Ketika Bayi Panas

#day4
Maira baru saja sembuh dari sakit. Belum sembuh benar, sih. Masih tahap pemulihan. Karena baru tadi subuh suhu tubuhnya kembali normal. Sejak hari Jumat sore minggu yang lalu, suhu tubuhnya Maira tiba-tiba saja naik. Panasnya langsung tinggi, berkisar di atas 39'C. Suhu tubuh yang tinggi itu stabil selama 4 hari berturut-turut. Suatu malam, aku ketiduran cukup jauh dari sisi Maira. Dan bangun dengan perasaan kaget dan berdebar-debar karena mendengar rintihan pelan Maira pengen mimi. Aku pegang dahinya panas sekali. Sambil menyusui, aku ukur suhu tubuhnya, ternyata 39.9'C. 

Segala cara sudah dicoba. Skin to skin contact, kompres air hangat, deelel-deelel. Panasnya pasti karena virus, karena gak mempan paracetamol. Dan kalau disebabkan virus, yang bisa dilakukan hanya menunggu, sampai Maira memenangkan pertarungannya. Tapiii, tetap saja khawatir, kan? Apalagi senyum benar-benar hilang dari bibirnya. Wajahnya sayu dan merengek terus minta digendong. Sama sekali gak mau ditinggal.


Alhamdulillah, sejak subuh tadi suhu tubuh Maira berangsur normal. Paginya, aku memandikan Maira pakai air hangat supaya segar dan bisa tidur nyaman. Masih lemas dan gak mau makan. Tapi senyumnya sudah mulai kelihatan. Nah, waktu mau memandikan Maira sore tadi, aku lihat di perut dan punggungnya penuh bercak-bercak merah. Hwa, langsung timbul rasa khawatir lagi. Untungnya suamiku ingat satu artikel yang pernah dibacanya tentang salah satu virus yang menyebabkan panas dan punya gejala persis seperti yang dialami Maira.

Roseola Infantum adalah infeksi virus yang gejalanya mirip dengan yang dialami Maira kemarin. Virus ini biasanya menyerang anak usia 6 bulan sampai 3 tahun. Anak yang terkena virus Roseola Infantum sering salah diagnosa, dianggap terkena campak. Padahal ada perbedaan antara reseola dan campak. Pada penderita reseola, bercak atau ruam merah muncul setelah demam reda. Sedangkan pada campak, bercak merah muncul pada saat demam masih tinggi.

Penyebab roseola infantum adalah virus herpes 6 dan 7. Namanya virus, pasti menular. Maira tertular dari siapa, aku juga gak tahu. Karena, yang menularkan virus ini belum tentu menunjukkan gejala terkena penyakit ini. Untungnya, penyakit ini bisa sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu, dihitung sampai bercak merahnya hilang.

Nah, teman-teman yang mungkin anak/bayinya, mengalami gejala seperti di bawah ini, jangan panik dulu. Bisa jadi si kecil terkena virus Roseola Infantum.
  • Demam tinggi, suhu berkisar antara 39 - 40'C selama 3-5 hari. Demam ini bisa diikuti dengan gejala ISPA, bisa juga tanpa ada indikasi sakit yang lain. Hanya panas, seperti Maira.
  • Setelah demam reda dan suhu tubuh kembali normal, muncul bercak-bercak merak di kulit. Bila disentuh atau ditekan, bercak itu akan memutih. Gak perlu khawatir, bercak itu akan hilang dengan sendirinya setelah 1-2 minggu. 
Namanya orangtua, pasti khawatir kalau anaknya sakit. Tips-tips yang aku praktekkan kemarin, mungkin berguna untuk para orangtua yang anaknya mengalami demam tinggi.
  • Cara paling sederhana dan sudah ada sejak jaman dahulu kala adalah dengan cara kompres air hangat. Sampai saat ini, masih ada loh yang salah persepsi, mengompres penderita demam dengan air dingin atau air es. Kompres air dingin/es akan memberikan sinyal yang salah kepada tubuh, kalau masih ada bagian tubuh yang dingin. Akibatnya suhu tubuh malah akan meningkat. Jadi gak perlu beli plester kompres yang biasa disimpan di kulkas itu. Cukup lap/handuk kecil untuk kompres dan air hangat. 
  • Kalau bayi/anak rewel, bisa dikasih obat penurun panas untuk bayi/anak-anak. Paracetamol lebih aman untuk lambung daripada ibuprofen. Obat penurun panas apa saja yang mengandung paracetamol dan mana yang mengandung ibuprofen, silakan saja baca di kemasannya, ya :) Sebenarnya, panas atau demam yang disebabkan oleh virus, tidak membutuhkan obat, apalagi antibiotika. Gak akan berpengaruh alias bisa sembuh sendiri. Kecuali kalau panasnya disebabkan oleh bakteri, baru dokter biasanya memberi antibiotik. 
  • Perbanyak asupan cairan. Kalau masih ASI, sering-sering menyusui. Bayi kalau sakit, cenderung rewel dan nafsu makan berkurang. Kayak Maira, selama panas, gak mau makan sama sekali. Jadi mamanya deh yang kualitas makannya ditingkatkan. Kualitas ya, bukan kuantitas :))) Cairan lain yang bisa diberikan, misalnya untuk anak yang sudah lebih besar, jus buah, sayur berkuah, cairan elektrolit, dan oralit.
  • Kondisi bayi harus dipantau terus. Kalau keadaannya tidak membaik, mengalami kejang, dehidrasi, atau kesadarannya menurun, segera bawa ke dokter. 
Siang tadi senyum sudah muncul lagi di bibir Maira. Walaupun kelihatan masih lemas, tapi semangatnya untuk beraksi sudah muncul lagi. Jerit-jerit kesenangan saat mendengar suara kakak-kakaknya pulang sekolah. Goyang-goyang waktu mendengar musik. Dan, so pastilah kalau soal berantakin barang-barang, sih. Juara! :)))


