Konsep Kematian Menurut Anak-Anak

 

Setiap kali melewati komplek pemakaman umum, Moses selalu mengatakan itu rumah kakek. Almarhum bapaku meninggal pada akhir tahun 2010. Waktu itu umur Moses sekitar 2,5 tahun. Selama Bapa sakit, koma, sampai meninggalnya dan dimakamkan, Moses tidak aku jauhkan. Semua berjalan seperti biasanya saja untuk Moses. Dia selalu ada di dekat aku dan papinya. Berinteraksi dengan kakeknya. Kami tidak menakut-nakutinya, pun tidak juga memberikan penjelasan rumit tentang proses kehidupan manusia yang dilihatnya. Kalau dia tidak bertanya, aku pun tidak memberikan penjelasan apa-apa. Kalau Moses bertanya, barulah aku (dan suami) memutar otak mencari jawaban yang paling dimengerti logikanya.


Daya ingat anak-anak itu kuat. Begitu juga Moses. Dia menyaksikan prosesi pemakaman Kakek. Ikut menziarahi kuburnya. Sejauh pengetahuannya, sekarang kakeknya sedang tidur di rumahnya, di dalam tanah.

Suatu pagi, tiba-tiba Moses menanyakan sesuatu yang membuatku (lagi-lagi) kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaannya.

Moses: "Mama, Moses kangen sama Nenek, nih. Ke rumah Nenek, yuk."
Aku: "Oke, nanti kalau libur sekolah, ya."
Moses; "Kasian Nenek sendirian, ya, Ma. Kakek tu koq gak bangun-bangun sih dari dalam tanah?"
Aku: "Kakek udah gak bisa bangun, sayang."
Moses: "Kenapa? Kakek tidur terus, gak kangen Nenek?"
Aku: "Iya, Kakek udah gak bisa bangun lagi. Kan, Kakek sakit, udah meninggal."
Moses: "Meninggal itu, apa?"

Moses sudah mengenal konsep kematian untuk hewan.

Aku: "Meninggal itu seperti Mercy."
Moses: "Mati? Memangnya orang bisa mati?"

Raut wajahnya mulai mulai berubah. Dan aku bukan pembaca pikiran yang bisa tahu persis apa yang anakku pikir dan rasakan.

Beberapa tahun yang lalu, beberapa bulan setelah kepergian Mercy, anjing kesayangannya, Moses setengah menangis meminta papinya untuk menggali tanah kuburan Mercy dan mengeluarkannya dari dalam tanah. Waktu itu kami kebingungan, bagaimana menjelaskan tanpa melukai hatinya, tapi bisa diterima logikanya. Bahwa Mercy sekarang lebih bahagia di tempat barunya, tidak kesakitan lagi, tidak kelaparan lagi, tidak perlu disuntik-suntik dokter lagi.

Begitulah, akhirnya dengan caranya sendiri, Moses bisa menerima kepergian Mercy. Meski sampai hari ini, kami belum bisa mendekatkan Moses dengan Don dan Junior sedekat Moses dan Mercy.

Moses: "Ma, kasian Nenek, ya."
Aku: "Kenapa?"
Moses: "Iya, kasian Nenek sendirian gak ada Kakek. Cari kakek baru lagi dong buat Nenek, Ma. Kayak Moses, sekarang punya Junior yang sama kayak Mercy."
Aku: ".........."

32 comments:

  1. Anak-anak :))
    Kadang untuk hal tertentu, kita malah bisa 'mencontoh' cara simplethinking-nya :)
    Padahal untuk sebagian orangtua, kadang merasa kesulitan menjelaskan konsep2 realita. Tap, begitulah anak-anak ya Mak. Untu sekarang saya memang belum punya anak, tapi adik saya banyak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pikiran orang dewasa sudah rumit dan kompleks sehingga kadang lebih mikirin yang kompleksnya itu ketimbang makna sebenarnya :)

      Delete
  2. Berkunjung mak
    Bener mak anak-anak memang daya ingatnya kuat, ketika ia diberitahu sesuatu yang membuatnya ingat, selamanya ia akan terus mengingatnya.
    Saya pernah mengajarkan kematian kepada anak, tetapi malah membuatnya menangis, karena didalam benaknya sebuah kematian itu adalah kehidupan baru yang sepi tanpa seorang teman, tanpa penolong, murni semuanya serba sendiri. Itu yang membuat anak saya menangis.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin cara mengajarnya mesti sedikit diubah, mak. disesuaikan dengan usia, mental, dan karakter anaknya :)

      Delete
  3. Aku ya baru ngeh nih tentang mengenalkan konsep kematian pada anak usia segitu. Moga-moga nanti pas Faris anak keduaku tanya model-model begini aku bisa lancar menjawab, kan udah dapet contekan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung karakter anaknya juga sih, mak. kebetulan moses emang banyak nanya :D

      Delete
  4. Permintaannya yang terakhir itu yang luar biasa... minta dicarikan kakek baru. Lebih sulit dijelaskan.

