Kapan Bayi Bisa Toilet Training


Ini postingan lama, tahun 2013. Tapi ingin aku share lagi karena relevan dengan tumbuh kembang Reiga (6 bulan) saat ini. Pertanyaan klasik mulai muncul mengusik pikiranku, kapan bayi bisa toilet training? 😅


Sudah seminggu ini Reiga mulai MPASI. Seperti pengalaman dengan anak sebelumnya tiap mulai MPASI, aku galau. Why? Karena jujur aja, meskipun anak-anakku masih #pakaiPampers sampai umur 2 tahunan, aku gak sanggup kalau harus membersihkan bayi yang udah mulai makan saat poo di diapernya 😓

"Serius bayi bisa toilet training? Gimana cara ngajarinnya? Aku sih gak sempat begitu-begitu," kata seorang temanku dulu. Dia baru saja mengeluhkan anaknya yang berusia 2 tahun, masih harus pakai diaper tiap kali mau poo dan masih pee di celana. "Ya, iyalah, serius," jawabku. Aku pernah mengalami masa seperti temanku itu. Sulungku saat usianya 2 tahun juga selalu minta dipakein diaper tiap kali mendapat panggilan alam. Belajar dari pengalaman itu, aku mengenalkan toilet training kepada adik-adiknya sejak mereka masih bayi. Biasanya dimulai saat bayi sudah mulai belajar duduk, yang biasanya juga berbarengan dengan waktunya mereka mulai mengenal MPASI.

Setelah 6 bulan hanya minum ASI, pencernaan bayi tentunya harus beradaptasi ketika mulai makan makanan padat. Minggu-minggu pertama MPASI, beberapa bayi ada yang mengalami sembelit, susah buang air besar. Akibatnya bayi (mungkin) jadi rewel dan merasa sakit ketika mengedan. Poo di kloset ternyata bisa membantu proses pengeluaran menjadi lebih cepat dan lancar.

Tahap perkembangan setiap bayi tidak sama. Sebaiknya toilet training dikenalkan ketika bayi sudah bisa duduk. Tidak perlu menunggu sampai bayi bisa duduk sendiri, tapi setidaknya, bayi sudah bisa duduk dengan nyaman sambil dipegangi. Memang lebih mudah mengenalkan toilet training di kloset duduk. Tapi kalau gak pakai kloset duduk di kamar mandi di rumah pun, di pasaran banyak koq dijual baby potty training. Basanya bentuknya kayak mainan. Dulu aku pernah beli, tapi gak terpakai. Aku memilih untuk mengenalkan toilet training on the spot. Langsung di tempatnya, di kloset di kamar mandi :D Aku juga jarang menggunakan dudukan kloset khusus bayi karena seringnya malah mengganggu. Dudukan kloset untuk bayi ini pemakaiannya cukup diletakkan di atas dudukan kloset kamar mandi.


Ayo, foto siapa sajakah ini? :D

Pengenalan toilet training kepada bayi, bukan sebuah proses instant. Gak ada ceritanya satu, dua kali, langsung berhasil. Aku bahkan baru menyebut proses toilet training untuk anakku, berhasil, setelah tahunan. Yaitu ketika mereka sudah punya kesadaran sendiri, ketika merasa ingin poo, mereka mengajak ke kamar mandi.

Toilet training adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan konsistensi. But WORTH TO TRY 💪, at least for me. Aku harus sabar menunggui bayiku duduk di kloset. Memastikan dia nyaman. Kalau bayi takut dan menangis, percobaan berikutnya bisa jadi lebih sulit, karena bisa jadi dia menolak. Jadi pengalaman pertama itu sangat penting. Tapi ibu mana pun pasti tau lah ya, kapan anaknya siap dikenalkan dengan sesuatu yang baru. Jadi intinya, bukan cuma bayinya yang siap. Ibunya juga harus siap.

