Yakin, TB Bisa Disembuhkan!

Orangtua mana yang tidak khawatir saat anaknya didiagnosa kena Tuberkulosis dan harus menjalani pengobatan selama 6 bulan berturut-turut? 

Waktu aku kecil, aku pernah mendengar cerita tentang tetangga di kampung Ibu yang sakit TB dan akhirnya meninggal. Katanya, TB (dulu disebut TBC) itu penyakit kutukan dan gak ada obatnya. Penderita TB harus diasingkan supaya tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Belum lagi gunjingan orang-orang sekampung perihal penyakitnya. Bukan cuma penderita, keluarganya pun dijauhi masyarakat.

Waktu tau dua orang cucunya kena TB, Ibuku panik bukan kepalang. Apalagi pikiran Ibu masih terbawa pandangan masyarakat pada umumnya tentang TB. Berbekal informasi dan pengetahuan yang kudapat, akhirnya aku bisa meyakinkan Ibu, kalau cucu-cucunya bisa sembuh, asal menjalani pengobatan rutin.

Dan, ya, melalui pengobatan dan perjuangan panjang selama 6 bulan, kedua anakku dinyatakan sembuh TB. Rasanya seperti lepas dari ikatan tali yang sangat erat. Lega, tapi juga jadi PR panjang supaya kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Kasus TB di Indonesia masih sangat tinggi, rangking 4 penderita TB terbanyak di dunia. Setiap tahun masih ada 460.000 kasus baru, dan 67.000 diantaranya meninggal. Itu sama artinya, setiap hari ada sekitar 186 penderita TB yang meninggal.

Meskipun informasi dan pengetahuan tentang penyakit TB sekarang lebih mudah didapat, tapi penyebaran informasi itu belum merata di semua kalangan masyarakat. Masih ada sebagian masyarakat yang awam tentang penyakit dan pengobatan TB. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan pun masih perlu ditingkatkan. Padahal , kunci sembuh dari TB dan upaya pencegahan TB adalah disiplin dan pola hidup sehat.

Bagaimana caranya supaya sembuh dari TB. Beberapa cara ini aku gunakan ketika merawat anakku yang kena TB:
  • Disiplin minum obat. Supaya tidak lupa minum obat setiap hari, aku pakai reminder/alarm di handphone pada jam yang sama. Setelah rutin dilakukan, lama-kelamaan tidak perlu pakai reminder lagi, karena sudah jadi kebiasaan. Tapi reminder tetap kupasang sampai pengobatan selesai. Gak mau ambil resiko lupa!
  • Pengingat yang kedua, menuliskan tanggal di setiap kemasan obat yang harus diminum tiap hari. Jadi, kalau terlewat reminder di handphone, dan lupa apakah sudah minum obat atau belum, tinggal cocokkan tanggal di kemasan obat dengan tanggal hari ini.
  • Perbaiki pola makan dan gizi. Dengan kondisi tubuh yang sehat, sistem imun yang kuat, akan membantu kerja obat membunuh bakteri.
  • Sering cuci tangan dan menjaga kebersihan.
Lalu bagaimana meyakinkan masyarakat, terutama pasien TB, kalau mereka bisa sembuh?
  • Rangkul dan ajak pasien TB yang sudah berhasil sembuh untuk aktif dan ikut dalam kampanye #SembuhkanTB, karena:
  • Seringnya, orang lebih mudah percaya cerita yang berdasarkan pengalaman pribadi daripada cerita tentang pihak kedua, ketiga, dan seterusnya. 
  • Seringnya, orang lebih mempercayai cerita yang mereka dengar langsung dari pihak pertama yang mengalami, daripada mendengar dari phak kedua, ketiga, dan seterusnya
  • Kampanye #SembuhkanTB melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, Blog, dan lain-lain. Konsep kampanye sebaiknya dibuat fun dan sekreatif mungkin. Jadi, meskipun pesan yang disampaikan serius, cara penyampaiannya tidak "menyeramkan". Kampanye dibuat mengikuti trend pada saat itu. Kalau sekarang sedang trend foto selfie, why not kampanyenya pakai foto selfie ^_^
  • Ketika ada pasien yang terdeteksi TB, tenaga kesehatan dan tim penyuluh harus sigap merangkul keluarga pasien, dan memberikan pengarahan tentang pendampingan serta informasi yang benar. Supaya pasien tidak merasa sendirian. Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat itu membantu pemulihan secara psikis. TB memang menular, tapi semangat juga bisa menular. Dan semangat yang ditularkan orang-orang tercinta, menyehatkan jiwa. Jiwa yang sehat dibutuhkan untuk proses kesembuhan. 
Referensi:


12 comments

  1. Insya Allah semua penyakit bisa disembuhkan, apalagi kalo sudah ada obatnya ya, Mak. Asal konsisten berobat dan bersabar.

    ReplyDelete
  2. Aamiin. Benar, Mak. Yang penting juga adalah keinginan yang kuat dari pasien untuk sembuh.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulilah ya mak putranya sdh sembuh dari TB. Semoga sehat terus ya mak:)amin

    ReplyDelete
  4. syukurlah anaknya sudah sembuh dari TB ya mak.. tetap jaga kesehatan ya.. semoga berhasil :D

    ReplyDelete
  5. berobat tuntas, tb bisa disembuhkan... indonesia bebas tb, yes !

    ReplyDelete
  6. SEMOGA PENDERITA TB MULAI BERKURANG YA MAK :D

    ReplyDelete
  7. Wah Mak pasti sedih banget ya saat anak-anak sakit, tapi berkat telaten berobat dan disiplin akhirnya badai itu berlalu juga. Tetep semangat Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Terima kasih. Semangat itu, pasti! ^_^

      Delete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)