Krisis PD?

Sore ini Makmin KEB yang sedang tugas di twitter @Emak2Blogger, kultwit mengenai PD (percaya diri). Ah, pas banget nih dengan tema yang mau kutulis kali ini. Aku kutipkan satu dari sekian kultwit #MakminManis ini, ya :)
18. Bertanya pada diri sendiri ttg siapa kita & mau jd apa kita, sedikitnya akan membantu kita meningkatkan PD tersebut. #SoalPD
Beberapa minggu terakhir ini aku punya pekerjaan baru, jadi foto model :)) Silakan bayangkan saja, foto model itu seperti apa dan harus bagaimana. Meskipun tidak sama persis seperti foto model sungguhan yang difoto oleh fotographer profesional, tampil di sampul majalah A atau majalah B, tapi intinya sama, aku harus berpose untuk satu tujuan dan dibayar :D

Aku memang jarang difoto solo, kebanyakan justru aku yang memoto orang-orang atau sesuatu yang lain di dekatku. Hanya senang saja, sih, bukan hobi apalagi menekuni. Kebetulan saja punya suami dan anak-anak yang narsis, jadi selalu kebagian menjadi juru fotonya :D

Saat harus atau ada kesempatan untuk foto solo, gak masalah juga, pede-pede aja. Tapi ternyata lain soal ketika harus foto solo, sementara kondisiku sedang hamil 9 bulan dan tinggal menunggu saja kapan saat melahirkan tiba. Umumnya ibu hamil menjelang persalinan, kondisi wajah agak-agak gimana, gitu, ya. Ditambah lagi kurang tidur dan nyeri di berbagai titik. Kalau perut gendut, aku gak masalah, karena memang kenyataannya sedang hamil, masa disembunyikan. Sayangnya, mata sembab dan ekspresi wajah lelah sulit disembunyikan. Tapi tanggung jawab pekerjaan membuatku harus menjalani proses ini, difoto dalam berbagai pose dan ekspresi.

Lalu muncullah perasaan tidak percaya diri. Kalau biasanya pede-pede saja mau difoto karena merasa punya wajah imut #dijitak, kali ini yang ada adalah perasaan canggung dan malu. Akibatnya ketika melihat hasil fotonya, selalu saja merasa ada yang kurang dan gak bagus. Terus jadi capek sendiri karena harus berkali-kali mengulang pose yang sama.

Suamiku yang baik hati, menghiburku. Menurutnya, aku hanya perlu rileks dan enjoy, serta menyelesaikan tanggung jawabku sebaik mungkin. Kalau sudah melakukan yang terbaik dan hasilnya tidak seperti yang kuharapkan, ya aku harus nrimo, karena memang seperti itulah kondisiku saat ini. Untuk aku yang perfectionist, saran seperti itu agak sulit kuterima. Tapi kemudian aku berpikir, kalau aku ngeyel terus sementara memang aku sudah mengupayakan sebaik mungkin, koq aku kayak gak bersyukur, ya? Aku bahagia dengan kehamilanku, bahagia juga karena masih bisa terus berkarya dan dibayar, pula. Lalu kenapa harus gak pede?

Sekarang aku masih punya peer untuk berpose 2 kali lagi. Kultwit #MakminManis sore tadi setidaknya mengingatkan aku, kalau yang sedang kujalani saat ini adalah sebagian dari keping-keping puzzle mimpiku.  Makasih, ya, Mak! Jadi, aku mengatakan ini pada diriku sendiri, Semangat terus, Sary!" ^_^

foto tadi siang,
 lumayan imut untuk jadi ava twitter :))

kalo sama moses sih gak masalah :D

7 comments

  1. Jadi, job foto model majalah apa kali ini? hihihi, PD harus menjadi bagian dari keseharian kita, mak Asal tau batasan dan bagaimana mengolah PD itu, cmiiw

    ReplyDelete
  2. Mbak Sary ...
    I tell you a secret ...
    dengan dipilihnya Mbak Sary jadi model ... itu udah sesuatu ...
    so ... tidak ada alasan untuk tidak PD
    Just be your self ... karena itulah alasan kenapa Mbak Sary dipilih ...
    the whole package

    salam saya
    Sehat selalu

    ReplyDelete
  3. @mira sahid:
    iyaaa, makasih udah mengingatkan, mak *kecups* ^_^

    ReplyDelete
  4. @arilex shop:
    terima kasih ^_^
    kalo punya mimpi, terus percaya, someday it will come true, loh :)

    ReplyDelete
  5. @nh18
    om, waktu baca komentar om ini, aku beneran nangis. jleb banget. aku gak pernah meminta pekerjaan ini, just do what i love. tawaran itu datang for me being my self.

    Makasih ya, om :')

    ReplyDelete
  6. Seru Emak Sari bisa jadi fotomodel, apalagi kehamilanny hanya perutny aj yg ndut, badannya gak. Saya kemaren smp badan2nya, pipi, hidung.. Fiuuuh, jeyeeeknya... Hihihi.. Terus semangat ya, Mak... Ceritanya menginspirasi. :D

    ReplyDelete
  7. @Nita:
    Sebenernya bagian-bagian yg lain juga menggendut sih. Tp karena sebelum hamil, kurus, jd gak terlalu kelihatan :D

    Makasih supportnya, ya :*

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)