Berikut ini tips yang mungkin berguna untuk teman-teman yang ingin mencoba mengenalkan toilet training kepada bayinya:

  • Sebelum bayi siap toilet training, pastikan orangtuanya yang siap terlebih dahulu. Terutama kesiapan mental #halah. Eh, tapi bener, loh. Soalnya banyak yang gak sabaran dan gak konsisten, dan akhirnya kembali ke popok atau diaper.
  • Bayi harus sudah bisa duduk, dengan atau tanpa dipegangi. Ini penting, karena kalau bayi belum bisa duduk dengan nyaman, dia juga gak akan merasa nyaman duduk di kloset. 
  • Jangan berharap banyak di usaha pertama, tapi juga jangan putus harapan. Biasanya aku selalu menunggu tanda-tanda baby mau poo (kelihatan dari mukanya, kan? :D) Setelah beberapa kali berhasil, baru aku membiasakan mereka poo di jam tertentu. Ini lebih sulit dan tingkat keberhasilan pada bayi tidak bisa dijamin keakuratannya hahaha. Pokoke sabar aja dah :)))
  • Untuk mengalihkan perhatian bayi, bisa diberi mainan. Atau kalau sudah agak besar, bisa dikasih buku, kayak foto anak ganteng di atas itu hihihi. Apa pun usahakan supaya bayi tenang dan nyaman.
  • Kalau bayi menolak, rewel, apalagi menangis, jangan dipaksa. Pasrah aja kalau hari itu menerima kado di popok atau diapernya :D Coba lagi keesokan harinya.
  • Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian. Bayi harus dipegangi, meskipun dia sudah bisa duduk sendiri. Bayi gitu, loh, Pak, Bu, masa dibiarkan sendirian di kloset.
  • Untuk melancarkan pencernaan, asupan serat untuk bayi harus cukup. Kerasa deh enaknya kalau bayi mengedan gak pake sakit. Bayi lega, ibunya juga ikutan lega.
  • Kalau kamar mandi di rumah gak pakai kloset duduk, bisa menggunakan baby potty training yang banyak dijual di pasaran. Atau kalau khawatir lubang kloset terlalu lebar untuk bayi, bisa menggunakan dudukan kloset tambahan khusus untuk bayi.
Baby Potty Training
Sumber gambar
Potty Seat, dudukan kloset tambahan
Sumber gambar

  • Apa lagi, ya? Hm, ya itu, sabar, sabar, sabar, dan sabar. 
Kalau dasar toilet training ini sudah dikuasai, baik oleh ibu maupun bayinya, tahap selanjutnya jadi lebih mudah, yaitu menciptakan rutinitas, membiasakan pee di kamar mandi, pee sebelum tidur malam, mengajarkan bayi/batita memberitahukan kalau ingin pee atau poo. Kemudian tanpa disadari, si kecil sudah tidak terlalu merepotkan kita lagi untuk urusan pee dan poo.

A post shared by Mom Blogger (@saryahd) on


Seminggu pertama MPASI, Reiga sudah poo dua kali. Dan dua-duanya berhasil dikeluarkan di kloset kamar mandi *tepuk tangan untuk Reiga 😂* Dua hari sebelum mulai MPASI, Reiga memang belum poo. Jadi aku makin galau. Bolak-balik aku bawa dia ke kamar mandi dan duduk di kloset, gak ada tanda-tanda mau poo, malah ketawa-ketawa terus. Hari kedua MPASI, aku kasih pir supaya pencernaannya lancar. Ternyata berhasil, sorenya Reiga poo. Huhu lega banget karena anaknya gak rewel sama sekali. Bahkan bisa dibilang, dibanding kakak-kakaknya dulu, toilet training pertama Reiga ini paling gampang prosesnya. Gak pake drama. Ya mungkin karena Reiganya juga anak yang super anteng.  Kali kedua, dia poo tadi pas aku bangun mau masak untuk sahur. Kelihatan tidurnya bolak-balik gelisah. Aku angkat aja dan bawa ke kamar mandi. Dia bangun tapi gak rewel. Jadi poo-nya sambil terkantuk-kantuk gitu dan lancar. Cubanget 😂😍

Semangat, Mama Sary! Perjalanan masih panjang 😂😂💪



54 comments:

  1. Wow, kalo Mak Sary yang ngasih tips tentang parenting mah, ga diragukan lagi. Based on self experience pasti lebih meyakinkan ya, Mak.

