Teknologi Bantu Wujudkan Passionku

Dulu, waktu aku melepaskan kesempatan untuk bekerja di sebuah stasiun televisi swasta, dengan alasan ingin fokus setelah menikah hanya mengurus anak dan keluarga, beberapa orang menyayangkan keputusanku. Mereka bilang, kesempatan itu tidak datang dua kali. Kapan lagi bisa dapat pekerjaan kalo sudah sibuk dengan anak, begitu alasan mereka. 

Selama bertahun-tahun kemudian, aku memang tidak bekerja. Waktuku habis untuk mengurusi anak-anakku saja. Ketika satu persatu teman-teman kuliahku di jurusan broadcasting dulu menapaki karir mereka dan posisinya semakin tinggi, aku masih tetap sama, dari pagi hingga malam tak beranjak dari urusan rumah tangga. Ketika teman-temanku kumpul-kumpul janjian di satu cafe ke cafe yang lain, aku memeluk anak-anakku di dalam kamar mereka yang hangat. Kemudian satu persatu teman-temanku mulai melupakanku. Tidak ada lagi telepon, undangan makan malam, atau undangan pernikahan yang aku terima. Kabar mereka hanya bisa aku lihat lewat foto-foto reuni di social media dan status-status terbaru mereka, tanpa ada lagi interaksi dan komunikasi langsung. 

Aku bukan orang yang suka mempersoalkan, bahwa ibu rumah tangga lebih mulia dari pada ibu karir. Atau sebaliknya, ibu karir lebih hebat dari ibu rumah tangga. Pada dasarnya, hidup adalah pilihan, dan setiap orang berhak memilih dan menentukan seperti apa mereka akan menjalani hidupnya. Jadi aku bahagia dengan pilihanku dan menghargai pilihan berbeda yang diambil teman-temanku. 

Meskipun banyak menghabiskan waktu di rumah, dan "kehilangan" banyak teman, aku tidak merasa kesepian. Ada anak-anak yang menyita hampir semua perhatian dan waktuku, dan ada internet yang menemani waktu luangku. 

Ketika anak-anak semakin besar dan tidak terlalu butuh aku terus-terusan di dekat mereka, mulai timbul keinginan untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu, uang atau karya. Pokoknya melakukan sesuatu yang kusukai. 

Aku suka membaca dan menulis sejak dulu. Ketika mengenal internet, aku seperti menemukan dunia luas tanpa batas yang menjawab semua kehausanku akan pengetahuan dan teman-teman baru. Aku pun semakin mengenali hidden passion-ku untuk menulis. 

Aku menulis di blog. Awalnya tetap kusimpan untuk diriku sendiri. Lama-kelamaan, ketika percaya diriku semakin besar, aku berani membuka diri. Menjalin silaturahmi lagi dengan dunia luar selain anak-anak dan keluargaku. Ngeblog membuatku memiliki teman-teman baru dari segala penjuru ruang waktu. Pertemanan itu terjalin hanya melalui tulisan-tulisan di blog. Semakin banyak teman, semakin banyak informasi yang kudapat, semakin besar hasrat untuk belajar hal-hal baru dan menuliskannya di blogku. 

Lambat laun internet semakin menjadi kebutuhan utama untukku. Rasanya tidak lengkap kalau aku tidak mengunjungi dunia maya sehari saja. Aku juga semakin intens ngeblog, apalagi setelah aku aktif dan menjadi admin Kumpulan Emak Blogger (KEB), komunitas blogger perempuan Indonesia. 

Alasanku ngeblog sebenarnya sederhana saja. Aku senang menulis. Lewat menulis, aku bisa "berbicara" tentang apa saja. Tidak ada target tertentu ketika aku menulis di blog. Ketika banyak teman yang memanfaatkan blognya untuk mendapatkan penghasilan, aku juga tidak langsung ikut-ikutan. Meskipun ada hasrat yang meletup-letup, ada suara di kepalaku yang bilang kalau aku juga bisa mendapatkan uang dengan menulis, aku tidak terlalu memikirkannya. Pun ketika aku beberapa kali menang lomba menulis dan ngeblog, aku juga santai saja. Tidak lantas berpikir, blog bisa menjadi ladang uang untukku. Hanya saja, aku mulai serius belajar menulis, meningkatkan kualitas tulisanku, supaya tidak asal-asalan dan fokus. 

