Lemon, Buah Asam Sejuta Manfaat

Rumah masa kecilku di Cipanas, Puncak, adalah surga pohon buah-buahan. Aneka pohon buah pernah tumbuh di sana. You named it. Alpukat, mangga, jambu batu, jambu air, sirsak, pepaya, nangka, pisang, nanas, duren, jeruk bali, belimbing, delima, stroberi, ada juga pohon petai cina, tebu, singkong, ubi, dan aneka tumbuhan apotek hidup. Ibu dan almarhum bapak memang senang menanami halaman rumah yang luas dengan pohon buah dan tanaman yang bermanfaat. Kata Bapak, pohon buah itu menguntungkan. Selain membuat halaman rumah jadi teduh dan hijau, pohon-pohon itu juga menghasilkan buah-buahan yang dapat dikonsumsi dan baik untuk kesehatan. Hanya ada satu pohon yang Bapak tidak pernah mau menanamnya, yaitu pohon rambutan. Aku pikir alasannya bukan karena ulat, karena dulu, pohon alpukat di depan rumah, kalau sedang berulat pun, mengerikan! --__--

Dulu, kalau sedang panen, dan hasilnya melimpah, aku suka menjual buah-buahan itu di depan rumah. Biasanya laris manis diborong tetangga. Tapi Bapak juga sering membagikan buah-buahan sampai berkarung-karung ketetangga dan kerabat di dekat rumah. Halaman rumah masa kecilku itu sepertinya memang gembur sekali. Jadi, tumbuhan apapun yang ditanam di situ, tumbuh dengan baik.

Ketika Bapak mulai sakit-sakitan, beberapa pohon buah ditebang karena sudah tidak sanggup lagi mengurusnya, terutama menyapu halaman yang kotor oleh dedaunan yang gugur. Maklumlah, Bapak dan Ibu hanya tinggal berdua, jadi semua pekerjaan mereka lakukan berdua. Halaman rumah memang jadi agak kosong dan tidak seteduh dulu. 

Setelah Bapak meninggal, Ibu mulai rajin menanam lagi untuk mengisi waktu dan mengobati sepinya. Ibu tinggal sendiri waktu itu. Jadi dari pada bengong dan mikirin Bapak, katanya, lebih baik menyibukkan diri di halaman. Beberapa pohon baru mulai tumbuh di halaman rumah. Anak-anakku, seperti halnya aku dulu, jadi tetap bisa merasakan enaknya buah-buahan hasi panen di rumah Nenek.

Banyaknya pohon buah dan suasana yang teduh dan nyaman, memang jadi alasan yang membuat aku, anak-anak, dan suami, senang sekali menghabiskan waktu di rumah Ibu. Kalau sudah sampai sana, rasanya malas sekali untuk pulang :)

Lebaran kemarin, seperti biasa, kami mudik ke Cipanas. Ternyata, di sana lagi panen jeruk. Ada beberapa pohon jeruk yang sedang panen, salah satunya adalah pohon jeruk lemon. Lucunya, Ibu sama sekali tidak tau kalau ada pohon jeruk lemon di halaman rumahnya. Bahkan, Ibu juga tidak tau namanya. Kata Ibu, beliau sudah berencana mau menebang pohon itu karena tidak tau jenis dan manfaatnya. Hahaha! Ibu terkejut waktu kubilang jeruk lemon sekarang sedang naik daun karena menjadi buah yang banyak dicari oleh praktisi food combining. Selain itu, harganya juga cukup mahal. Aku meminta ibu supaya tidak jadi menebang pohon lemon itu, apalagi karena ukuran buahnya termasuk jumbo.



Sitrun (Lemon)

Sitrun, jeruk sitrun (dari bahasa Belanda, citroen), atau lemon adalah sejenis jeruk yang buahnya biasa dipakai sebagai penyedap dan penyegar dalam banyak seni boga dunia.

Pohon berukuran sedang ini (dapat mencapai 6 m) tumbuh di daerah beriklim tropis dan sub-tropis serta tidak tahan akan cuaca dingin. Sitrun dibudidayakan di Spanyol, Portugal, Argentina, Brasil, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya di sekitar Laut Tengah. Tumbuhan ini cocok untuk daerah beriklim kering dengan musim dingin yang relatif hangat. Suhu ideal untuk sitrun agar dapat tumbuh dengan baik adalah antara 15-30 °C (60-85 °F).

Dikutip dari: Wikipedia bahasa Indonesia - Sitrun

Lemon, buah dengan bentuk oval dan memiliki tonjolan di kedua ujungnya adalah buah yang punya banyak manfaat dan memiliki kandungan vitamin c yang tinggi. Meskipun rasanya asam, lemon sangat aman untuk perut, bahkan dikonsumsi saat perut kosong sekalipun. Sifat basa lemon bermanfaat untuk menetralkan asam lambung. Jadi kalau Anda sedang diet, jangan sampai tertukar antara lemon dan jeruk nipis, apalagi menggantinya karena harga jeruk nipis yang lebih murah. Rasa asam jeruk nipis bisa jadi malah membuat Anda sakit perut dan program diet jadi berantakan.

