[Sponsored Post] Sahabat Terbaik Untuk Bayiku

"A happy moment for me is when I am looking at my children. There were laughs, tears, smiles, and loves. Every day there are always new stories. Just looking at them just makes me moved and shed tears, remembering again the moments when I was pregnant, gave birth, and raising them."


Orang yang baru mengenalku sering terkejut ketika tahu anakku ada lima. Seringkali, dalam sebuah sesi perkenalan, aku menarik nafas panjang dulu sebelum memperkenalkan diri dan menyebutkan jumlah anakku. Menyiapkan diri untuk menjawab rentetan pertanyaan dari orang yang penasaran. Hihihi.

Semua anakku aku urus sendiri sejak mereka lahir. Pengetahuan merawat bayi baru lahir benar-benar aku mulai dari nol. Guru pertamaku adalah sebuah majalah parenting terkenal. Aku berlangganan majalah parenting waktu hamil anak pertama. Aku juga membeli dan membaca buku-buku tentang kehamilan, proses kelahiran dan perawatan bayi baru lahir. Aku tidak bisa mengandalkan bantuan dari Ibu karena keterbatasan penglihatan beliau. Selain itu, kalau aku tanya-tanya, ibuku juga sudah lupa bagaimana merawat bayi baru lahir :D Ah, jadi kangen Ibu, jadi teringat bagaimana kepanikan dan kehebohan kami berdua ketika aku hamil dan melewati hari-hari pertama setelah kelahiran anak pertamaku :’) 

Waktu hamil anak pertama, aku terkena anemia. Saking butuh perhatian ekstra, dokter kandunganku sampai menuliskan kata ‘anemia’ itu besar-besar dan pakai spidol merah di halaman paling depan buku catatan medikku. Sampai 8 bulan usia kehamilan berat badanku hanya bertambah 6 kilogram. Aku juga mengalami fase mual dan muntah sepanjang kehamilan. Bayangkan saja, setiap hari aku muntah 4 – 6 kali. Kesehatan dan kondisi tubuhku baru mulai membaik 2 minggu sebelum melahirkan. Waktu itu nafsu makanku mulai muncul dan gak pernah muntah lagi. Lumayan loh, dalam waktu 2 minggu itu berat badanku bisa bertambah hampir 2 kilo.

Kondisi kehamilan yang kurang baik membuat aku lebih banyak berada di atas tempat tidur. Supaya tidak bosan, aku mengisi waktu dengan membaca dan ngapalin tips-tips dan informasi seputar proses kelahiran dan perawatan bayi baru lahir. Eits, tunggu dulu, ngapalin? Iyaaa, hahaha. Waktu itu aku berpikir, semakin banyak yang aku hafal, semakin mudah nanti aku mengurus bayiku. Gak akan nyusahin ibuku. 

Tapi ternyata, teori tidak sama dengan praktek. Setelah bayiku lahir, banyak hal yang tidak ada penjelasannya di buku dan majalah parenting itu. Salah satunya adalah, bayiku ternyata mengalami masalah dengan kulitnya sejak baru lahir. Sekujur tubuhnya dipenuhi bintik-bintik merah berair seperti cacar. Kata orang, kulit bayi baru lahir itu lembut dan wangi. Tapi tidak dengan kulit anakku. Waktu itu aku sampai menangis dan bertanya ke dokter, apa kesalahanku sehingga kulit anakku bermasalah. Setelah pulang dari rumah sakit, karena ketiadaan pengalaman sebagai ibu baru, anakku juga kena ruam popok. Huhuhu sedih deh. Ibuku saja sampai menangis melihat kondisi kulit cucunya :’(

Dokter hanya memberi salep dan menyarankan menggunakan diaper sampai ruam popoknya sembuh. Pemilihan diaper atau popok sekali pakai ini juga punya kisahnya sendiri. Jadi, pada waktu baru punya anak itu, aku sama sekali tidak membeli diaper untuk anakku. Aku hanya membeli popok kain dalam jumlah banyak. Waktu aku tanya ke Ibu, apa merek diaper untuk bayi, tentu saja Ibu gak tahu. Saudara-saudara di kampung Ibu malah melarang aku memakaikan diaper untuk anakku. Katanya diaper bisa membuat kaki anak jadi mengangkang terus, dan itu gak baik untuk pertumbuhan kakinya nanti.

