Kerjasama Mencegah TB Resistan Obat

"Sakit TB bisa berulang. Jadi tanggung jawab Ibu sangat besar, terutama memastikan anak-anak Ibu minum obat SETIAP HARI."

Aku ingat betul penekanan kata 'setiap hari' yang diucapkan dokter yang merawat anak-anak, saat mereka terinfeksi kuman Tuberkulosis. Padahal aku sendiri paling susah minum obat. Tapi demi kesembuhan anak-anak, tidak ada cara selain patuh pada perintah dokter. Apa jadinya kalau sampai aku lalai, dan anak-anak kena TB Resistan Obat? Oh, no!

Apa sih TB Resistan Obat?

Siapa suka main Tetris? Kadang-kadang kalau sudah kelamaan main, kita jadi jenuh dan cenderung gak sabaran pengin cepat naik level. Akibatnya, kita malah gak berhasil menempatkan balok-balok yang berjatuhan dalam formasi bangunan yang saling mengunci. Tumpukan balok itu makin lama makin tinggi dan makin susah menyelesaikan permainan. Bahkan harus mulai lagi dari awal permainan. 

TB Resistan Obat juga begitu. Penyebabnya adalah, fokus untuk sembuh berkurang akibat jenuh dan bosan minum obat. Atau penderita sudah merasa sehat setelah minum obat selama beberapa waktu, sehingga memutuskan untuk berhenti minum obat TB. 

Seseorang yang dinyatakan terkena TB, harus minum obat minimal selama 6 bulan. Nah, 6 bulan itu kan lama, ya? Sangat wajar sekali penderita TB mengalami kejenuhan minum obat, terlewat satu dua hari gak minum obat, bahkan sampai berhenti minum obat karena merasa sudah sehat. Padahal syarat sembuh TB sampai tuntas adalah DISIPLIN MINUM OBAT DENGAN DOSIS TEPAT DAN TERATUR SELAMA WAKTU YANG DITENTUKAN OLEH TENAGA KESEHATAN. Kalau syarat sembuh TB ini dilanggar, kuman TB akan jadi kebal (resisten) terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Akibatnya, penderita TB harus minum obat lebih lama. Sementara itu, ketika obat semakin banyak digunakan, resiko resistensi obat pun meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Proses penyembuhan jadi lebih lama, penderita makin jenuh, dan resiko putus obat ikut meningkat. Puncaknya, tidak hanya membahayakan penderita TB, kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar penderita terancam karena resiko penularan makin tinggi.

Siapa saja yang beresiko mengalami TB Resistan Obat?
  • Penderita yang tidak minum obat dengan teratur sesuai saran tenaga kesehatan.
  • Penderita dengan riwayat TB berulang, atau sudah pernah terkena TB.
  • Berasal dari wilayah dengan beban TB Resistan Obat yang tinggi, dan
  • Memiliki kontak dengan penderita TB Resistan Obat.

Pencegahan TB Resistan Obat

Untuk mencegah terjadinya TB Resistan Obat, pihak pertama yang seharusnya paling bertanggung jawab tentunya penderita TB. Orang sakit TB harus punya semangat yang kuat untuk sembuh. Karena kesembuhannya, berdampak pada orang-orang tercinta dan lingkungan terdekatnya. 

Apa yang bisa dilakukan oleh penderita TB supaya sembuh dan mencegah TB Resistan Obat?
  • Disiplin minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Gunakan masker selama menjalani pengobatan.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin. Bawa selalu tisu atau saputangan kemanapun pergi.
  • Buang dahak ke dalam tempat tertutup. Kubur dalam tanah atau bakar.
  • Selalu mencuci tangan pakai sabun sampai bersih.
  • Buka jendela ruangan (kamar tidur) supaya ada sirkulasi udara.
  • Pisah kamar dengan anggota keluarga yang lain dan jaga supaya barang-barang yang dipakai selalu bersih.
  • Terapkan pola hidup sehat dengan mengatur asupan makanan dan gizi seimbang.

Namun, penderita TB tidak boleh dibiarkan sakit dan berobat sendirian. Apalagi TB pada anak-anak. TB memang menular, tapi semangat (positif) juga bisa menular. Hal ini harus terus diingat oleh keluarga dan orang-orang di lingkungan penderita TB. 

