Tantangan Kolaborasi Untuk TB Dan HIV

Penyakit apapun, kalau dibiarkan tanpa upaya penyembuhan, bisa menganggu kesehatan jangka panjang penderitanya. Apalagi kalau penyakit itu termasuk ke dalam golongan penyakit yang gampang menular. Dampak negatifnya bukan hanya dirasakan si sakit, tapi menyebar ke lingkungan sekitarnya. Misalnya penyakit Tuberkulosis. Gejala awal TB biasanya hanya batuk. Oleh karena itu sering tidak langsung terdeteksi. Batuk adalah penyakit yang umum menyerang penduduk di daerah tropis seperti Indonesia. Meskipun batuk gampang menular, pada kenyataannya banyak yang mengabaikan pengobatan batuk. Pada umumnya beralasan, batuk bisa sembuh sendiri. Kalaupun diobati, hanya ala kadarnya dengan minum obat batuk yang banyak beredar di pasaran.

Sama seperti batuk (biasa), penularan TB juga gampang sekali, hanya melalui percikan ludah atau dahak penderita. Sekali saja penderita TB batuk dan dahaknya yang mengandung kuman TB mengenai orang lain di dekatnya, orang tersebut bisa ikut tertular TB.

Bakteri TB adalah bakteri yang sangat kuat. Untuk sembuh dari TB, penderita harus menjalani pengobatan minimal selama 6 bulan. Setelah dinyatakan sembuh TB pun, bukan berarti tidak bisa kena lagi. Bakteri TB bisa tidur dan tidak aktif dalam jangka waktu yang lama (TB Laten). Menjalani pola hidup sehat menjadi syarat mutlak bagi (mantan) penderita TB kalau tidak mau terjangkit untuk kedua kalinya. Apalagi kalau penderita TB tidak disiplin minum obat, bakteri TB menjadi resisten dan makin sulit diobati. Kondisi tubuh yang lemah akibat TB tentunya akan semakin berbahaya kalau penderita mengalami komplikasi dengan penyakit yang lain, misalnya HIV/AIDS.

TB + HIV = Persekutuan Berbahaya!

HIV adalah virus yang menyerang sisitem kekebalan tubuh. Orang dengan HV/AIDS (ODHA) jadi gampang terserang penyakit karena tubuhnya tidak lagi punya imunitas dan sulit sembuh. Kalau ODHA terserang TB, selama apa pun diobati, tetap tidak akan sembuh. Tubuh ODHA tidak akan merespon dan bekerjasama dengan obat TB, karena sistem imunnya terserang virus. Resiko kematian yang tinggi juga dihadapi orang yang memiliki TB Laten dan terkena HIV/AIDS. TB Laten bisa bangun dan aktif karena kekebalan tubuh menurun akibat serangan virus HIV/AIDS.

ODHA dan penderita TB tidak pernah tahu secara pasti ketika pertama kali mereka terkena HIV/AIDS dan bakteri TB. Batuk sebagai gejala awal TB, kerap diabaikan karena disangka penyakit yang bisa sembuh sendiri. Sedangkan ODHA tidak akan mengetahui dirinya terkena HIV/AIDS karena kelihatannya sehat. HIV/AIDS baru bisa diketahui melalui pemeriksaan darah. TB pun baru bisa diketahui setelah serangkaian uji dahak dan rontgen.

Periksa Sedini Mungkin

Saat ini, dunia, termasuk Indonesia, sedang menghadapi endemi HIV/AIDS. Dan ternyata, TB menjadi penyebab kematian utama pada ODHA. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui sedini mungkin infeksi TB dan HIV/AIDS. Begitu seseorang terdiagnosa TB, tes HIV/AIDS harus sesegera mungkin dilakukan. Supaya diagnosa dan pengobatan HIV pada pasien TB bisa segera dilakukan untuk mencegah sistem kekebalan tubuh pasien TB semakin menurun. Sebaliknya pun begitu. Pasien HIV/AIDS yang terkena TB harus segera terdiagnosa dan mendapat pengobatan sesegera mungkin. Jangan sampai bakteri TB semakin kuat, padahal sistem imun pasien mulai menurun.

Tantangan Utama: Kolaborasi

Usaha untuk mengetahui sedini mungkin infeksi TB dan HIV tentu tidak mudah. Tantangan utama yang harus dihadapi dalam pengendalian TB dan HIV adalah bagaimana caranya berkolaborasi supaya beban TB pada ODHA berkurang, begitu pula beban HIV pada TB. Kolaborasi membutuhkan koordinasi yang kompak dan solid di semua lini program TB maupun program HIV. Koordinasi meliputi monitoring, layanan kesehatan, konseling, pengobatan, dan evaluasi. Dengan kolaborasi menyeluruh, semoga beban TB dan HIV di masyarakat bisa segera berkurang.

Referensi:


10 comments

  1. tantangan kolabarasi yg sama sekali TIDAK DIHARAPKAN yaMBak.

    Duhh, sepertinya saya bakal sekip di tema kelima ini, beluum bikiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya sih yang aku maksud, tantangan utamanya adalah kolaborasi untuk pengobatan tb dan hiv :)

      Masih 2 hari lagiiii, masih panjang. yuk nulis ^^

      Delete
  2. Selalu suka dengan penjelasan mak sari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat untuk yang baca. Dan Indonesia Bebas TB segera terwujud :)

      Delete
  3. Kalau sudah kena HIV berarti penyakit apapun juga tidak akan sembuh kan mak?

    ReplyDelete
  4. Baca tulisan makte, kok malah bengong mandangin foto ke 5 buah hatimu ya mak. Dan inget percakapan kita saat acara penganugerahan srikandi kmn. Akh.... makte ibu yang hebatttt *hug

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih, Nengnong OOT nih :D *peluk balik*

      Delete
  5. wah, penyakit yang mengerikan yah.

    ReplyDelete