Untungnya aku bukan orang yang gampang percaya mitos. Aku tetap mencari info tentang diaper. Dan, ya ampuuuun, aku bingung, karena ternyata banyak sekali merek diaper yang dijual di pasaran. Duh, pilih yang mana?

Naluri seorang ibu adalah memberi yang terbaik untuk anaknya. Tapi ternyata, untuk urusan diaper pun, berlaku faktor cocok-cocokkan. Anakku gak cocok pakai diaper yang sudah kubeli. Ruam popoknya gak sembuh, malah makin memerah. Selain itu karet perekat diaper juga menyebabkan kulit di area pinggang jadi iritasi. Huhuhu aku tambah bingung. Berkali-kali aku ganti diaper dengan merek berbeda, sambil terus menahan pedih melihat kondisi kulit anakku. Sampai akhirnya aku membeli diaper merek Pampers.

Awal aku tertarik membeli Pampers karena melihat diaper yang dipakai bayi temanku, koq tipis sekali. Kayak gak pakai popok. Biasanya bayi yang pakai diaper, bokongnya jadi tebal, dan jadi kelihatan berat banget. Temanku juga bilang Pampers ini permukaannya kering dan bahannya menyerupai kain, jadi gak panas. Ruam popok yang dialami bayiku itu mungkin akibat lapisan dalam diaper yang basah akibat daya serapnya kurang baik, dan bahannya yang seperti plastik, jadi membuat kulit bayi jadi panas dan lembab.

Akhirnya aku beli deh Pampers untuk anakku. Belajar dari pengalaman sebelumnya, aku beli kemasan kecil dulu, untuk uji coba, cocok atau tidak untuk kulit anakku. Ternyata, baru sehari pakai Pampers, ruam popok anakku berkurang, dan sembuh dalam waktu 2 hari. Sejak saat itu, aku hanya memilih Pampers untuk anakku. Ini kisahku 13 tahun yang lalu, ketika anak pertamaku baru lahir. Sekarang, 13 tahun kemudian, aku sudah dikaruniai 5 anak. Si bungsu sekarang umurnya 1 tahun. Dan sama seperti kakak-kakaknya, dia pakai Pampers sejak baru lahir.

Si bungsu Maira juga pakai Pampers

Pampers sudah menjadi sahabat kelima anakku sejak mereka baru lahir. Sejak anakku mengalami iritasi kulit dan ruam popok sejak lahir, aku tidak mau main-main lagi dengan perawatan kulit anak-anakku. Gak tega lihatnya :( Dan waktu membuktikan, memang Pampers sahabat terbaik untuk kulit bayi-bayiku.

Mau tau kenapa aku memilih Pampers untuk kelima anakku sejak mereka baru lahir?
  • Aku suka banget dengan lapisan luar Pampers yang lembut dan nyaman menyerupai kain. Kulit bayi jadi gak panas meskipun pakai Pampers semalaman. Selain itu, Pampers juga tipis banget, gak membuat bokong bayi jadi tebal dan bikin susah bergerak. Tipisnya Pampers itulah yang pertama kali bikin aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Hihihi, beneran! 
  • Permukaan Pampers tetap kering meskipun gak diganti semalaman. Kadang-kadang aku suka terlewat mengganti diaper setelah 4-5 kali pipis. Biasanya sih karena ketiduran pas menyusui. Untunglah Pampers punya lapisan penyerap ekstra dan daya serapnya tinggi, sehingga anakku tetap bisa tidur nyenyak dan nyaman. 
  • Yang ini karena sudah terbukti berkali-kali, ruam popok yang dialami bayiku sembuh setelah beralih menggunakan Pampers. Kulitnya tetap halus dan lembut karena Pampers mengandung losion hipoalergenik dengan ekstrak lidah buaya untuk mencegah dan mengatasi ruam popok dan iritasi kulit. 

Kulit bayi baru lahir sangat sensitif dan rentan terkena iritasi. Oleh karena itu butuh perhatian ekstra supaya kulit bayi baru lahir tetap sehat dan terawat. Aku pernah mengalami masa-masa sedih ketika anak pertamaku mengalami iritasi kulit dan ruam popok yang parah. Aku sudah mencoba berbagai macam cara, termasuk berganti-ganti merek diaper. Belajar dari pengalaman. Itulah alasan yang membuatku selalu memilih Pampers untuk anak-anakku.