    Sayangnya Intanku udah dewasa, jd ga bisa lagi praktekin tips ini deh, hihi.

    Ijin share untuk temanku yang sedang punya baby ya, Mak. Trims for the tips..

    ReplyDelete
  2. dulu anak pertama diajarin alm. ibu untuk toilet training bahasa keren ibuku ditatur. ntah bahasa Jawa atau Sunda ditatur ini yang pasti kakak dulu nggak pernah betah kalau harus poops di diaper, pasti minta dibuka dan nongkrong di kamar mandi, begitu juga adiknya yang kebetulan umi sendiri yang mengenalkan. tidak pernah dapet masalah dengan toilet training kecuali kalau lagi jalan2 dan mereka merengek minta ke kamar mandi, hi hi sun cayang for maira yang cantik.

    ReplyDelete
  3. @alaika abdullah:

    intan diajari training yang lain aja hihihi

    silakan, mak. makasih, ya :*

    ReplyDelete
  4. @ Ummi Bindya :

    kerasa banget ga repot ya, mak, setelah berhasil trainingnya :)

    ReplyDelete
  5. wooww baby potty trainingnya lucuuu
    mauuu
    buatku bisa kan maak? *dijitak

    emang intinya kudu tetep sabar ..sabar ya mak, salut deh buat Mak sary dengan usahanya mengajarkan training toilet buat dd Maira :D

    aku mau ko mak di training juga *antri belakang dd Maira :v

    ReplyDelete
  6. @nchie hanie:

    wkwkwkwkwk *ngakak jungkir balik* ngebayangin mak nchie ngantri mo toilet training

    ReplyDelete
  7. wah naura ku belum ta ajarin toilet training mak.malah rencananya kalo uda bisa jalan.tapi kalo tau dedek maira aja udah mulai belajar.kayaknya naura juga pengen belajar nih..hihi.
    makasih yo mak sary (informatif buanget buat emak yg msh amatir begini ^^, maklum anak pertama nih maakkk :D)

    ReplyDelete
  8. @Istiqomah Ps :

    gudlak ya, mak. dinikmati saja. seru koq :D

    ReplyDelete
  9. ya ampun itu plontosnya Maira kecehh banget #salahFokus #kaboor :)))

    Tapi bagus mak, ilmu buat anak selanjutnya :*

    ReplyDelete
  10. bener mak..harus sabar,dan berhasilnya lama.aku ngajarin anakku toilet training dr 18 bln, baru 24 bulan menunjukkan hasil,itupun msh sering kecolongan.haha

    ReplyDelete
  11. Anak sulungku, cowok, kuajari TT sebulan sebelum usianya genap 3 thn. Yang kedua, cewe, kuajari TT ketika usianya 2 thn lbh bbrp bulan sedikit aja. AKu belum berani ngajarin TT ketika mereka masih bayi, walaupun banyak yang bilang itu lebih bagus. Tapi kenyataannya aku sendiri yang belum siap. Biarlah satu-satu dulu. Biar akunya bisa bernapas sebentar. Wkkwkwkkwk. Oh ya, tapi aku juga ngajarinnya duduk langsung di kloset dewasa, pake tambahan yang dudukan kecilnya sih. Soalnya anak-anak pada protes ga bisa duduk kalo ga pake dudukan tambahan. :D

    ReplyDelete
  12. @sumarti saelan:

    hooh ayo ditunggu yang berikutnya :))

    ReplyDelete
  13. @diba:

    aku juga sering kecolongan, terutama pas awal-awal ngenalin :D

    ReplyDelete
  14. @istiadzah rohyati:

    Memang kalo mau mulai toilet training sejak bayi, kesabarannya mesti berkali-kali lipat. tapi begitu bayinya paham, jadi lebih mudah daripada ketika ngebiasain anak yg lebih besar. tapi kapan pun, yang penting anaknya sudah siap ya, mak. juga ibunya.

