Dicintai Kamu

Malam kesekian tanpa kamu di dekatku. Jam di layar henpon sudah menunjukkan angka 23:23, tapi aku belum juga bisa tidur. Kupandang satu persatu wajah kurcaci-kurcaci kecil kita, lalu kembali memandangmu, fotomu lebih tepatnya, yang sejak dua hari lalu kujadikan wallpaper henponku. Karena aku sedang amat merindukanmu.

Aku menatap fotomu dalam-dalam. Berharap dengan cara itu, gelombang rasa itu sampai ke kalbumu, yang sedang ada beribu-ribu kilometer jauhnya dari aku. Mataku memanas. Kubiarkan cairan hangat mengalir dari sudut-sudutnya. Aku sedang ingin menangis, karena terlalu merindukanmu. 

Udah tidur, ya?

Berharap kamu belum tidur atau terbangun, kemudian membalas SMS-ku, menemaniku mengobrol di malam yang semakin sepi. Meskipun hanya lewat barisan kata di layar henpon kita masing-masing. Semoga, itu cukup untuk mengobati rindu.

Baru mw, abis kerja. Knp? 

Singkat. Tidak ada kata-kata mesra. Tipikalnya kamu.

Gpp. Sepi aja....

Aku berusaha menelan pahit dan sesak di dada yang tiba-tiba kurasakan. Salah, bila aku mengharapkan kata-kata manis darimu. Meskipun aku sudah sangat mengenalmu, tapi tadi, aku sempat berharap, kamu merasakan yang aku rasakan, dan membalas pesanku dengan kalimat yang sedikit manis. Meskipun aku juga tak bisa menjelaskan kalimat manis seperti apa yang aku harapkan darimu. Kamu adalah kamu. Dan aku mencintaimu karena itu.

Ya namanya juga udah malem....

Begitu saja jawabanmu. Aku menghela nafasku, menghibur diriku sendiri, tentang aku yang terlalu sensitif belakangan ini. Bukankah kamu memang begitu? Memangnya jawaban seperti apa yang aku harapkan dari kamu.

Aku tidak membalas pesanmu, karena tidak ingin semakin hanyut dalam harap yang tak kumengerti. Lebih baik menatap fotomu lebih dalam. Berharap gelombang rasaku menemui kamu di sana.

Setiap kali rindu menyergap seperti ini, aku selalu mengingat-ingat caramu menyemai cinta di antara kita. Aku, kamu, kita, dan para kurcaci. Ah ya, kurcaci. Setiap hari mereka selalu menanyakan kapan kamu pulang. Padahal mereka sudah tau jadwal pulangmu. Mereka juga seperti aku, merindukanmu. 

Kamu memang tidak romantis. Kamu tidak pernah menghamburkan kata-kata untuk merayu atau menyenangkan hatiku. Kadang-kadang, kamu malah terlalu tegas menyampaikan realita hidup yang sedang kita hadapi ketika aku sedang berada di titik terendah.

Tapi kamu menghiburku dengan mengurusi kurcaci-kurcaci kecil kita, memasak untukku, mengambil alih pekerjaanku, dan membiarkan aku melakukan sesuatu yang kusukai sampai aku tenang lagi. Kamu memarahiku kalau aku mengeluh. Kamu tidak menghapus air mataku ketika aku menangis. Kamu memaksaku menyelesaikan semua ganjalanku, sampai aku bisa tertawa dan berbahagia lagi.

Cairan hangat masih terus mengalir dari sudut mataku. Aku bertahan, tidak membalas pesanmu, meski hanya dengan karakter singkat seperti " :'( ", hanya untuk memberitahumu kalau aku sedang menangis (dan berharap dihibur olehmu). Karena aku tau, kamu pasti akan mengomel, karena aku sudah membuatmu jadi kepikiran dan mengkhawatirkan aku.

I love you

Cairan di sudut mataku kian deras. Apakah kamu menerima gelombang perasaan yang kukirim saat menatap fotomu tadi? Sudah berapa lama aku tidak menerima pesan 3 kata darimu? Terlalu lama! 

I love you, too

Kututup malamku dengan membalas pesan cintamu. Pesan cinta? Diam-diam aku tertawa. Kamu, dengan caramu, selalu membuatku bersyukur dan beruntung bisa merasakan indahnya dicintai dan bahagia mencintai. Sudut di mataku sudah kering. Sesak di dada tidak lagi terasa. Saatnya tidur, dan esok, hari baru untuk rasa yang baru, menyemai cinta yang baru. Selamat tidur, Kamu!


31 comments:

  1. @Helda Fera Puspita:

    Ihix, jadi malu :p Emang lagi kangen nih, Mak :p

    ReplyDelete
  2. Banyak type laki-laki ya Mak. Paket hemat dengan kata-kata romantis. Awal menikah kita tahu ia memang terlahir dengan spesies demikian. Dalam perjalanan waktu mungkin kita perempuan berubah jadi makhluk melow. Ho ho ingin dibelai dengan kata-kata. Perlu belajar memang merasakan cinta adalah tindakan. Ia mengajari kuat dalam hidup, itu cinta yang tak terkatakan. Jadi banyak gini... Mendadak ingin menulis pada blog.

