Berdamai Dengan Waktu

Entah sudah berapa kali aku mendapat pertanyaan yang sama. Tentang bagaimana aku me-manage hidupku yang memiliki anak 5, tidak punya asisten rumah tangga, punya hewan peliharaan, sering ditinggal suami tugas ke luar kota, tapi masih sempat juga ngeblog, ngetweet, nerima job nulis, dan mengurusi dapurnya KEB (Kumpulan Emak Blogger).

Aku gak akan bilang mudah, tapi juga gak mengeluh kalau hidupku susah. Bagi orang lain yang hanya bisa membayangkan, mungkin sulit. Tapi bagiku yang menjalani, semuanya lebih sering terasa biasa saja. Tentu saja kadang-kadang aku dilanda panik, menelepon suamiku yang sedang ada di kota antah berantah dan menularkan kepanikan itu kepadanya. Kadang-kadang aku ingin menyerah, kadang-kadang bosan, tapi tak lama semuanya kembali seperti biasa.

Setiap hari aku belajar berdamai dengan waktu. Iya, selain berdamai dengan diri sendiri, aku juga berdamai dengan waktu. Berdamai dengan waktu ini termasuk untuk urusan ngeblog. Dulu, aku pernah bisa ngeblog setiap hari, bahkan menghabiskan banyak waktu di depan laptop? Sekarang? Boro-boro! Laptop hanya kubuka kalau memang ada pekerjaan yang benar-benar tidak bisa diselesaikan menggunakan henpon. Kalau ada ide untuk tulisan di blog, aku buat draft dulu di henpon. Itu pun sering tidak selesai, dan akhirnya bukan blog yang update terus, tapi draft tulisan yang nambah terus :D

Blogwalking? Ini nih yang suka bikin sedih. Ketinggalan banyak cerita dan perkembangan blog teman-teman. Giveaway, kontes, lomba, kuis, hilir mudik saja di depan mataku, ku bookmark, kemudian kelewatan -_- Sekarang aku sering blogwalking malam-malam, sambil menyusui baby. Sejak dulu aku jarang sekali menyusui bayi di malam hari sambil tiduran. Biasanya aku bangun dan menyusui sambil duduk terkantuk-kantuk. Lebih nyaman saja rasanya, walaupun aku harus menahan kantuk. Dulu, untuk menghilangkan kantuk, biasanya aku sambil bermain game. Sekarang, sambil blogwalking. Lumayan loh, sekali menyusui bisa BW ke 2 atau 3 blog teman. Sayangnya, aku tidak selalu bisa meninggalkan komentar. Bisa jadi karena mengantuk dan sulit mengetik, atau memang blognya tidak mobile friendly. Jadi susah komentar. Biasanya sih aku menandai blog-blog yang sudah kubaca dengan me-like link mereka di Facebook, khususnya di group KEB. Jadi, Maks, kalau ada jempolku di sana, itu berarti aku sudah berkunjung dan membaca tulisan kalian, tapi belum tentu meninggalkan komentar. Maaf, ya. Harap maklum! :D

Terus kapan update blognya? Ya, sesempatnya. Kayak sekarang ini, anak-anak sudah tidur tapi aku belum mengantuk. Yang pasti, sih, tentukan saja prioritas, mana yang lebih penting dan lebih dulu harus dikerjakan. Selain itu, aku juga berusaha tidak menunda-nunda. Karena kalau ditunda, biasanya lupa! Hehehe!

6 comments:

  1. Walau ga sempat komen, aku sudah cukup bahagia dikunjungi olehmu, Mak Sary sayang. Sayangnya aku belum melihat jempolmu di link-ku deh. Hehe.

    Becanda kok, Mak, kapan sempat saja yaaaa, jangan dipaksa. Top priority is a must.

    Semoga sehat selalu yaaa. :)

    ReplyDelete
  2. Btw, aku baru sadar kalau mau komen di sini, nggak ada fasiltas yang Name/Url :)

    Aku paling sering berdamai dengan waktu, bahkan jadi kebablasan karena sering lupa tugas:D

    ReplyDelete
  3. @Alaika Abdullah:

    Ah, Mamak, maafkan aku kalau belum sempat mampir ke blogmu, ya. *saat ini tak bisa menjanjikan apapun :)*

    ReplyDelete
  4. @Indah Juli:

    meminimalisir komentar anonim, mbak :D

    lupa tugas? haghaghag *gaya makpuh*

    ReplyDelete
  5. Salut banget sama mbak deh! Mbak juga salah satu inspirasiku klo semangatku down, ketika bandingin diri sendiri sama teman2ku yang bekerja dan gak perlu ngurusin rumah dan anak. Tapi mbak Sary bisa kok, dan aku jadi gak merasa sendiri :)

    ReplyDelete
  6. @Mayya:

    Kalau situasinya sedang sulit, biasanya aku tidak terlalu keras pada diri sendiri, tidak memasang target. Dibawa santai dan nyaman aja. Yang penting perasaannya harus enak dan nyaman, jd mengerjakan apapun tetap enjoy.

    Semangat, dear! :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)