Mata Bintitan Karena Suka Ngintip?

Pernah mengalami mata bintitan? Alhamdulillah, seingatku, aku belum pernah bintitan. Anak-anak juga belum pernah ada yang bintitan. Tapi ceritanya jadi lain waktu mata Maira bintitan, dan baru sembuh setelah hampir 2 bulan :(

Ada yang berpendapat, tepatnya kata mitos, bintitan disebabkan oleh kebiasaan mengintip. Tapiii, bintitan atau yang dalam istilah kedokteran disebut hordeolum, sebenarnya disebabkan oleh peradangan muara kelenjar di lapisan kelopak mata, atas maupun bawah, yang memproduksi cairan (air mata dan keringat). Bintitan muncul karena muara kelenjar tersumbat kotoran (debu, make up, dll), dan terjadi tanpa atau dengan adanya infeksi bakteri. Bintitan biasanya berupa benjolan kecil di pinggir kelopak mata, sering disertai gatal dan nyeri dan bisa membesar jadi seperti bisul.

Kira-kira seminggu sebelum Maira bintitan, bayi temanku mengalami bintitan juga. Waktu itu aku merasa kasihan melihatnya. Benjolan kecil berwarna merah tampak menggantung di kelopak atas matanya. Siapa sangka, gak lama kemudian Maira juga mengalami hal yang sama :( Kemungkinan penyebabnya debu, karena pada waktu itu hampir setiap hari Maira aku bawa antar jemput Moses sekolah. Dan dalam perjalanan, gak bisa menghindar dari debu dan kotoran di jalan, termasuk tangan-tangan yang gak tahan ciwelin pipi dan mukanya Maira :(

Awalnya, kelopak mata kiri Maira sembab dan merah seperti habis menangis. Karena kakak-kakaknya belum pernah ada yang bintitan, aku mengira digigit nyamuk. Lama-kelamaan, sembabnya mengecil dan menjadi benjolan kecil di pinggir kelopak atas matanya. Saat itu, baru aku sadar mata Maira bintitan. Gak punya pengalaman sama sekali soal mata bintitan, aku menghubungi temanku yang mata anaknya bintitan waktu itu. Apakah perlu dibawa ke dokter? Bagaimana pengobatannya? Tapi jawabannya standar saja. Katanya gak dibawa ke dokter dan gak diobati. Oke, berarti gak papa, begitu pikirku.


Lama-lama, benjolan itu makin membesar. Aku dan suami jadi khawatir, meskipun Maira tidak rewel atau mengucek-ucek matanya karena sakit atau gatal. Aku mulai cari informasi di internet tentang mata bintitan. Beberapa artikel yang aku baca malah bikin hati tambah ketar-ketir. Lantas aku mencoba pengobatan mandiri yang disarankan, mengompres dengan air hangat dan mengolesi benjolannya pakai bawang putih yang dihaluskan. Katanya mata bintitan yang tak kunjung sembuh, butuh pengobatan antibiotika. Bawang putih disarankan karena antibiotika alami. Sebisa mungkin aku memang menghindari pemberian obat kepada anak-anak.

Dua hari setelah diolesi bawang putih, keluar bintik putih di benjolannya, yang kemudian membesar dan menjadi gumpalan nanah. Haduh, tambah menciut hatiku karena benjolan berisi nanah itu sudah sebesar kacang hijau. Aku sama sekali tidak berani memegang apalagi memencetnya. Padahal gatel banget tanganku pengen mencetin dan ngeluarin nanahnya. Tapi takut infeksi, apalagi Maira masih bayi. Setelah dikompres air hangat, diolesi bawang putih, benjolannya mengecil lagi. Bolak-balik seperti itu. Membesar, mengecil. Akhirnya karena gak tahan, aku bawa juga Maira ke dokter.

Dokter anak Maira sudah berusia lanjut. Kakek-kakek, tepatnya, dan baik sekali. Beliau mengatakan, tidak perlu khawatir, karena benjolannya ada di luar mata. Bola mata Maira pun tetap bening, gak belekan. Kalau sampai nanahnya pecah, ada bulu mata yang akan menahan nanah masuk ke mata. Kemudian beliau memberi resep salep antibiotika khusus untuk mata.

