya kali ini dia percaya dengan janjiku. Atau bosan bertanya? Entahlah. Aku berharap esok memberiku kekuatan untuk bangun dari kasurku dan tidak melupakan janjiku.

Aku nyaris lupa ketika tak sengaja mataku menangkap sepasang sepatu hitam mungil di sudut ruangan. Lengkap dengan kaleng semir dan sebuah sikat. Ah, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Aku memaksakan diriku duduk di lantai yang keras dan dingin. Melupakan sakit untuk sesaat.


Ah, selesai.. Kupanggil malaikat kecilku. Binar bahagia langsung terlihat di matanya. Senyumnya mengembang seiring rasa hangat yang kurasakan di sudut mata. 

Anakku, maafkan aku, kerap lalai tunaikan janjiku karena lebih pentingkan duniaku. Padahal pintamu banyaknya hanya sederhana, tak serumit tuntutan dunia orang dewasa. Tapi balasan cinta dan terima kasihmu tulus tanpa noda.

4 comments:

  1. Moses pinter nih, wah mbak aku juga belum bersihin sepatunay Pascal nih :)

    ReplyDelete
  2. Moses pinter ya mbak.
    Sehat terus ya mbak :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)