Kuakui, hidden passion-ku dalam menulis memang mulai meningkat, mulai ada rencana-rencana yang berkaitan dengan tulis-menulis. Tapi tidak untuk blog. Blog untukku cukup sebagai sarana berbagi dan sharing bersama teman-teman. 

Suatu hari, aku mendapatkan telepon dari sebuah agency, mengatakan kalau mereka tertarik dengan gaya tulisanku di blog, dan meminangku untuk menjadi content writer di website milik sebuah perusahaan multinasional. Wow! Sungguh tawaran yang tidak terduga. Butuh waktu agak lama untukku menerima tawaran mereka. Pertimbangan utamaku tetap anak-anak dan keluarga. Apakah aku sanggup bekerja dengan deadline yang ketat, sementara aku sudah mendedikasikan seluruh waktuku untuk anak-anak dan keluarga. 

Aku beruntung memiliki suami yang sangat pengertian. Diam-diam dia memahami gejolakku untuk eksis dan menjadi diriku sendiri. Dia mengerti betul, meskipun aku bahagia dengan pilihanku, tapi tetap saja aku butuh ruang untuk berkarya. Sebagai bentuk dukungannya kepadaku, dia membelikan aku perangkat teknologi seperti ponsel dan laptop baru. Dia juga memastikan aku selalu bisa mengakses internet sepanjang waktu. 

Apalagi setelah itu, alhamdulillah, makin banyak tawaran menulis, baik untuk content website maupun tulisan pesanan di blog. Hasilnya lebih dari lumayan. Bahkan pernah aku mendapat tawaran menulis yang nilainya 2 kali gaji suamiku sebulan. Yang membuatku senang adalah, aku tidak membutuhkan waktu panjang untuk mengerjakan tugas-tugasku, karena biasanya jangka waktu kontrak menulis tidak lama. Hanya saja, aku butuh perangkat teknologi atau gadget yang multifungsi dan bisa dibawa ke mana-mana dalam kondisi apapun.

Bayangkan saja, sambil menyusui anakku yang baru berusia 2 bulan, aku kadang menulis draft tulisan untuk klien di ponselku. Kalau malam-malam menyusui, supaya tidak mengantuk, aku bermain game atau browsing internet, mencari bahan untuk tulisan, atau ngeblog. Selain itu, namanya juga kerja pakai deadline, kadang-kadang lagi belanja atau senang-senang di luar rumah, aku harus segera mengerjakan tugasku atau harus segera menjawab email yang masuk. Ditambah lagi komitmenku sebagai admin KEB, membuatku harus selalu update perkembangan di group KEB. KEB juga semakin dikenal dan banyak mendapat tawaran kerjasama dari banyak pihak. Mau tidak mau aku memang butuh gadget yang “segala bisa”. Bisa akses internet dengan cepat, bisa dibawa ke mana pun aku pergi (mobile), mudah dipegang dan digunakan dan kaya aplikasi. Ibaratnya gadgetku itu harus seperti kantong Doraemon. Dan terbukti teknologi membuatku bisa mewujudkan passion-ku, yaitu menulis, mendapatkan penghasilan sendiri, tapi aku tetap berada di rumah, di samping anak-anakku, bersama keluargaku.

Sekarang, banyak sekali pilihan gadget, seperti ponsel, notebook, yang menawarkan mobilitas dan kinerja tinggi., entah itu untuk menunjang pekerjaan, atau hanya sekadar digunakan untuk bersenang-senang seperti main game, browsing internet, mendengarkan musik, bahkan nge-mix lagu seperti DJ profesional. 

