Mudik, Yuk!

[Sponsored Post]


Mudik atau pulang kampung, menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu setiap Lebaran. Aku juga begitu. Padahal kampungnya gak jauh-jauh amat dari Depok, tempat tinggalku sekarang. Pada kondisi normal (bukan hari libur), jarak tempuhnya paling hanya 2 jam. Tapi karena keluargaku punya kebiasaan jalan malam/dini hari, jarak tempuhnya bisa lebih singkat lagi karena tidak menemui macet. Paling cepat, 1.5 jam kami sudah sampai di rumah masa kecilku, di Puncak, Cianjur.

Aku cukup sering pulang kampung, gak hanya saat Lebaran saja. Tapi momen mudik Lebaran itu rasanya berbeda dan istimewa. Macetnya juga istimewa. Pada masa-masa puncak arus mudik dan arus balik, macet di jalur Puncak bisa memakan waktu berjam-jam hingga belasan jam. Makanya harus pintar-pintar memilih waktu untuk melewati jalur Puncak. Bahkan sekarang ini, macet di Puncak bukan hanya terjadi ketika hari libur saja. Hari biasa pun, bisa macet.

Terjebak dalam kemacetan itu gak enak. Terutama kalau terjebak macet sampai berjam-jam dan kondisi mobil benar-benar berhenti gak bisa jalan. Bisa-bisa stres melanda. Apalagi kalau membawa anak-anak. Huaaa, stresnya bisa berkali-kali lipat. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi macet, aku lebih suka bepergian saat malam atau dini hari. 

Biar ngantuk, tetap happy

Anak-anakku sudah terbiasa dibangunkan tengah malam dan melanjutkan tidur di mobil. Sebelum tidur, mereka sudah memakai pakaian yang nyaman dan hangat, karena suhu di dalam mobil pada malam hari biasanya sangat dingin. Jadi mereka tidak perlu lagi berganti pakaian ketika bangun. Tinggal pindah tidur saja dari kasur ke mobil, berikut bantal dan selimutnya masing-masing. Hehehe.

Waktu Maira belum lahir, persiapan mudik biasanya gak terlalu heboh, karena anak-anak sudah besar-besar dan daya tahan tubuhnya pun jauh lebih kuat. Mereka sudah pintar menyiapkan semua kebutuhannya dalam tas masing-masing. Aku tinggal memantau saja. Aku termasuk ibu yang praktis. Perlengkapan dan kebutuhan anak yang bisa diperoleh dengan mudah, tidak disiapkan dari rumah. Tujuannya supaya barang yang dibawa tidak terlalu banyak.

Setelah Maira lahir, baru deh persiapan bepergian seperti mudik gini, sedikit lebih heboh. Hampir semua kebutuhan Maira dibawa lengkap dari rumah, terutama makanan dan obat-obatan. Jenis makanan yang bisa dimakan Maira masih terbatas, jadi gak bisa beli sembarangan. Obat-obatan juga wajib disiapkan lengkap sejak dari rumah meskipun kondisi Maira sedang baik-baik saja.

Untungnya, ya, jaman moderen seperti sekarang, banyak produk kebutuhan sehari-hari yang tersedia dalam kemasan yang praktis dibawa di perjalanan. Aku masih ingat waktu kecil dulu, bawaan ibuku repot banget deh. Apalagi dulu aku suka pusing dan mabok kalau menempuh perjalanan jauh. Ujung-ujungnya suhu badan meningkat dan jadi demam. Selesai liburan, bukannya senang, malah sakit.

Dulu, kalau badanku panas di perjalanan, ibu harus menyiapkan handuk kecil yang dibasahi air untuk mengompres keningku. Repot banget mencari tempat untuk menuangkan air. Sekarang, aku gak perlu serepot ibu kalau ada anakku yang sakit di perjalanan. Jaman sekarang, sudah ada plester kompres demam untuk anak seperti PanaCool. Gak perlu repot-repot menuang air ke handuk, PanaCool tinggal melepas plastik transparan saja dari plesternya, kemudian tempel di bagian kulit anak yang diinginkan.