Mendengar penjelasan dokter, aku jadi sedikit tenang, karena tidak ada infeksi yang melebar. Setelah rutin diolesi salep mata, bintitan Maira masih beberapa kali membesar. Dan puncaknya, benar-benar besar. Sebesar aku menahan keinginanku untuk mitesin bintitannya *_* Alhamdulillah, akhirnya sekarang bintitan di mata Maira sudah sembuh. Masih ada bekas lukanya sedikit, tapi sudah beneran kempes.

Sejak Maira bintitan itu, aku jadi sedikit protektif kalau membawanya antar jemput abangnya sekolah. Kututupin pakai kain sampai ke kepala dan mukanya. Selain menghindari debu di jalan, juga untuk mencegah tangan-tangan kotor dan berminyak menciweli Maira :( Saranku, kalau mengalami mata bintitan, sebaiknya segera ditangani, karena kalau sudah akut, selain bisa menimbulkan infeksi, bisa jadi harus dibedah untuk mengeluarkan penyumbatan.

15 comments

  1. Anakku belum pernah bintitan smp segini gede tp bisulan pernah. Prinsipnya sama harus segera sitangani & harus bersih. Maira tetep keceh kok :))

    ReplyDelete
  2. Setuju, Mak mending langsung ke dokter. Apalagi mata kayaknya area sensitif

    ReplyDelete
  3. @Lusi:

    Anak2ku belum pernah bintitan dan bisulan. Makanya shock bintitannya bisa gede begitu :( Udah sembuh, baru bisa nulisnya

    ReplyDelete
  4. aku gak berani kasih salep, mak. soalnya benjolannya gak keluar, maksudku, benjolannya di dalam kulit kelopaknya. jadi si benjolannya itu ada di antara pangkal mata dan hidung atas. kalo cari di mbah gugel, katanya harus operasi. :(

    ReplyDelete
  5. @Istiadzah Rohyati:

    Sebaiknya periksain ke dokter aja, Mak. Makin cepat, makin baik. sebelum tambah besar/parah

    ReplyDelete
  6. Adek aku bbrp hari yg lalu operasi kcl kr bintitan mak ( adek sdh usia 30th)...dah 2blnan g sembuh2 cm diksh salep pd wkt itu...2x jg nanahx kluar kempis tp tumbuh lg...akhirnya bbrp hr yg lalu dokter membedahnya ktnya dibersihkan sekalian biar gak kambuh lagi..

    ReplyDelete
  7. waduh ternyata bintitan ga bs dipandang sebelah mata ya. saya dari kecil suka bintitan. anak pertama saya juga sudah beberapa kali bintitan. tp selama ini saya santai2 aja ga pernah menganggap serius. emang belum pernah ngalamin yg sampe bernanah gitu sih. baca tulisan ini jadi meningkatkan kewaspadaan, jangan anggap remeh bintitan. tks infonya Mak :)

    ReplyDelete
  8. Jadi inget pernah bintitan waktu masih kecil juga dioles-oleh aja bawang putih. Untung sembuh, ga sampe besar kayak Maira. Thanks infonya mak, jadi bisa ati2 kalau anak2 kena.

    ReplyDelete
  9. Saya pernah Mak bintitan eh malah diledekin makanya jangan suka ngintipin orang. Kesanya gimana gitu yak :|

    ReplyDelete
  10. Saya belum pernah kena bintilan Mbak. Kasihan ya, kata temanku memang kalau dikompres bisa cepat kempes....
    Memang agak sensitif nih kalau kena2 debu...

    ReplyDelete
  11. @Irowati :

    Semoga sekarang sudah sembuh ya, Mak :)

    ReplyDelete
  12. Kasihan sekali baby Maira. Tapi skrg sudah sembuh kan mba?

    ReplyDelete
  13. aku dan anakku juga pernah ngalami bintitan mak, apa iya menular ya..soalnya anakku bintitan ga lama setelah aku sembuh dari bintitan :p
    aku sempat sekali ngalamin mata dibeset sama dokter utk ngeluarin nanah di kelopak mata, dokter pun sempat menyarankan hal yang sama untuk anakku, tp alhamdulillaah anakku bisa sembuh dari bintitan tanpa melalui pembedahan kecil ^^ *legaaa*

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)