Ini yang bisa dilakukan keluarga dan orang-orang terdekat supaya penderita TB sembuh tuntas dan tidak mengalami TB Resistan Obat:

  • Dampingi terus penderita TB. Beri semangat, ingatkan minum obat, temani berobat, dan ciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang. 
  • Jaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
  • Jaga kebersihan dan kesehatan masing-masing supaya tidak mudah tertular TB.

Ini tulisan tambahan setelah artikel ini diposting. Susan, my fellow blogger meninggalkan komentar di postingan ini dan bertanya, sebagai ibu apa tipsnya supaya anak-anak mau terus minum obat, padahal biasanya anak-anak susah minum obat. Menurutku, apa yang ditanyakan Susan itu penting, terutama untuk ibu-ibu yang anaknya terkena TB seperti yang pernah aku alami.  Pengobatan TB tidak ada alternatifnya, so as their mom, I just did what I HAD TO DO supaya anak-anak sembuh dari TB. Aku mengutamakan kesembuhan dan masa depan anak-anak, di atas perasaan gak tega dan iba mendengar rengekan penolakan mereka minum obat setiap hari. Aku percaya, setiap ibu, pasti punya cara sendiri untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Trust your feeling as their mom. I trusted my self as a mom.



Garda pendukung berikutnya adalah pemerintah melalui tenaga kesehatan yang memberikan pengobatan untuk penderita TB.
  • Menyediakan obat TB gratis di puskesmas dan rumah sakit pemerintah
  • Memberikan pengobatan yang tepat, baik panduan, dosis, lama pengobatan, maupun kualitas obat. 
  • Memberikan pendampingan dan penyuluhan intensif untuk keluarga penderita TB.

Pencegahan TB Resistan Obat tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada KERJASAMA dan KOLABORASI antara penderita TB, keluarga penderita, dan tenaga kesehatan. Mari optimis dan semangat mewujudkan Indonesia Bebas TB.

21 comments:

  1. jadi intinya kerjasama dan kolaboorasi yaa biar sembuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak bisa berjuang sendirian, mak :)

      Delete
  2. peran ibu sangat dibutuhkan untuk kesembuhan anak-anaknya ya.. gmn tu tipsnya buat tetep rutin minum obat untuk anak-anak padahal mereka rata rata susah disuruh minum obatnya? hehe.. semoga menang lagi juga ya mak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kasus TB yang menimpa anak-anak, terus terang aku gak punya tips, Mak. I just did what I had to do. Kalo pada waktu2 tertentu aku harus tegas dan memaksa mereka minum obat, then I did that. Karena pengobatan TB bukan sesuatu yang bisa digantikan dengan alternatif yang lain.

      Yang pasti, sebagai ibu, aku punya naluri untuk membuat mereka mau minum obat setiap hari selama 6 bulan tanpa bikin mereka jadi trauma. Alhamdulillah, mereka tetap baik-baik saja, bahkan lupa kalau dulu pernah harus setiap hari minum obat TB :)

      Delete
  3. Wah aku mendapat info masukan yang berguna, tentunya demi kesehatan dan perkembangan buah hati. Do the best as GoodMom :)

    ReplyDelete
  4. aku klo udah masalah minum obat paling susah..apa lagi klo hrs minum tiap hari dgn wkt yg lama...hua..berat...tapi ya itu, krn utk kasus tb gak ada alternatif lain jadi mau gak mau harus dipaksa utk teratur minum obat ya mak...

    ReplyDelete
  5. sia-sia ya kalau sampai terlewat minum obat sehari saja

    ReplyDelete
  6. iya, kasian yang udah resisten sama obat ya, mak. harus minum dosis yang lebih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya harus disiplin, supaya gak resisten

      Delete
  7. waktu masih TB biasa saja obat yg harus diminum banyak, apalagi klo udah MDR, jangan sampai TB nya jadi resisten ya mak

    ReplyDelete
  8. Itu sebabnya pentingnya disiplin dan kesabaran dlm berobat ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip, begitu, neng. udah mengalami sendiri kan, pentingnya disiplin dan sabar dalam berobat :)

      Delete
    2. sip, begitu, neng. udah mengalami sendiri kan, pentingnya disiplin dan sabar dalam berobat :)

      Delete
  9. wah.. semoga bermanfaat yak mak... :) oh iya, semoga menang juga :)

    ReplyDelete
  10. bagus gerakannya nih...harus di dukung

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk, ikut menulis #sembuhkanTB di blog :)

      Delete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)