    ReplyDelete
  15. iisssh, pas banget lagi toilet-training Adam ni Mak, untuk pee-nya sudah lancar..sudah bisa minta pipis ke kamar mandi. tapi latihan poop-nya ituloh, angotan. kadang kalo lagi lempeng, dia mau nongkrong berlama2 di kakus, tapi seringnya malah di dalam kamar kerja bapaknya dengan pintu yang ditutup rapat. seperti merasa ndak aman kalo ada orang lain di sekitarnya kalau sedang poop *tepok jidad ..gimana ya Mak?

    btw, ebaaad banget sudah punya 5 krucils. aku mau nambah satu lagi aja mikirnya kelamaan hihihi. apa Mak rahasia pede nya? ;)

    ReplyDelete
  16. Kiyut deh yg lagi nongkrong sambil baca buku :)
    Kalo sy pernah beli potty bentuk kura2 malah ga mau dipake, dimainin doang :D
    Toilet training memang butuh kesabaran ekstra ya, Mak.
    Anak pertama sy gagal toilet training dan msh ngompol sampe umur 3th. Gara2 sy yg kurang sabaran. Anak kedua rada mending deh. Anak ketiga baru sukses krn udah disuruh toilet training dr umur 9bln. Horee :D

    ReplyDelete
  17. anak pertama saya, sukses lulus toilet training umur 3,5 tahun..

    untuk adeknya yg sekarang udah umur 2 tahun, alhamdulillah untuk pipis udah ok banget, tinggal untuk pup nya nih, yg jadwalnya belum jelas hehehehe

    tapi memang bener.. harus sabar.. sabar... sabar... sabar... teruss

    jadi makin semangat nih ngasih toilet training ke anak kalo banyak temennya gini hihihi

    ReplyDelete
  18. Beneeer banget.. Kesiapan mental ibu paling pentiing.. Siap mental harus bener2 siap ngebersihin pee atau poo-nya kalau2 terlanjur ada di lantai.

    Satu lagii mak yg penting, dukungan suami! Hehe. Soalnya beneran bisa menjaga semangat ibu tuh biar gk cepet nyerah :D

    Good sharing maak

    ReplyDelete
  19. Pagi, mbak sary. Baru berkunjung niy. Bemanfaat bgt ternyata ya mbak TT msh bayi. Sikembar saya mau langsung saya ajar TT di kloset jongkok. Umurnya skrg 23 bln. Trims ya mbak sdh berbagi

    ReplyDelete
  20. makasih tipsnya mak. penting ini buat ibu muda....alhamdulillah anakku sudah pada gede mak...

    ReplyDelete
  21. harus benar2 sabar dan bisa konsisten ya mak, kadang sabar dan konsisten itu merupakan tantangan terberat (buat saya) hehe.... tks tipsnya sangat berguna, anak saya udah 3 tahun sih, mungkin tips ini nanti mau saya tunjukkan ke adik saya utk mentraining keponakan :D

    ReplyDelete
  22. Makasih mbak tipsnya, Kynan belum berhasil diajarin toilet traning nih, karena enggak pakai toilet duduk, pertamanya diajarin jongkok di dalam kamar mandi tapi di lantainya gitu karena belum cukup kalau jongkok dikloset, 2-3 kali berhasil dia mau jongkok dan poo di lantai tapi lama-lama udah enggak mau hiks...kayaknya harus coba baby pottynya deh,

    ReplyDelete
  23. Bagus Mak tips2nya. Pokoknya ngurus baby, apapun itu, mau potty training, ngajarin makan sendiri, ngajarin tanggung jawab, semuanya kuncinya SABAR ya. Hehehe...

    Babyku usia 5 bulan, udh mulai belajar toilet training. Emang belum bisa duduk tegak sih.. Tapi bisa ditatur. Duh "ditatur" itu bahasa jawa, bhs indonya apa ya..

