Waktu Terbaik Untuk Anakku

[Sponsored Post]


Ketika aku sedang mengisi formulir pendaftaran masuk Sekolah Dasar untuk Moses, tiba-tiba aku termenung. Waktu rasanya berjalan cepat sekali. Rasanya baru kemarin aku mendaftarkan Moses masuk TK A dan menuliskan prosesnya di blog ini. Bagaimana aku harus ikut masuk dan duduk menemani Moses di kelas selama berminggu-minggu karena dia tidak mau ditinggal. Bagaimana setiap pagi aku ikut olahraga di lapangan bersama puluhan anak TK karena Moses tidak mau melepaskan pegangannya di kakiku. Dan semua kejadian itu masih bisa kuingat dengan baik, padahal kejadiannya sudah lewat 2 tahun yang lalu.

Moses 2 tahun yang lalu, baru masuk TK


Dalam waktu 2 tahun itu, banyak sekali momen istimewa Moses yang masih membuatku terharu, tersenyum, bahkan tertawa terpingkal-pingkal, ketika mengingat atau membicarakannya dengan papinya. Dua tahun yang lalu itu Moses masih kayak bayi, tapi sekarang dia sudah menjadi anak kecil yang periang, kritis, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Moses juga mulai mandiri dan tidak terlalu tergantung lagi kepadaku. 

Waktu Moses mulai berani sekolah sendiri dan menolak ditunggui, aku sedih. Aku merasa kehilangan. Waktu aku ingin menemaninya tidur dan Moses bilang sudah berani tidur sendiri, di sudut hatiku juga rasanya ada yang lepas. Ketika Moses mulai memilih aktivitas lain selain bersamaku, aku merasa sepi. Rasanya aku masih merindukan saat-saat menemani Moses tidur, menunggui di sekolah, atau bermain puzzle bersama. Sayangnya waktu yang aku miliki tidak banyak supaya bisa terus menikmati momen-momen berharga seperti itu. Moses tumbuh dan berkembang sangat cepat, sementara waktu tidak bisa diganti dan tidak akan terulang lagi.

Ketika kakak-kakaknya Moses masuk SD, aku juga mengalami perasaan yang sama, karena pada masa itu, anak-anak biasanya sudah mulai mandiri dan punya aktivitas sendiri. Makanya ketika anak-anak berumur 1 sampai 5 tahun, atau sebelum masuk SD, aku berusaha untuk komitmen sepenuhnya mendampingi mereka. Rasanya gak rela kalau ada momen berharga yang terlewat. 

Sekarang, dari kelima anakku, ada Maira (1 tahun) yang masih butuh perhatian dan pendampingan penuh dariku. Sama seperti Moses dan kakak-kakaknya yang lain, aku percaya akan ada banyak cerita dan keajaiban tumbuh kembang Maira di hari-hari mendatang. Dan aku ingin ada di dalam setiap kisah proses pertumbuhannya, sebelum Maira tiba-tiba menjadi besar dan tidak selalu membutuhkan mamanya lagi.

Maira & Mama

Teman-teman, terutama yang memiliki anak usia 1 sampai 5 tahun, pernah menghitung gak, berapa lama sih waktu yang kita punya untuk benar-benar menikmati momen berharga anak-anak kita? Hanya sebentar, kan? Berarti waktu mereka untuk belajar dan bermain bersama orangtuanya juga tidak banyak. Maka sebelum waktu itu berlalu, dan kisah anak-anak kita membeku dalam kenangan, yuk, berikan waktu terbaik kita kepada mereka. Menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan mereka sebaik mungkin dan sedini mungkin. 

27 comments:

  1. udah komen panjang2 malah ilang -_____-

    ReplyDelete
  2. jangankan anak Mak, lha wong saya yg baru punya ponakan saja kayaknya cepat sekali dia tambah besar. Dulu yg belum bisa ngomong kok kayak tau2 sdh cerewet banget kalau lagi cerita.

    ReplyDelete
  3. Iyaaa :') ga berasa, padahal seperti baru kemarin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mak, aku juga merasakan hal yang sama :,) makanya gak mau jauh2 sama anak-anak selama mereka nempel sama aku

      Delete
  4. iya maak... rasanya baru kemaren digendong2.. eh sekarang udah masuk SD aja time flies :(

    ReplyDelete
  5. Sedih mak kalau ingat2 yg dulu, ada rasa bersalah krn kurang maksimal mendampingi si kecil waktu dia beradaptasi dengan dunia baru terutama sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sekarang sudah maksimal ya :) *hug*

      Delete
  6. Betul banget, maaak.. sekarang rasanya kehilangan sulungku yg sekolah sampe jam 3 sore. Apalagi tahun depan menyusul adiknya. Maksimalkan waktu ya selama mereka masih ada di sisi, hiksss....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, berikan waku terbaik untuk mereka sebelum mereka sibuk dengan dunianya masing-masing ya, mak..

      Delete
  7. Aku suka kangen masa2 nemeni anak2 waktu kecil dulu mak. Sekarang mereka sdh ABG, malah banyak disibukkan dg kegiatan sekolah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mak Lianny. Kakak2nya Moses yg udah remaja itu kl dimanja2in malah protes anaknya :)))

      Delete
  8. banyak kenangan yg tak terlupakan di saat kita mendampingi anak2 kita ya mak... dan tanpa terasa, ternyata anak2 sudah tumbuh besar

    ReplyDelete
  9. Anda masuk nominasi the liebster award dari saya. Cek ya! :) -> http://komedi-romantis.blogspot.com/2014/08/the-liebster-award.html

    ReplyDelete
  10. aku lagi mgnhitung anakku yg pertama sebentar lagi kelas 6 sampai kapan aku bisa deket ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak makin besar, tantangannya beda lagi, mak :)

      Delete
  11. sekarang Alisha 5 tahun aja sudah mulai nggaya kalau diajak kemana-mana : jangan lama-lama ya, nanti aku dicari temen ku mama
    Duh...sebentar banget, jadi beneran harus maksimal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya, mak coel, kalo alisha joget dangdut, temenin, dong hihihi

      Delete
  12. wah, emang jadi terharu baca postingan ini...
    rasanya waktu saya bersama anak-anak ga bisa full..

    ReplyDelete
    Replies
    1. biarpun gak full, yang penting berkualitas :)

      Delete
  13. iya yaa, rempong-rempongnya dengan mereka juga ga akan lama
    *langsung semangat lagi buat berempong-ria dengan 3 krucils*
    makasih ya mak sary :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)