[Sponsored Post] Anak Cerdas Berkat Pencernaan Sehat

Punya anak cerdas, pasti jadi impian semua orangtua. Ternyata, langkah awal menjadi anak cerdas itu dimulai dari pencernaan yang sehat. Yes, ilmu baru yang aku dapat setelah menghadiri undangan dari PT Nestle Indonesia pada hari Kamis, tanggal 3 April 2014 yang lalu. Bertempat di Legian 1 Room, Gran Melia Hotel, Jakarta, PT Nestle Indonesia menggelar press conference bertema “Gut-Brain Axis : Pencernaan Sehat Awal si Kecil Cerdas”.


Hadir sebagai narasumber di acara ini adalah, Dr. Ahmad Suryawan dr., Sp.A(K), ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya, Pakar gizi medik Dr. Saptawati Bardosono, dr., M.Sc dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan Rini Hildayani M.Si. Psychologist, psikolog anak dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Materi pertama disampaikan oleh Dr.Saptawati, dengan tema Peran Zat Gizi Dalam Tumbuh Kembang dan Kesehatan Saluran Cerna. Saluran cerna sangat penting untuk memecah dan menyerap zat gizi karena 80% sel-sel yang berfungsi untuk daya tahan tubuh manusia, terdapat di dalam sistem pencernaan. Zat gizi berupa karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, serat, dan air, didapat dari beragam sumber makanan yang kita makan. Tapi ternyata, makanan saja tidak cukup. Saluran cerna harus sehat supaya penyerapan zat gizinya jadi optimal.

Doc: Happy Tummy Council PT Nestle Indonesia
Klik untuk gambar lebih besar
Penyerapan zat gizi yang tidak sempurna, bisa mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Dan ternyata, yang disebut malnutrisi itu bukan cuma kekurangan berat badan saja loh. Berat badan yang berlebihan juga termasuk malnutrisi. Untuk menjaga berat badan ideal, perlu dijaga keseimbangan antara asupan makanan dan energi yang dikeluarkan. Berat badan ideal bisa diketahui dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang ideal untuk penduduk Asia Pasifik adalah 23,00.

Pengen tau berapa IMT-mu, ini rumusnya:

Indeks Massa Tubuh (IMT) = BB (kg) / kuadrat TB (m2)

Asupan gizi yang tepat harus dimulai sejak masa kehamilan. Saat hamil, makanlah dengan teratur, dan pilih makanan bergizi seimbang, karena efeknya bisa berpengaruh pada kesehatan janin di masa mendatang. Setelah bayi lahir, berikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

ASI, sangat penting untuk bayi. Duh, jadi ingat obrolan dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu. Waktu itu aku menanyakan kenapa dia berhenti menyusui bayinya padahal belum 6 bulan. Jawabannya bikin speechless. Katanya, minum ASI aja kurang mantap dan kurang meyakinkan. Padahal temanku itu melek informasi. Kenapa informasi tentang pentingnya ASI untuk bayi, luput dari perhatiannya, ya? :(

Dari materi yang disampaikan oleh Dr. Tati, jelas sekali terbaca, begitu banyak manfaat ASI untuk bayi. Dari pengalaman memberikan ASI eksklusif untuk kelima anakku, sudah terbukti deh kehebatan ASI. Tapi mungkin memang ada juga yang belum tau kenapa ASI penting sekali untuk bayi. Seperti temanku itu.

Doc: Happy Tummy Council PT Nestle Indonesia
Klik untuk gambar lebih besar
Bayi yang belum lahir, saluran cernanya masih steril. Namun begitu dia menjalani proses kelahiran, dia mulai menghirup bakteri. Bayi yang lahir normal, menghirup bakteri yang ada di jalan lahir. Bayi yang lahir melalui operasi caesar, segera menghirup dan terkena bakteri sesaat setelah dia dikeluarkan dan kontak dengan penolong persalinannya. Bakteri-bakteri itu bisa berbahaya untuk bayi baru lahir. Untuk menjaga kesimbangan dan kesehatan cernanya, bayi baru lahir harus segera mendapatkan suplementasi probiotik (bakteri baik). Tujuannya supaya sistem imun dan saluran cerna bayi terlindungi.

Probiotik yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir, ternyata sudah terdapat di dalam ASI, yaitu Lactobacillus Reuteri. Pemberian Lactobacillus Reuteri sudah terbukti mampu mengurangi berbagai gangguan saluran cerna seperti diare, konstipasi, kolik, serta nyeri perut.  That's why bayi ASI jarang mengalami gangguan pencernaan seperti konstipati, kolik, atau diare.

Selesai penyampaian materi dari Dr. Tati, psikolog Rini Hildayani menyampaikan materi tentang Kesehatan Saluran Cerna Ditinjau Dari Aspek Psikologis. Menurut Ibu Rini, salah satu faktor resiko kesehatan saluran cerna adalah STRESS. Dan ternyata, stress itu tidak hanya dialami orang dewasa saja. Anak-anak, bahkan bayi sekalipun bisa mengalami stress sejak masih berada dalam kandungan. Wah! :((

Stress selain bisa menyebabkan masalah tingkah laku seperti  temperamen tinggi, frustrasi, menangis, marah, juga bisa menyebabkan timbulnya masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan. Dua tahun pertama umur anak merupakan periode sensitif perkembangan attachment anak dengan orang atau lingkungan terdekat mereka. Supaya tidak mudah mengalami stress, anak-anak harus mendapatkan secure attachment dari orangtua mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi secure attachment adalah parental sensivity (kemampuan orangtua memberi umpan balik yang responsif terhadap tanda-tanda yang diberikan bayi). Dalam kegiatan sehari-hari, parental sensitivity dapat terlihat dari kegiatan menyusui dan pemberian makan. Anak-anak yang mendapat secure attachment dari orangtua dan lingkungan mereka umumnya tumbuh menjadi anak yang bahagia dan sehat.