    Pokoknya dipangku, trs kakinya dipegang dan disuruh pipis ato pup gitu deh.. :D
    Babynya ngasih kode kalo dia kebelet & kita peka sama aktivitasnya dia. Misal: Tadi abis mimik banyak, belum pipis. Barusan mandi dan dingin. Trus ditatur deh..

    So far, berhasil. Lumayan... Jadi irit cucian. Hihihi...

    ReplyDelete
  24. setahun yang lalu waktu ngajar PG baru tahu dan bener2 belajar/in murid2 toilet training,kebetulan murid paling muda usianya 1,9 hehehe,,satu bulan alhamdulillah sukses karena tiap hari kan hehe...jadi tiap mau pup sama pee pasti bilang "miss i want to pie", "go pee",langsung bangun dari kursi dan coopot celananya langsung duduk aja di kloset,sayanya di depan pintu ^^

    ini bener2 pengalaman yang seru bagi saya mak hehe

    ReplyDelete
  25. Pertanyaan terjawab, kapan harus mulai? Sedini mungkin ya mak? Thanks for sharing ^^

    ReplyDelete
  26. makasih mak sharingnya lumayan buat bekal nanti klo sudah punya nak ^_^ doakan yah agar aku segera punya baby hihihiii :D

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah Arfan sudah bisa poo di toilet sejak bisa duduk.

    tapi masih belum bisa pee di toilet. mudah2an kalau bicaranya sudah lancar, sudah bisa pee di toilet.

    Makasih infonya, Mak ^^

    ReplyDelete
  28. Tante, gimana caranya tau kalau si baby mau poop atau pee? Jiwo, entah kebanyakan makan buah atau gimana, tapi dia kalo poop gak pernah ngeden. Mukanya juga gak berubah. Lagi main tau2 bau aja. Pernah mau nyoba TT tapi ya itu, selalu keduluan sama bau yang udah semerbak. Belom diboyong ke kamar mandi, udah keluar duluan :(

    ReplyDelete
  29. @Pungky:

    hahaha ngakak dolo :))

    pasti adalah ekspresinya, dikiiit. kalo engga, diperhatiin aja jam2nya dia poo. trus temenin nongkrong deh :D

    Kalo mau mulai TT yang paling pertamanya sih, kita harus invest waktu, dideket dial all the time. kadang udah keluar dikit di popoknya pun aku tetep gotong ke kamar mandi. entah akhirnya keburu keluar di popok atau lanjut di kloset, lama2 bayi tau loh, tujuan dia didudukin di kloset utk apa. sabar, sabar, sabar, sabar :D coba lagi, coba lagi, coba lagi. gitu neng. cemungut yaa :)

    ReplyDelete
  30. Thifa umur dua bulan udah aku tatur, adiknya malah lebih cepet lagi. Soalnya aku selalu mengamati ritme pipis atau BAB nya. Biasanya pas bangun tidur atau kalo rewel terus padahal udah disusui. Daripada nungguin dia pipis di tempat tidur mending aku bawa k kamar mandi, lumayan ngurangin cucian hihihi. Umur setahun lebih 3 bulanan Thifa udah ga pake diapers sama sekali meskipun pergi2 jauh

    ReplyDelete
  31. Wiii memang harus sabar ya Mak.

    ReplyDelete
  32. oh masa-masa ituuuuuu... anak pertama udah bebas hambatan, yang kedua nih mau mulai lagiiiii... doakan kami yak :b

    ReplyDelete
  33. Aku juga udah mulai toilet training si bungsu nih, Mak. Tapi kalau udah keliatan mau ngeden aja.