Tugasku sekarang, mengembalikan staminanya dan nafsu makannya. Sakit sebentar aja langsung kurus :( Mohon doanya, ya, supaya Maira sehat selalu :)


17 comments

  1. Makasih infonya, Mak. Bermanfaat banget. Ga ada sekolah khusus untuk orangtua, tapi jadi orangtua, harus belajar terus. Semoga Maira selalu sehat. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mak. Aamiin, makasih doanya :*

      Delete
  2. semoga maira sehat selalu ya dan makin pintar serta lucu...ia mak...saya waktu fitry masih bayi dan umur bulanan gitu sering stress klu dia udah panas.maklum anak pertama dan bawaannya selalu khawatir.klu skrg udah ga lagi dan sya udah terapkan spt yg mak tulis itu.makasi ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya 5 anak juga masih suka khawatir, Mak :D

      Delete
  3. Anak saya pernah mak..tertular kakaknya..kakaknya entah tertular dr siapa..

    ReplyDelete
  4. semoga maira selalu sehat yaaa... tks infonya mak :) btw, bagaimana cara membedakan antara panas karena virus dan panas karena bakteri ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Panas karena virus gak akan turun meskipun dikasih obat penurun panas.

      Kalo karena bakteri, setelah minum obat penurun panas, biasanya turun. Dokter biasanya ngasih antibiotik. karena bakteri harus diobati pk antibiotik

      Delete
  5. Alhamdulillah... meski masih khawatir, tapi sudah agak lega lihat senyumnya Maira. Sembuh ya sayangku. Muah muah

    ReplyDelete
  6. Waaa Maira udah ketawa lagi. Alhamdulillah. Jadi ingata pulang dari mudik Lebaran, dari bandara langsung cuss ke rumah sakit karena si bungsu panas gak sembuh2. Kt dokter virus, disuruh nunggu 3 hari lagi baru balik kalau nggak sembuh krn berarti campak. Gejala mirip campak tp bukan campak.

    ReplyDelete
  7. Maira sudah sembuh? Alhamdulillah.
    Iya Mak, aku juga udah beranak 3, tetep aja panik dan takut kalo anak demam/panas. Soalnya kan panas itu cuma gejala penyakit. Jadi penyakit apa pun bisa berawal dari panas. Kita harus selalu waspada jadinya.

    Sehat selalu, Maira. ^^

    ReplyDelete
  8. gimana nafsu makan Maira sekarang, Mak? :)

    ReplyDelete
  9. Eh mak'e tapi dokter sekarang kebanyakan selalu main beri antibiotik ajah hanya dengan "panas"

    Tank'smak, jadi tau cara ngompres yg benar

    ReplyDelete
  10. semoga segera pulih ya. Mudah-mudahan napsu makannya segera kembali

    ReplyDelete
  11. Sedih ya mak, kalau anak lagi sakit :(
    Alhamdulillaah anakku tetep mau makan sekalipun sakit, jadi aku ga terlalu khawatir dan dia juga ga terlalu lemas jadinya :)

    ReplyDelete
  12. Noted! 6bln-3thn ya mba...smg aku bisa tenang menghadapi pas masanya...
    btw itu makannya ibunya kualitas bukan kuantitas ya wkwkwkw *berasa yg makannya banyk xD

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)