Sesi pemberian materi terakhir disampaikan oleh Dr. Ahmad Suryawan (Wawan). Materi Dr. Wawan adalah tentang Kesehatan Saluran Cerna Dan Perkembangan Perilaku Dan Kecerdasan Anak. Anak cerdas dan sehat, bukan diperoleh dengan cara instant. Tapi melalui proses panjang tumbuh kembang anak. Perjalanan jangka panjang tumbuh kembang anak harus dimulai sejak sebelum hamil. Setelah anak lahir, umur 0-6 tahun adalah periode kritis perkembangan otak usia dini. Pada masa ini, perkembangan otak anak mencapai 95% dari total fungsi otak manusia. Di 2 tahun pertama, fungsi otak anak bahkan sudah mencapai 80%. Oleh karena itu anak-anak di bawah umur 2 tahun membutuhkan stimulasi dan nutrisi yang tepat supaya mereka dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Kaitan erat antara stimulasi dan nutrisi tepat untuk anak inilah yang menjadi misi dari Happy Tummy Council melalui konsep Gut-Brain Axis. Happy Tummy Council adalah sebuah dewan yang terdiri dari 5 pakar kesehatan, 3 diantaranya adalah Dr. Tati, Dr. Wawan, dan Ibu Rini yang menjadi pembicara di acara ini. Happy Tummy Council memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya para tenaga kesehatan dan orangtua, mengenai pentingnya saluran cerna bagi tumbuh kembang yang optimal.

Tiga dari lima orang pakar Happy Tummy Council
Doc: Happy Tummy Council PT Nestle Indonesia
Di sesi tanya jawab, aku bertanya tentang gangguan pencernaan yang kerap dialami Moses. Moses, cukup sering mengalami gangguan di saluran cernanya. Kalau sudah kambuh, dia akan muntah terus menerus. Makan apa saja, muntah. Minum, muntah. Kondisi seperti itu bisa berlangsung selama berhari-hari, bahkan pernah sampai dirawat di rumah sakit akibat dehidrasi :( Penyebab muntah yang dialami Moses ini masih belum jelas sebabnya, karena hasil pemeriksaan feses, lendir, darah, semuanya baik-baik saja. Dugaan kami, muntahnya dipicu rasa cemas dan rindu, karena seringnya terjadi ketika Moses berjauhan dengan papinya. Sayangnya, waktu yang disediakan kurang, sehingga aku kurang puas dan rasanya masih ingin bertanya lagi sampai tuntas. Dr. Wawan itu praktek di mana, ya? Kalau perlu aku datangi untuk konsultasi hehehe.

Menghadiri undangan keluar rumah seperti ini jarang sekali kulakukan, mengingat aku tidak leluasa untuk meninggalkan anak-anak di rumah. Tapi dengan banyaknya ilmu baru yang kudapat, sepadanlah dengan perjuanganku dan anak-anak berpisah selama beberapa jam :) Yang bikin tambah seru, apalagi kalau bukan karena bertemu dengan teman-teman super keren dari Kumpulan Emak Blogger. Hahaha! Hidup Emak! Oya, untuk Nestle Indonesia dan [ki:] communication, terima kasih undangannya, ya! ^_^

Doc: Happy Tummy Council PT Nestle Indonesia

12 comments

  1. keren..kapan ya bisa seperti mak sary n emak2 blogger di jakarta n sekitarnya ? nasib tinggal di kepulauan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sementara ini memperluas wawasan dengan membaca dulu, mak. semoga pemerataan pembangunan dan informasi di seluruh wilayah Indonesia segera terwujud ya, mak :)

      Delete
  2. Aku baru tau konsep Gut Brain Axis, dan menarik sekali pembahasannya. DItambah naras sumber dan dokternya juga menyenangkan dalam membawakannya. TFS, mak. AKu belum bikin nih liputannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bikin dong :D meskipun sumbernya sama, sudut pandang yang mendengar bisa berbeda. jadinya kaya manfaat :)

      Delete
  3. Udah mupeng dateng ke sini, tapi bentrok sama DL hiks. Ada catatan ini jadi bisa nambah wawasan walaupun ga datang. Tsf, Mak. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama, cikgu :* lain kesempatan kita bertemu ya :)

      Delete
  4. Tfs mak Sarii...
    Info seperti ini yang diperlukan emak2 sebelum program hamil, biar melek info sebelum punya anak... *ngaca* ^^
    Btw, nggak ada tombol follow blog ya mak? :( artikel2nya bagus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah mampir dan membaca, mak. senang kalau bermanfaat :)

      iya, gak ada tombol follow, emang sengaja :)

      Delete
  5. Wuah sayangnya pencernaan saya kurang sehat mak
    Hmm, makasih informasinya mak
    Moga suatu saat bisa ikutan seminar seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya segera diterapi, Mak. Supaya gak bermasalah terus :)

      Delete
  6. liputannya lengkap, mak
    informasi seperti ini sangat berguna bagi setiap ibu dan calon ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mak. Semoga bermanfaat, ya :)

      Delete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)