PanaCool, plester kompres demam untuk anak

Meskipun demam, kadang-kadang Maira menolak tiduran dan tetap ingin main dengan kakaknya. Nah, pakai PanaCool ini gak mudah lepas. Beda kan, kalau dikompres pakai handuk basah, anak harus tetap tiduran dan handuknya harus dibasahi berkali-kali. Sedangkan PanaCool dengan teknologi hydrogel, cepat memberi efek dingin yang nyaman di kulit anak.

Panacool & Panadol Drops
Karena PanaCool bukan obat, aku juga tidak lupa membawa obat panas, untuk berjaga-jaga seandainya Maira demam dan panas di perjalanan. Aku biasanya pakai Panadol Drops, untuk membantu meringankan rasa sakit anak umur 0-3 tahun. Pemberiannya mudah, cukup diteteskan di lidah bayi, atau dicampur ke dalam air minumnya. Kemasannya juga praktis untuk dibawa di perjalanan, tidak mudah tumpah dan sudah tersedia lengkap dengan alat tetesnya.

Keluarga besar seperti keluargaku ini, memang butuh persiapan matang sebelum melakukan perjalanan jauh. Sejak awal kami sudah merencanakan berapa lama kami akan meninggalkan rumah, berapa lama waktu di jalan, di tempat mana saja kami akan singgah, dan tentunya persiapan cadangan seandainya rencana kami berubah mendadak. Kondisi fisik dan kesehatan anak-anak juga aku pantau minimal 3 hari sebelum hari keberangkatan. Repot banget kalau pas hari keberangkatan, ada yang sakit. Pokoknya sebisa mungkin, semua harus tetap merasa nyaman di perjalanan.

Tas isi perlengkapan Maira

Nah, kalau persiapan mudik teman-teman blogger kayak gimana, nih? Ceritain, dong! ^_^


20 comments:

  1. Anak-anakku juga jarang sakit, Alhamdulillah.
    Kalau mudik, hampir samalah, selain bawa perlengkapan baju dan mainan pasti obat yang biasa dikonsumsi dibawa juga. Biar nggak repot cari saat di kampung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh pernah tuh kelupaan bawa obat Mbak. Rempong sangaaat..

      Delete
  2. Mairaaa,... cepet puliih yaaa. Jd inget gmn rempongnya perjalanan saat pny bayi dulu nih mak.

    ReplyDelete
  3. Uwah seru bgtt ya mak.udh kbayang gmn ribetnya kl bw anak2 jd persiapnnya maksimal..saya g mudik.. :)

    ReplyDelete
  4. Semoga perjalanannya lancar Mak.

    ReplyDelete
  5. Kalau mudik memang harus sedia obat-obatan yaa... apalagi bawa anak yang masih kecil. Obat jangan sampai ketinggalan :)

    Selamat Idul Fitri 1435H, maaf lahir batin Mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf lahir dan batin juga mak reni :)

      kalau punya byi/anak kecil, bepergian kemana pun persiapannya harus lengkap :D

      Delete
  6. kalo saya gak mudik mak... saya, suami, orangtua dan mertua semuanya tinggal satu kota, jadi gak pernah merasakan sensasi mudik hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak dong, mak, deketan. jadi gak capek :D

      Delete
  7. Mudik klo punya anak yg masih kecil, ribet banget ya mak. Aku dulu juga gitu klo mudik, seperti mau pindah rumah hahaha. Sekarang mending, anak2 sdh besar, tapi obat tetap harus dibawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo punya anak kecil, apalagi masih bayi, bepergian itu udah kaya mau pindah hehehe

      Delete
  8. seleama masih ada anak kecil. Bawa obat-obatan kemanapun wajib, ya, Mak. Buat jaga-jaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kelupaan bawa obat, ruwet, Mak :D

      Delete
  9. emak2 yang namanya punya anak kalau mudik bawaannya rempong ya banyak

    ReplyDelete
  10. Maira biar sakit tetep imoet bingits :v

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)