Pak Item

Image Source
Nama adalah doa, bukankah begitu? Obrolanku dan suami seminggu terakhir ini adalah perihal nama untuk baby inside. Alhamdulillah akhirnya mencapai kesepakatan nama yang kami rasa baik. Ada dua nama, satu  nama perempuan, satu lagi nama laki-laki karena sampai hari ini kami belum mengetahui jenis kelaminnya, kami menyiapkan dua nama. 

Ditengah perbincangan kami tentang nama untuk bayi, obrolan kami jadi melebar kemana-mana, salah satunya nama panggilan unik di keluarga kami. Setelah didata ternyata nama-nama panggilan itu bukan sekadar unik, tapi juga lucu bahkan ada yang berdasarkan kekurangan yang dimiliki. Anehnya, ternyata ketika nama panggilan yang terkesan mengejek itu malah jadi nama kesayangan dan tidak menyebabkan rasa malu atau marah :D

Kakekku dari pihak ibu, sampai akhir hayatnya malahan dikenal dengan nama panggilannya daripada nama aslinya. Bahkan orang-orang yang belum lama mengenalnya, mungkin saja tidak tahu nama asli kakek.

Ibu memanggil kedua orangtuanya "bapak" dan "emak". Aku, ikutan latah seperti ibu, aku tidak memanggil mereka "aki" dan "nini" atau "kakek" dan "nenek" sebagaimana harusnya. Gak ngerti juga sih kenapa aku dibiarkan memanggil mereka mengikuti ibuku. Akibatnya karena memanggil kakek dengan panggilan "bapak", jadi sering tertukar dan bikin bingung bapakku sendiri, karena aku memanggil orangtuaku "ibu" dan "bapak". Akhirnya untuk membedakan mereka berdua, aku menambahkan sebutan di belakang panggilan "bapak" dengan warna kulit mereka hehehe..

Aku -masih imut- dan pak Item :)
Kakek dan bapakku memiliki warna kulit yang sangat kontras. Kakekku item pake banget, bapakku berkulit putih. Jadilah aku memanggil kakek "pak Item" dan bapakku sendiri "pak Putih". Panggilan "pak Putih" untuk bapakku tidak bertahan lama, tapi aku tetap memanggil kakek dengan nama "pak Item". Anehnya, sepertinya semua orang menyukai panggilan tersebut, bahkan pak Item sendiri malahan bangga dipanggil seperti itu.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, orang-orang benar-benar mengenalnya sebagai "pak Item". Semua keluarga, mulai dari anak, cucu, menantu, cicit, memanggil beliau pak Item. Tetangga lama, tetangga baru, semuanya memanggil beliau pak Item. Beliau sendiri mengenalkan dirinya dengan nama pak Item, sampai-sampai ketika beliau meninggal ada orang yang terkejut mengetahui pak Item bukanlah nama asli beliau.

Jadi kangen pak Item :'( Terkenang bagaimana beliau dulu sangat bangga dengan nama pak Item-nya dan selalu mengabulkan semua keinginanku..


No comments

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)