    ReplyDelete
  3. ugh... Rasa rindu adalah rasa bahagia yang menyakitkan.... , bahagia tapi hati senat senut.... ;)

    Sukses buat GAnya ya mak.... :)

    ReplyDelete
  4. @37 Mw:

    Hihihi, ayo tulis, Mak, dan ikutan GA-nya :)

    ReplyDelete
  5. @Nova Violita:

    Ugh, benar sekali :D
    Makasih, Mak. Yuk, ikutan juga :)

    ReplyDelete
  6. Engkau tidak sendiri Mak, suamiku juga irit berkata manis tapi mereka punya cara untuk menyemai cinta mereka ya Mak.

    Semoga Keluargamu selalu dilindungi Tuhan ya Mak.

    ReplyDelete
  7. Oh gitu ya para emak kalau lagi kangen, memandang dalam2 photo org yg dicintainya..

    semoga skses ya mbak Sary..

    ReplyDelete
  8. hehehe..typicalnya sama ma suamiku, udah sms panjang2 jawabannya cuma 2 huruf : ya atau ok..irit bener... :D sukses bwt GA nya mba..

    ReplyDelete
  9. Rasanya saya bisa memahami tuh perasaan mak Sary. Kangen, pengen quality time walau sekedar lewat sms atau telpon.

    Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
  10. Rasanya saya bisa memahami tuh perasaan mak Sary. Kangen, pengen quality time walau sekedar lewat sms atau telpon.

    Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
  11. Ya, ampuun, mak Sary, ceritanya menyentuh banget, men-dayu-dayu, puitis, romantis, melankolis dan apa lagi ya. Keren lho, bikin cerpen donk. Ini kalo bunda jurinya, pasti menang nih. Keren lho. Belum belum bisa bikin nih. Masih mikir.

    ReplyDelete
  12. @Hana Sugiharti:

    Aamiin, terima kasih, Mak Hana sayang. Semoga keluargamu pun selalu dlm lindungan dan berkah Allah.

    ReplyDelete
  13. @Insan Robbani:

    Hehehe, salah satu cara kalo udah kepepet rindu ya, begitu, Mas :D

    ReplyDelete
  14. @Juluastri SN:

    heuheuheu! suka gemes gak, mak? :p

    ReplyDelete
  15. @Niken Kusumowardhani:

    Ah, yang punya hajatan sudah mampir. Semoga dapet powerbank #eeeh :))) Terima kasih, Mbak, sudah membuat GA dengan tema yang seru ^_^

    ReplyDelete
  16. @Yati Rachmat:

    Xixixi! Namanya juga perasaan yang dituliskan, Bunda. Jadi agak-agak lebay, gitu :))) Aslinya sih, aku pun gak suka bicara melankolis atau merayu-rayu gitu :D

    ReplyDelete
  17. mba..yg ini daleeem pake banget. kerasa lho klo nulisnya beneran dari hati ;)

    ReplyDelete
  18. ikutan senyum2 sendiri deh dibuatnya, sebatas sms dan gag romantis bukan berarti cowok gag sayang yaa mbak :D

    aahh keren, so suitt :D

    ReplyDelete
  19. @edapoenya:

    pengalaman pribadi.... #uhuks :D

    ReplyDelete
  20. @PakLek Aris:

    iya dong, paklek. kasmaran itu bumbu cinta, walaupun anak udah lima :)))

    ReplyDelete
  21. @Niar Ci Luk Baa:

    kalo cowok Niar gimana? #eeeh salah, ya? :)))

    ReplyDelete
  22. @Ina Rakhmawati:

    makasih, mak :) *blushing*

    ReplyDelete
  23. Cinta...oh cinta, meski pipi kian hangat dengan tetes air mata, cinta tak akan pernah habis. Suka dengan postingan ini

    ReplyDelete
  24. @Mira Sahid:

    Makasih, Mamak! ^_^

    ReplyDelete
  25. menurutku, kadang lelaki itu seperti itu. bukan karena mereka gak lagi sayang, tapi mungkin karena mereka gak tahu harus bagaimana mengungkapkan dengan kata-kata, kebanyakan mereka merasakan, tapi sulit mengungkapkannya dengan rangkaian kata, apa lagi harus menuliskannya. pria dan wanita itu beda... :)

    ReplyDelete
  26. menunjukkan rasa sayang dengan cara yang berbeda ya mbak

    ReplyDelete
  27. Uuhh.. jadi ikut larut dan merasakan kerinduan pada org yg kita sayangi dan cintai

    ReplyDelete
  28. @Santi Dewi:

    Lagi kangen sama siapa, Mak? :)

    ReplyDelete
  29. kok mirip banget dengan suamiku mba :D...irit kata tapi selalu punya cara untuk bilang and act beyond I love you :D...kayaknya mungkin untuk model yang rame kayak aku jodoh yang pas yang begini yaaa :D...well, sepanjang we both enjoy and deeply in love, why not :D>..

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)