Lemon memang kaya nutrisi dan banyak manfaatnya. Selain dikonsumsi dan penambah cita rasa makanan, lemon juga dapat digunakan untuk:
  • Masker wajah. iris lemon dan gosokkan di wajah Anda. Bisa ditambah dengan beberapa tetes madu. Sifat anti bakteri dan anti jamur pada lemon berkhasiat untuk menyembuhan jerawat dan menghilangkan komedo.
  • Campuran jus lemon dan baking soda dapat digunakan untuk memutihkan gigi.
  • Mencegah kulit berminyak. Bersihkan wajah menggunakan kapas yang sudah ditetesi air jeruk lemon sebelum tidur.
  • Perasan jeruk lemon dan kondisioner dapat membantu mencerahkan rambut Anda.
  • Lemon dan minyak zaitun dapat digunakan untuk menguatkan dan memutihkan kuku.
  • Lemon dengan minyak kelapa, minyak zaitun, dan madu mentah bagus untuk perawatan kulit kepala dan ketombe.
  • Perawatan bibir pecah-pecah.
  • Melembabkan kulit dan menghilangkan kotoran serta bakteri. Campur dengan yogurt dan minyak esensial seperti lavender atau chamomile, lalu gunakan untuk memijat tubuh Anda.
  • Kulit lemon bisa digunakan untuk menghilangkan karat pada perangkat rumah tangga yang terbuat dari tembaga dan krom. Selain menghilangkan noda di kulit, lemon juga bisa digunakan untuk menghilangkan noda diperalatan dapur seperti talenan, teko, kompor, wastafel, dan lain-lain.

Nah, banyak sekali ternyata manfaat si buah lemon ini. Beruntung sekali panen lemon di rumah Ibu bertepatan dengan saat aku mudik ke sana. Pas pulang kembali ke Depok, bawa satu deh si lemon ukuran jumbo itu. Rencananya, bijinya mau kutanam di halaman rumahku. Semoga bisa tumbuh dan kelak hasilnya juga jumbo seperti buah lemon di halaman rumah ibu.


14 comments

  1. Senangnya memiliki rumah yg banyak pohon buahnya. Saya baru melihat ada tanaman buah lemon :)

    ReplyDelete
  2. wow, ini pohon jeruk pernah ad d kompleks tp krn asam dpotong sm yg punya rumah, br tw kalo manfaatx banyak :D

    ReplyDelete
  3. @Santi Dewi:

    Aku juga baru pertama kali lihat pohonnya, Mak. Selama ini cuma beli buahnya aja di supermarket :D

    ReplyDelete
  4. @yunarty itu aty_bidam :

    Buah mahal ituuuu, Maaak :)))

    ReplyDelete
  5. salam kenal dari
    gatotwicaksono.com :D

    ReplyDelete
  6. @Gatot Wicaksono:

    Salam kenal kembali dari Saryahd.com :)

    ReplyDelete
  7. Hihihi.. jadi inget waktu kecil di kampung, kerjaannya ngendap-ngendap di pekarangan orang buat nyuri lemon trus bikin minuman peres-peres gitu.. #ups ketauan! :D
    Oya mak, kasih form koment untuk yang mau leave koment pake domain pribadi dong :(

    ReplyDelete
  8. @Nurul Noe:

    xixixi aku puun dulu suka nyolong tebu di halaman belakang, mak [-(

    aih yang baru ganti dot com hehehehe...

    ReplyDelete
  9. Ternyata banyak juga manfaat dari lemon. terimakasih atas infonya, salam kenal aja bu

    ReplyDelete
  10. Info nya menarik sekali mbak Sary.....:)
    Aslii...saya mungkin sama dgn ibu, baru tahu yang nama nya jeruk lemon itu seperti itu....hehehe

    Sukses GA nya nggih mbak...^_^

    ReplyDelete
  11. @ummi fathin :

    hehehe memang kurang familiar jeruk lemon di sini, mak :)

    terima kasih supportnya, ya :)

    ReplyDelete
  12. waaaah, harusnya lemon ya mak :(
    ibuku pakenya jeruk nipis ik buat diet, soalnya di daerah kami masih ndeso mak, jadi gak ada ntu buah lemon di pasar hiks hiks hiks

    ReplyDelete
  13. @nyonyahm :

    Katanya begitu, Mak. Karena kalau lemon, asamnya justru bagus untuk lambung. Beda dengan jeruk nipis :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)