Edukasi TB Untuk Semua

Pengendalian penyakit tuberkulosis sebagai penyakit menular, tidak bisa berhasil kalau hanya tergantung dari kesadaran dan kemauan penderitanya untuk sembuh. Di tulisan-tulisanku terdahulu tentang TB, aku pernah sedikit menyinggung tentang tetangga di kampung ibuku yang meninggal akibat TB. Bukan cuma penderita, keluarganya pun ikut dikucilkan dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitarnya. 

Ketidaktahuan masyarakat bahwa TB BISA SEMBUH dan bukan penyakit kutukan, disebabkan kurangnya informasi dan minimnya sosialisasi dari pemerintah dan tenaga kesehatan. Faktor lainnya adalah dari masyarakat sendiri yang belum memiliki kesadaran untuk memelihara kesehatan sendiri dan kesehatannya lingkungannya. Hal ini bisa jadi disebabkan karena perhatian mereka lebih diutamakan untuk mengatasi beban hidup yang tinggi. Karenanya, TB rentan sekali menyerang masyarakat dari kalangan ekonomi bawah. TB identik dengan kemiskinan, lingkungan kumuh dan padat penduduk. Dimana akses mereka untuk memiliki perilaku hidup bersih dan sehat sangat terbatas.


Ketika 2 orang anakku terkena TB, aku sempat dipertemukan dengan sebuah yayasan yang aktif mengurusi TB. Mereka menggunakan dana hibah dan menyalurkan bantuan untuk para penderita TB di kawasan yang belum terjangkau bantuan pemerintah dan masih minim layanan kesehatan. Pada waktu itu, apa yang dilakukan mereka cukup efektif untuk menemukan pasien TB yang hilang dan belum terlaporkan. Tapi karena keterbatasan sumber daya manusia, pengobatan dan penyembuhan pasien TB yang baru ditemukan itu tidak menunjukkan hasil memuaskan. 

Apa sebabnya? Yayasan tersebut kekurangan tenaga relawan yang mau turun ke lapangan, mencari dan berinteraksi langsung dengan penderita TB. Mungkin karena sifatnya kerja sosial, atau karena masih ada ketakutan tertular TB. Padahal antusiasme masyarakat di lingkungan yang mereka datangi, beberapa diantaranya sangat tinggi, untuk memeriksakan diri dan mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Nah ternyata, edukasi tentang TB tidak hanya dibutuhkan oleh penderita TB dan keluarganya saja. Masyarakat umum pun, terutama masyarakat yang sehat, sebaiknya diberikan edukasi tentang TB kalau kita ingin Indonesia Bebas TB segera terwujud. Edukasi TB untuk penderita dan keluarga, adalah tentang cara minum obat yang benar dan perilaku hidup sehat supaya TB tidak menular ke sekitarnya. Edukasi TB untuk masyarakat yang sehat adalah tentang pengenalan penyakit tuberkulosis, penyakit menular yang berbahaya dan mematikan, TAPI BISA DISEMBUHKAN.

Masyarakat yang sehat harus aktif dan reaktif ketika melihat orang terduga TB. Caranya dengan melaporkan dugaan tersebut ke tenaga kesehatan, dan secara persuasif mengajak si terduga TB untuk memeriksakan dirinya. Edukasi TB yang menyeluruh dan tepat sasaran untuk menciptakan kesadaran dan kerjasama yang solid antara penderita TB, masyarakat sehat, dan pemerintah plus tenaga kesehatan, bisa menjadi strategi kunci untuk mengatasi kasus pasien TB hilang dan tidak terlaporkan.


6 comments

  1. Ternyata nggak cuma 1 anak yang terkena mak. Duh, kenayang pegimana refotnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mak. alhamdulillah udah bisa melewati :)

      Delete
  2. Replies
    1. oya? :( semoga pengobatannya berjalan lancar ya

      Delete
  3. memang sosialisasi TB untuk semua kalangan itu yang terpenting ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya sebaran informasinya merata, Mak

      Delete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)