Ngomong-ngomong soal DJ, aku jadi teringat kisah Vernon, seorang asisten DJ terkenal, Tiesto, yang memanfaatkan teknologi untuk menunjang pekerjaan dan melakukan hidden passion-nya, nge-mix lagu di waktu-waktu senggangnya. Pilihan Vernon adalah ultrabook hybrid terbaru keluaran Acer, Aspire P3. Dengan Aspire P3, Vernon me-manage penjualan tiket pertunjukan DJ Tiesto, melakukan video chat dengan floor director di lokasi pertunjukan, dan memastikan panggung pertunjukan nantinya terlihat spektakuler. Tapi tidak hanya itu, Vernon juga menggunakan Aspire P3-nya untuk bersenang-senang, mulai dari sekadar untuk meyakinkan petugas keamanan bahwa dia asisten DJ Vernon, dengan menunjukkan fotonya bersama sang DJ, sampai melakukan sesuatu yang dia sukai, yaitu nge-mix lagu. Vernon memang punya mimpi menjadi seorang DJ dan tampil di hadapan ribuan penggemar di atas panggung yang megah. Sayangnya, kesukaannya nge-mix lagu dan bergaya ala DJ itu sering dilecehkan oleh orang-orang di sekitarnya. Siapa sangka, pada suatu kesempatan DJ Tiesto sedang tampil, ada kendala, sehingga Vernon berinisiatif menggunakan aplikasi virtual DJ di Aspire P3-nya, dan mengambil alih panggung. Impiannya terkabul, menjadi DJ dan tampil di hadapan ribuan penonton, di atas panggung bersama DJ superstar Tiesto. Dan itu semua berkat dari teknologi ultrabook hybrid Aspire P3.


Vernon dan juga aku adalah contoh orang yang bisa mewujudkan hidden passio-nya dengan bantuan teknologi. Ketika, sepertinya, sudah tidak ada kesempatan untuk kami, tapi tetap yakin dan terus melakukan passion kami, peluang itu datang. Jadi, ya, kita sebaiknya jangan menyerah dengan mimpi. Kesempatan itu datang berkali-kali, tidak hanya sekali, selama kita bisa menangkap peluang untuk mewujudkannya. Dan untuk mewujudkan hidden passion dan mimpi, kita bisa menggunakan media apapun, termasuk teknologi.

33 comments

  1. Wow.... mak Sari hebat. Asyik juga ya tetep di rumah tapi bisa melanjutkan passion daaan....... menghasilkan karya sekaligus uang.

    ReplyDelete
  2. Tulisan Mak Sari ini entah bagaimana--menyentuh :-)

    ReplyDelete
  3. @Titi Esti:

    Alhamdulillah, Mak. Selama waktu untuk anak-anak dan keluarga tidak terganggu, tidak ada salahnya tetap melakukan passion, kan? :)

    ReplyDelete
  4. @Leyla Hana Menulis:

    Aamiin, alhamdulillah. Terima kasih sudah mampir dan membaca, Mak :)

    ReplyDelete
  5. "Ketika satu persatu teman-teman kuliahku dulu menapaki karir mereka dan posisinya semakin tinggi, aku masih tetap sama, dari pagi hingga malam tak beranjak dari urusan rumah tangga." hehehe, samaa

    ReplyDelete
  6. Mak Sary, tulisannya buat saya ingin belajar lagi dan lagi.
    Saya baru 21 tahun harus bisa lebih dari Mak Say.

    ReplyDelete
  7. Mak, terima kasih untuk inspirasi ini. Mimpiku semakin meletup-letup untuk segera diwujudkan. Menulis, bekerja dari rumah atau dari manapun juga tanpa terikat office base, menjadi istri dan ibu yang baik dan bertanggung jawab, dan tentunya tetap bisa menghasilkan walau tak lagi bekerja dg sistem office based.

    Mimpi inilah yang sedang aku gapai, tak mudah memang, tapi tentu butuh pengorbanan kan untuk mewujudkan sebuah impian. :)

    Trims untuk sharingnya ya, Mak. :)

    ReplyDelete
  8. Salam kenal Mak. Tulisannya bagus sekali, sangat memotivasi saya:), trims.

