Bersatu Tanpa Sengketa

Seperti api dalam sekam. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan hubungan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang terlibat sengketa perbatasan dan perebutan pulau. Dari luar, hubungan antar negara terlihat baik dan hangat. Tapi sebenarnya mereka memiliki masalah, yang jika dibiarkan dan memburuk, bisa menyebabkan kehancuran yang besar dan mempengaruhi situasi di sekitarnya.

Negara ASEAN yang terlibat sengketa diantaranya adalah Singapura dan Malaysia. Sejak tahun 1979, Singapura terlibat sengketa perbatasan wilayah dengan Malaysia di sebelah timur pintu masuk ke Selat Singapura, yaitu Pulau Batu Puteh (Pedra Branca), (Batuan Tengah) Middle Rocks dan Karang Selatan (South Ledge).

Pada tahun 2008, Mahkamah Internasional (ICJ) sudah memutuskan  Pulau Batu Puteh menjadi milik Singapura, dan Middle Rocks (Batuan Tengah) menjadi milik Malaysia. Meskipun mengaku kecewa, PM Malaysia pada waktu itu menyatakan menerima keputusan tersebut. Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Pulau Batu Puteh menjadi milik Malaysia, karena selama 130 tahun Singapura mengoperasikan mercusuar Horsburgh di pulau tanpa mendapat protes dari negara tetangganya. 

Menuju Komunitas ASEAN 2015, masalah-masalah yang terjadi antar negara ASEAN, seperti sengketa wilayah ini harus segera dicari penyelesaiannya. Jangan sampai masalah itu mengendap, suatu hari meledak, dan mengakibatkan hancurnya hubungan diplomatik, dan bahkan menjalar ke urusan lain seperti kerjasama ekonomi, perdagangan, pertahanan dan keamanan wilayah ASEAN. Dua negara harus mempererat kerjasama di wilayah perbatasan. Kerjasama itu harus menguntungkan kedua negara, terutama warga yang tinggal di daerah perbatasan. Persahabatan seerat apapun, ketika masih ada masalah yang mengganjal, akan menghambat tercapainya tujuan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal.

1 comment

  1. singkat, padat namun mengena..selalu suka tulisan2nya Mak Sari ini. Sukses selalu... ^_^

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)