Obat TB Gratis, Segera Periksa Dan Fokus Untuk Sembuh

"Anak Ibu kena TB".

Aku tertegun mendengar ucapan dokter di depanku. Tanpa basa-basi, dokter tersebut langsung menjelaskan panjang lebar apa saja yang harus kulakukan untuk pengobatan kedua anakku. Dua anak? Iya. Dua anakku divonis kena tuberkulosis pada saat yang bersamaan, penyakit yang sering dianggap penyakit kutukan dan sangat menular itu. 

Kenapa mereka sampai bisa kena TB? Tertular dari siapa? Gara-gara apa? Pertanyaan-pertanyaan silih berganti berkecamuk di benakku. Dan jadi tidak penting lagi ketika dihadapkan pada tanggungjawab untuk menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan. Kesehatan menjadi mahal harganya, ketika dokter memberikan gambaran berapa biaya yang harus kukeluarkan selama 6 bulan pengobatan. 


Beruntung dokter anakku waktu itu sangat informatif. Beliau menyarankan aku untuk menjalani pengobatan di Poliklinik Pemberantasan Penyakit Paru di daerah Jakarta Pusat. "Pengobatan untuk pasien TB di sana, gratis," katanya. Artinya, selama 6 bulan penuh, kedua anakku akan mendapat pemeriksaan dan obat TB gratis.

Kejadian di atas aku alami pada tahun 2008, 6 tahun yang lalu. Sekarang, kedua anakku yang divonis TB sudah sembuh total, setelah menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan. Waktu yang panjang dan melelahkan kami lewati sama-sama demi kesembuhan mereka. Setiap hari, anak-anak harus minum obat. Tidak boleh lupa satu hari pun. Jadwal pengambilan obat TB ke poliklinik harus dipatuhi. Waktu itu, aku harus menandatangani surat pernyataan bahwa aku akan bertanggung jawab untuk pengobatan TB kedua anakku sampai tuntas. Jadwal pemeriksaan, pengambilan obat, dan pemberian obat, semua ada catatannya. Kartu ini harus disimpan selama-lamanya.

Kartu catatan jadwal pemeriksaan,
pengambilan obat, dan minum obat TB
TB anak, sama seperti TB pada orang dewasa, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bedanya, pada bayi dan anak tidak menular. Pada orang dewasa, sangat menular. Meskipun TB anak tidak menular, tetap harus diobati sampai tuntas, minimal 6 bulan. TB yang tidak diobati sampai tuntas bisa menjadi resisten dan sulit diobati, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Yang paling berbahaya tentu saja karena TB sangat menular. 

Karena dampak dan penularannya yang sangat berbahaya, pemerintah melalui Surat Keputusan No. 1190/Menkes/SK/2004 tentang Pemberian Gratis Obat Anti TB dan Obat Anti Retroviral (ARV) untuk HIV dan AIDS, menyediakan paket obat TB gratis di puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Obat TB gratis ini harus dioptimalkan untuk menghilangkan beban biaya pengobatan penderita TB. Sehingga penderita TB dan keluarganya tinggal fokus untuk menjalani pengobatan sampai sembuh. 

Jadi jika memiliki gejala penyakit TB (batuk berdahak lebih dari 2 minggu bahkan hingga mengeluarkan darah, berat badan yang menurun drastis, demam, serta sakit pada bagian dada), SEGERA PERIKSA ke puskesmas atau rumah sakit pemerintah. Tidak perlu khawatir, TB bisa disembuhkan asal disiplin menjalani pengobatan. Tidak perlu khawatir biaya mahal, karena obat TB gratis tersedia di puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Sebagai seorang ibu dari anak yang penah terkena TB, aku sudah merasakan manfaat obat TB gratis. Tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya pengobatan, cukup FOKUS dengan pengobatan SAMPAI SEMBUH.


Referensi:

20 comments

  1. pengalaman bisa jadi bahan tulisan yang menarik mak. Semoga berhasil ya lombanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sharing pengalaman untuk menyebarluaskan info penting itu, wajib, mak :) terima kasih ya :)

      Delete
  2. Sangat informatif mak, terima kasih banyak atas tulisannya. Sungguh pengalaman menjadi pelajaran yang sangat berharga, bahwa TB yang selama ini sering disebut penyakit yang mematikan ternyata dapat disembuhkan asal rutin berobat. Semoga menang ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan lupa minum obatnya setiap hari. kuncinya harus disiplin supaya tuntas dan sembuh. terima kasih ya :)

      Delete
  3. Siapa yang kena TB saat itu, mak? Btw, gimana supaya bisa tau kalau seseorang kena TB, yak? *banyaknanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ashira dan Bima.
      Lewat tes, Mak. Kalo ada gejala TB, nanti dokter akan melakukan serangkaian tes. Untuk awal biasanya tes dahak, rontgen dada.

      Delete
  4. informatif sekali mak sharingnya...alhamdulillah sekrang sudah sembuh total ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, iya, Mak. Semoga makin banyak penderita TB yang disiplin berobat dengan adanya obat TB gratis.

      Delete
  5. Alhamdulillah ya, sudah sembuh ...
    Sukses lombanya, mak

    ReplyDelete
  6. semoga sukses mak lombanya. dan terima kasih sudah membantu mempromosikan pengobatan gratis TB. yang perlu diingat, TB anak itu tidak selalu menimbulkan gejala batuk. kalo dewasa memang gejala utama batuk lama. semoga orang tua jeli memperhatikan kesehatan anaknya, dan gizi anak itu sangat penting agar tidak mudah tertular penyakit seperti TB :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih info tambahannya, Mak. Kebetulan anak-anak waktu itu memang gejalanya batuk gak sembuh-sembuh. Jadi ketahuan.

      Delete
  7. Umur berapa pas kenanya mak? Ekstra sabar ya meminumkan obat sama anak. Semoga seterusnya sehat semuanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umur 6 dan 3 tahun, Mak. Iya sabar pake ekstra banget. terutama membujuk kala mereka sudah mulai bosan minum obat.

      Delete
  8. Wah... kebayang ya anak-anak harus makan obat setiap hari. Alhamdulillah mereka sudah sembuh. Semoga semua penderita TB bisa sembuh total dengan obat gratis ini ya, Mak. TFS, ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mak. yang paling susah itu saat mereka mulai bosan minum obatnya.

      Delete
  9. baru tahu kalau obat TB grtais, harus di sosialisasikan ya mak supaya banyak yang tau

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mak. supaya makin banyak penderita TB yang mau berobat dan sembuh.

      Delete
  10. temukan dan sembuhkan tuberkulosis...

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah ketemu dgn yg udh pengalaman mengurus anak yg kena TB, salam kenal yaa bun :)
    Aku lagi galau neh bun, anakku zakiyy udh hampir sebulan batuknya blm juga sembuh, padahal udh 3 x bolak-balik ke dokter :(
    Setelah baca artikel ini aku langsung ngebayangin gimana klo anakku juga harus minum obat selama itu diusianya yg baru 10 bulan??? Ya Allah... Tambah galau aku bun :'(
    Rencananya besok mau kepuskesmas untuk periksa lagi kenapa batuknya blm juga sembuh, minta doanya yaa bun moga anakku baik-baik saja dan bukan kena TB. Maaf klo kepanjangan... Makasih bun infonya sangat membantu :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)