Tumbuh kembang setiap anak memang berbeda, karakternya juga berbeda-beda, sehingga gaya parenting yang diterapkan pada masing-masing anak juga berbeda. Tapi ada satu yang tetap sama dan tidak pernah berubah. Untuk melindungi kulit kelima anakku saat bayi, aku memilih 5 Stars Skin Protection dari Pampers. 

33 comments

  1. Waah..anak 5 seru ya mak.. Ramee
    Ayo mak tambah lagi *minta digaplok* xp

    ReplyDelete
  2. Wah maira lucu bangeeet,, #gagalfokus

    ReplyDelete
  3. Kedua anakku juga waktu batitanya pakai Pampers, mak. Selain ukuran ketebalannya yang pas, harganya juga pas di kantong. Ih, jadi kangen pakein Pampers ke anak bayi. Masa mesti hamil dulu yang ketiga? :)))

    ReplyDelete
  4. Maaaak, aku belum pernah nyoba pampers, nyoba untuk babydu dech...kata suamiku enggak apa, dipakaiin diapers, selagi aku dah kerja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. buatku pampers the best deh, mak. udah terbukti :)

      Delete
  5. maaaaak...
    kagok atuh lah anak nya 5...tambah 1 lagi lah biar tambah rameee...
    *ditimpuk remote dipidi*

    Iyaaaa...dulu jaman Fathir & Kayla pun aku pakenya pampers lho...
    Dan baru ngeh kalo pampers itu merupakan merk lho, saking udah melekatnya di otak kita kalo popok sekali pakai itu pasti nyebut nya pampers yah...hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bibiii, pengen ditimpuk kulkas? :))))))

      Emang sukses brandingnya Pampers ini yaa ^^

      Delete
  6. Meira kelihatan gembira dengan sahabat pampernya ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi hobinya memang suka berantakin Pampers :))

      Delete
  7. dulu sewaktu saya masih bayi sepertinya belum mengenal pampers ya...

    ReplyDelete
  8. Pampers, bikin emaknya bisa leyeh-leyeh, ngga perlu ngepel ompol teyuus hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya :D Terus terang gak sanggup kalau harus nyuci popok dan ngepel terus. Cucian tiap hari aja udah kayak cucian orang sekampung *lebay* *curcol* :p

      Delete
  9. Anak pertama juga aku pake pampers mak :D
    Skrg anak kedua jg pake pampers hihihi

    Wow 5 anak, salut banget deh.. aku 2 anak aja kena baby blues mulu hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi semangat, mak. Baby blues dibawa enjoy aja. Aku juga suka ngalamin koq :)

      Delete
  10. kangen punya bayi jadinya nih aku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Mak, kasih adik perempuan untuk Alvin dan Pascal :D

      Delete
  11. 2 balita aku juga pake pampers, lumayan buat ngurangi cucian :D
    Salut sama mak sary yg bisa eksis dg 5 anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, pampers sahabat ibu2 juga dong ya :)

      Delete
  12. favorit saya juga, nih, merk pampers :)

    ReplyDelete
  13. sedih banget ya kalo anak kita kena ruam kulit, kasihan melihatnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, apalagi kalau anaknya nangis karena ruamnya perih dan gatal :(

      Delete
  14. Aq acung jempol untukmu Makte, aku satu aja sudah berasa kaya diuber apa gitu :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ya iyalah kalo satunya itu aktif banget kaya Alisha. Udah kaya ngasuh anak 5 tuh, Mak :D

      Delete
  15. akuu gemees sama dedek Mairaa..ternyata mak SAry ini tough mother terbukti piawai dan mumpuni dengan 5 kids...coba akyu 2 saja udah klenger berat..hehehe

    ReplyDelete
  16. beneran 5 ya mak?hebatttt... sy ngurus 1 aja kaya'y repot bgt,heee... omong2 soal diapers,dulu anakku wkt lahir kena ruam'y diselangkangan mak,merah2 gitu,trnyata stlh beralih ke merk pampers ruam'y hilang,sampe skrg msh pke pampers...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pampers memang oke, mak. makanya susah berpaling ke diaper lain hehe

      Delete
  17. Al kalau pakai pampers juga ga kena ruam makanya langganan sampai sekarang :D

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)