Jakarta, Tuan Rumah untuk ASEAN

sumber gambar

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama, atau yang akrab disapa Ahok, belum lama ini menyatakan bahwa dia menginginkan Markas ASEAN yang terletak di ibukota Indonesia ini, menjadi ikon baru Jakarta. Menurutnya, adanya markas ASEAN di Jakarta ini bukan hanya strategis dari sisi politis saja, tapi juga punya potensi bisnis dan wisata. 

Ada beberapa alasan mengapa markas besar ASEAN ditempatkan di Jakarta:
  • Jakarta dengan jumlah penduduk mencapai hampir 12 juta jiwa, memiliki kharisma dan daya tarik bagi orang asing untuk datang, bekerja, dan tinggal di Jakarta.
  • Posisi Jakarta sangat strategis. Dapat ditempuh hanya dengan waktu satu setengah jam dari Singapura, 6 jam dari Sydney, 7 jam dari Tokyo, 8 jam dari Beijing dan New Delhi . 
  • Indonesia masuk menjadi anggota G-20, negara yang memiliki perekonomian besar di dunia. Pada tahun 2010, pencapaian Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$700 miliar, dan membuat volume ekonomi Indonesia berhasil menjadi peringkat 16 terbesar di dunia. 
  • Jakarta sudah punya fasilitas yang lengkap untuk menjadi kota internasional dan menjadi tempat tinggal para ekspatriat.
Tentu saja pemilihan Jakarta sebagai penghubung antar negara-negara anggota ASEAN ini bisa mendatangkan banyak keuntungan untuk Indonesia. Seperti yang Ahok bilang tadi. Tidak hanya diuntungkan dari sisi politis, tapi juga dari sisi bisnis dan wisata.

Sisi politis
Dengan adanya markas ASEAN di Jakarta, dan Indonesia menjadi penghubung untuk semua negara-negara di kawasan ASEAN, akan berdampak positif bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif. Selain itu juga menjadi nilai tambah bagi banyak misi diplomatik pemerintah Indonesia

Sisi ekonomi
Banyak kota-kota di dunia yang menjadi contoh mencapai kesuksesan ekonomi setelah dijadikan pusat komunitas internasional. Misalnya, Belgia yang menjadi markas Uni Eropa. Atau New York yang menjadi markas PBB. Perekonomian Jakarta pun diharapkan akan semakin diuntungkan dengan adanya markas besar ASEAN dan menjadi pusat dari perdagangan bebas tahun 2015 nanti.

Sisi wisata
Dengan menjadi kota internasional, dan dilengkapi banyak fasilitas, Jakarta menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi, bahkan ditinggali oleh orang asing. 

Akan tetapi, kalau pemilihan Jakarta sebagai sentral ASEAN tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, peningkatan pelayanan perkotaan, dan penghijauan kota, maka akan banyak masalah yang dialami oleh Jakarta. Sekarang saja, masalah masih banyak terjadi di Jakarta. Banjir yang tidak pernah selesai, macet, pengangguran, dan masalah-masalah sosial lainnya. Masalah keamanan juga menjadi isu penting yang harus segera diperbaiki. Ini menjadi peer untuk pemerintah DKI Jakarta, pemerintah pusat , dan tentunya masyarakat Jakarta sendiri, untuk segera membereskan masalah-masalah itu tadi. Bayangkan semua orang datang ke Jakarta, maka mari kita jadikan Jakarta nyaman dan aman untuk setiap orang.


No comments

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)