    ReplyDelete
  5. Wah, aku belom siap ditanya2 begitu, Mak. Hehe. Masih bingung :(

    ReplyDelete
  6. Moses lucu banget sie, nenek disuruh cari kakek baru...

    ReplyDelete
  7. Simple ya, Moses, Kakek baru tentunya bisa menemani Nenek. Jd gmn menjelaskan utk yg ini, Mak?

    ReplyDelete
  8. Aku juga punya cerita ttg kematian, waktu itu nenekku meninggal, dan keponakanku yang belum mengerti apa itu meninggal... dia tanya ke bundanya ketika dia melihat nenek uyutnya kok tangannya diikat,,, dia tanya" bunda, kok nek uyut diikat-ikat begitu, kasian kan bunda... sampai sekrang yang masih diingat keponakan ku itu kalau meninggal itu nanti tangan dan kakinya diikat pakai kain putih.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkenan berbagi cerita, mak :)

      Delete
  9. Selamat siang Emak2. Ikut nimbrung hehe.
    Jadi teringat ketika nenekku meninggal dan keponakanku, Wyma yang waktu itu masih berusia 4,5 tahun juga mengikuti prosesi acara pemakaman. Dia sudah paham betul Mbah Yut nya sakit keras dan akhirnya meninggal. Saat orang lain menangis dia selalu bilang, Om ... Tante ... jangan nangis Mbah Yut kan di syurga, enak apa2 ada, bisa ngapa2in sama malaikat. Glekkk ... darimana tahu jawaban itu hehe .
    Dan saat tujuh hari Pamanku yang dari Papua datang membersihkan makam Nenek, Wyma juga ikut . Di saat yang lain berdoa dalam hati . Dia berdoa dengan nyaring Ya Tuhan , sembuhkan Mbah Yut . biar bisa pulang ke rumah .
    hehe spontan kami berempat yang ikut agak ngempet ketawa. Akhirnya pulang kami jelaskan bahwa Mbah Yut yang sudah meninggal, tak akan kembali ke dunia ini hehe.

    @Emak Afrianti hehe keponakanku juga tanya, kok diikat dan dikubur dalam tanah ? kasihan sekali ... gimana Mbah Yut bisa keluar Tante ?//
    Bingung juga mencari jawaban saat darurat seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, seru! terima kasih sudah berbagi cerita, mak :)

      Delete
  10. hihihi .. iya ya Mak. untuk tetap jaga "kewarasan" memang malah kita yang dewasa harus banyak2 mendengarkan kata sederhana dari anak kecil ;)

    ReplyDelete
  11. ehehehehe, terakhirnya disuruh cari kakek baru... X)))
    duh, pabaliut ya ngejelasin ke anak soal2 umum tapi rumit begini... :')
    belum ntar nanya2 seputar reproduksi manusia...errrgghhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue udah ditanya-tanya tuh tentang reproduksi, mak :)))) ntar kapan-kapan ta' posting ah, ceritanya :D

      Delete
  12. memang sebagai ibu harus pintar2 memberi jawaban ya mak :) terutama saat anak sedang dalam masa begitu ingin tau seperti moses..

    ReplyDelete
  13. Aduh Moses.. polosnya, cari kakaek baru? hihihi

    ReplyDelete
  14. saya udah siap-siap ambil tissue, siapa tahu semakin terharu baca celotehan Moses. Eh, gak taunya malah bikin saya ngakak ujungnya hahaha

    ReplyDelete
  15. Anak-anak memang belum memahami arti kematian seperti kita ya Jeng.
    Ada fantasi di sana
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  16. Kadang karena bingung menjelaskannya orangtua memilih diam dan mengharap waktu membantu menghilangkan pertanyaan2.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)