    ReplyDelete
  9. inspiratif sekali.
    iya mak, kalo di rumah ya berkaryanya via onlen, kaya via blog gitu.
    salam kenal ya mak

    akuratu.blogspot.com

    ReplyDelete
  10. @Eti Handayaningsih:

    Tos, Mak! :D

    ReplyDelete
  11. @Ika Hardiyan Aksari:

    Semangat, Mak! Tidak ada batasan usia untuk belajar :)

    ReplyDelete
  12. @Alaika Abdullah:

    Alhamdulillah, peluk Mbak Al. Semoga semua yang sedang Mbak upayakan, berjalan lancar, ya :)

    ReplyDelete
  13. @Khalida Fitri:

    Terima kasih. Salam kenal kembali, ya :)

    ReplyDelete
  14. @Ratu Sya:

    Iya, selalu ada peluang koq. Terima kasih, ya. Salam kenal kembali :)

    ReplyDelete
  15. gutlak mak...bagus tulisane

    setujuuuuuuuuuuh tidak usah mempermasalahkan ibu berkarier atau ibu rumah tangga :)

    aku males juga kalo ada yang suka nyinyir nyindir gitu *eh curhat

    ReplyDelete
  16. emak keren... menginspirasi sekali. salam kenal. dulu ikut KEB, yang langsung approve itu makmin sari. cepat sekali , ramah dan baik. masih saya ingat selalu... thanks a lot. :)

    ReplyDelete
  17. Sharing yang sangat menginspirasi. Salam kenal ya mak :)

    ReplyDelete
  18. Sukaa banget sama tulisan ini. Aku ibu bekerja, dan hampir gk bisa lepas dr internet. Dan ngomong2 soal impian, pas betul sama update blogku hari ini, soal impian besar anakku.. heuheu keep dreaming!

    ReplyDelete
  19. makasih untuka artikel hebat ini :) saya juga lebih cenderung memilih ngeblog karena passion sy di situ :D

    http://chemistrahmah.com

    ReplyDelete
  20. Wow salut mak. Bisa tetap eksis dan semangat ngeblog dan menulis, sembari tetap melaksanakan tugas sebagai IRT.

    Saya juga ikutan lomba ini. Moga menang ya mak :)

    ReplyDelete
  21. Wah mbak... aku jadi terinspirasi setelah baca tulisan di atas... semoga aku juga bisa "naik tingkat" dalam kegiatan menulisku ini, maksudku tidak sekedar nulis di blog aja.
    Gudlak utk kontesnya ya Mbak... :)

    ReplyDelete
  22. @Suria Riza:

    Kalo ada yang nyinyir nyindir, geol-geol aja :D

    ReplyDelete
  23. @lisojung chan :

    terima kasih kembali, mak. nice to know you, too :)

    ReplyDelete
  24. @Indriyanti:

    Terima kasih. Salam kenal juga, ya :)

    ReplyDelete
  25. @noestyle:

    Terima kasih. Nanti aku mampir, ya :)

    ReplyDelete
  26. @Rahmah 'Suka Nulis' Chemist :

    Terima kasih kembali, Mak :) Ngeblog is fun, ya? :)

    ReplyDelete
  27. @Mugniar Marakarma :

    Terima kasih, Mak! Semoga menang juga, ya :)

    ReplyDelete
  28. @Reni:

    Alhamdulillah, sukses juga untuk Mak Reni, ya :)

    ReplyDelete
  29. Mulai ngefans dengan tulisan Emak satu ini saat mulai mengenal KEB dulu. Sukses selalu untuk mu ya Mak

    ReplyDelete
  30. @Hana Sugiharti:

    Wow, aku punya fans. Berasa seleb xixixi. Makasih ya, Mak. Muaah :D

    ReplyDelete
  31. @Maydina Safitri:

    Alhamdulillah. Makasih, Mak :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)