    ReplyDelete
  34. mak Sari, hihihihi mengingatkan daku kembali tentang toilet training yang Insya Allah akan dimulai lagi tahun depan ^^ setelah anak ketiga lahir nanti, mulai lagi daku dari awal, seperti mak sari ke baby Maira.. ^^

    ReplyDelete
  35. Pengalamanku toilet training ama anak yang pertama,kayanya gagal deh coz walau umurnya udah 3,5 tahun tapi sape sekarang dia blm bisa bab di toilet. Moga ama anak yang kedua sekarang bisa berhasil.
    Salam kenal ya mak mira

    ReplyDelete
  36. sama nech mak sari, anakku 10 bulan dah mulai latihan tt, baru sebatas pee, tiap kali bangun tidur meski pake diaper langsung di bw ke toilet, tunggu bentar, pipis dech......yang gede dulu 1,6 th dah ga pake diaper, perjuangnnya ga mudah juga, tiap jam 4 pagi di bawa ke kamar mandi...20 bulan bener2 ga mau pake diaper lagi, kalopun pake pas pee dia minta buka..

    ReplyDelete
  37. Setujuuu... yang penting sabarrr. Alhamdulillah Rafa berhasil di 1,5 tahun. Kuncinya konsisten dan.. sabaarrrrrrr...hihihi...

    ReplyDelete
  38. Arya sampai sekaran belum toilet training, padahal dah 2 tahun :(

    5 bulan yang lalu mau kutoilet training, tapi aku kecelakaan. Baru bisa kuat tanganku yang patah beberapa minggu ini. Dan, siap-siap rencanakan toilet training :)

    makasih tipsnya, mak :)

    ReplyDelete
  39. Salut bgt, 5 anak dan msh telaten sama toilet training :D

    ReplyDelete
  40. Iya mak bener banget yg diperlukan itu ya kesabaran dan konsisten. Alhamdulillah anak sejak umur 2 tahun sudah bebas popok. Oya dibeliiin kloset buat TT eh malah dimainin jadi mobil2an hhehe... intinya sih pas diawal2 memang selalu kecolongan tapi lama kelamaan mungkin karena di "geli" kali ya ada puup dicelananya akhirnya dia bilang*maaf Ee ee gitu mba...

    ReplyDelete
  41. Thanks ulasannya mak, baguuss :)
    Anakku 2 tahun tapi masih pake diaper kalo bobo malem.. wajar ga mak? hehe.. Diluar itu sih alhamdulillaah udah bisa pipis ke kamar mandi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anakku jg sampe 2 tahunan masih kupakein diaper kalo bobok malam. Soalnya emaknya parno kalo anaknya ngompol hehe

      Delete
  42. Wah hebat Reiga udah pup di toilet terus. Semoga sukses ya toilet trainingnya, kirain bakalan bahas MPASI eh ternyata tentang TT ^^

    ReplyDelete
  43. Oh ya entah kenapa saya ikut seneng dan ngerasa puas baca pas Reiga udah pup di kloset terus sejak mulai MPASi hihi

    ReplyDelete
  44. Waaah.. Aku justru yg ketiga nih drama. Suka teriak2 kalau pub di kloset. Maunya berdiri.kayaknya butuh baby potty training

    ReplyDelete
  45. Saya gak pernah pakai potty seat ketika anak-anak toilet training. Tpai memang setuju kalau kuncinya harus bersabar. Jangan berharap proses instan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pakai potty seat pas anak 1 aja. Setelahnya langsung di kloset. Soalnya males ngajarin buat berubah kebiasaanya lg *emak2malesemangakusih* 😂

      Delete
  46. Waaa Reiga udh mulai TT. Arsel kapan yaa.. dulu abangnya sih 1,5 thn udh ga pake diapers lg. Tampaknya aku hrs memantapkan hati dl niii

    ReplyDelete
  47. Waa saya juga jadi pengen nih ngajarin TT buat anak saya. Sebentar lagi umurnya 6 bulan dan katanya kalau sudah makan BAB bayi udah nggak asik lagi baunya. He

    ReplyDelete
  48. waaah bagus ini alatnya, yemen-temen ku d kantor banyak juga yang membeli alat seperti ini, katanya anak-anaknya sudah bisa buang air sendiri di tempat yang tepat, tidak sembarangan.hehehehe....

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)