I'm Doing Screen Diet

Beberapa waktu yang lalu, sebuah video pendek yang berisi ajakan melakukan "screen diet", banyak beredar di media sosial seperti Facebook dan Path. Cukup banyak teman-teman yang share video tersebut, sampai aku jadi penasaran dan menonton videonya. 

Ajakan yang disampaikan melalui video itu sangat bagus. Intinya mengajak kita, para pemakai internet, tidak terlalu asyik dengan dunia maya dan mengabaikan kehidupan yang sebenarnya di dunia nyata. Tentunya bukan hal aneh lagi, di keramaian kita melihat orang-orang sibuk sendiri dengan gadgetnya masing-masing. Kepala menunduk dan minim interaksi dengan segala sesuatu di sekitarnya. Tanpa kita sadari, mungkin kita juga seperti itu. Aku juga (pernah) seperti itu.

Beberapa tahun belakangan ini, kebutuhanku akan gadget dan akses internet memang tinggi. Gadget yang "serba bisa" plus akses internet kencang memberi banyak kemudahan untuk berkomunikasi dan melakukan banyak hal. Mulai dari hal remeh temeh gak penting, sampai hal serius yang butuh konsentrasi tingkat tinggi. Lama kelamaan, yang aku rasakan adalah, semakin aku merasa dipermudah oleh gadget dan internet, aku merasa semakin banyak yang bisa kulakukan. Loh, harusnya senang, dong, bisa lebih produktif? Iya, sih. Tapi di sisi lain, aku menyadari kalo prioritas hidupku perlahan tergeser dengan "keharusan" membuka gadget dan internet. 

Kadang-kadang kita perlu melakukan sesuatu yang ekstrim supaya tetap fokus. Di bulan-bulan penghujung akhir tahun kemarin, aku memutuskan untuk melakukan Screen Diet. Secara bertahap aku mengurangi aktivitasku di dunia maya. Yang tidak bisa kutinggalkan, kuatur ulang supaya tidak mengganggu prioritas utama. Yang tidak penting, kutinggalkan dan kulupakan.

Dulu, aku selalu pakai satu gadget untuk semua urusan. Tujuannya supaya lebih mudah. Sejak memutuskan melakukan screen diet, aku malah pakai dua gadget. Satu, kupakai untuk komunikasi. Ini gadget yang penting, jadi pasti selalu kubawa. Gadget kedua isinya banyak. Macam-macam aplikasi media sosial, email, blog dan perangkatnya, dan masih banyak lagi. Urusan pekerjaan, pertemanan, hobby, dan lain-lain, aku optimalkan di sini. Biasanya selalu aku tinggal di rumah. Kalaupun di rumah, akses internetnya sering aku matikan. Akibatnya, sekarang aku nyaris lemot untuk urusan perhosipan dunia maya hihihi. 

Sudah hampir 3 bulan aku menjalani screen diet, rasanya jauh lebih tenang dan nyaman. Waktu jadi panjang dan istirahat lebih berkualitas. Banyak hal yang kembali bisa kulakukan tanpa terburu-buru atau diburu-buru. 

Setiap orang pasti mencari cara sendiri untuk membuat hidupnya lebih bermakna. Salah satu caraku adalah dengan screen diet. Tapi pastinya ada juga yang justru meleburkan dirinya di dunia maya karena dengan cara itulah dia hidup. Jalani saja hidup(mu) dan syukuri. We all have our own paths. Live life the way you want to, not the way people want you too.

38 comments:

  1. screen dietku baru sebatas jarang membuka medsos :)

    ReplyDelete
  2. Tahun lalu saya pernah 2 bulan penuh nggak buka facebook dan twitter, mak.. Kegiatan internet saya waktu itu sebatas cari bahan bacaan, email dan ngeblog. Eh, begitu mulai lagi medsos-an, terjebak lagi dengan rutinitas kurang penting. Scroll terus sampai bawah. Nggak ada habisnya. Capek, tapi penasaran. Kayaknya perlu ikutan screen diet (terutama medsos) juga deh..

    TFS, Mak Sary..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ur welcome. Terima kasih jg sudah berkenan mampir dan baca :)

      Delete
    2. "Scroll terus sampai bawah. Nggak ada habisnya. Capek, tapi penasaran."
      Bener bangeeet..

      Kayaknya aku perlu ikutan screen diet juga ala Mak Sary :D
      2 tahun terakhir ini udah mulai matiin fasilitas 'push mail' sih, jadi buka email sehari 1x aja, nggak melulu dirongrong email masuk...

      Delete
    3. At least kl urgent dan penting banget, bisa langsung nelpon ya :D

      Delete
  3. Diet sosmed dan ngeblog kalo kuota habis aja. :D

    ReplyDelete
  4. Waktu rasanya berputar begitu cepat saat buka sosmed. Dan hasilnya : ga dapet apa2. Kayanya memang perlu nih screen diet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tergantung apa yg kita buka dan serap informasinya. Kl yg diserap informasi gak penting, jadinya ya gak dapat apa2 hehehe

      Delete
  5. Belum screen diet, soalnya sih perasaan yg dishare temen2 itu kok penting smua ya..haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya berarti emang gak perlu screen diet. Live life like you want it to ajah :D

      Delete
  6. Aku sudah melakukan screen diet mak, karena sadar perhatian ke anak2 jadi teralihkan gara2 kudu meriksa sosmed terus :D

    ReplyDelete
  7. walaahh, nggak sanggup kayanya screen diet. nggak sanggup ketinggalan berita soalnya di rumah nggak punya tv. lagian aku apa-apa pengennya tahu duluaann.. *alias kepo bingit* X)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di rumah ada tv, tp jarang nonton juga hehehe

      Delete
  8. Menyimak benar-benar curhatan makte,...hmmmm, aku lebur dgn gadget krn sudah byk bengong sendirian di rmh. Anak2 sudah besar dan sekolah mrk seharian... tapi, ada yg miss memang dgn cara seperti itu. Sepertinya ada saat aku hrs sedikit menjauh dari gadget dan socmed... ngisi waktu kosongnya dgn bobo ajah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalo nengnong sih emang butuhnya bobok yg banyak. Mau ditemenin? :D

      Delete
  9. Aku sering mak, meletakkan gadget ditempat umum. Apalagi klo ada acara, sebisa mungkin gak mau tergoda sama segala macam notif di sosmed..hehe

    Tp terkadang, aku terpaksa menekuni gadget, karn org2 sekitarku jg melakukan hal yg sama. Klo kita tegur untuk sekedar menyapa, mereka nyautnya sekedarnya juga. Kan bete haha

    apalagi klo dibilang sok kenal sok akrab :(((

    Jadi serba salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama. Kl di tempat umum, lg makan, jarang bgt megang gadget. Biasanya kusimpan aja di tas. Tapi kl di keramaian cuma kita sendiri yg ga gajetan, sementara yg lain tekun sm gadgetnya, malah jd kaya orang aneh sendiri ya hihihi.

      Delete
  10. Harus mulai ngurangin ketergantungan sama gadget ...dulu hafal nomor-nomor telp, skrg dibuat canggih malah sering lupa . Trimakasih Mak Sari

    ReplyDelete
  11. Makasih Makte.
    Sy aktif di medsos cm fb dan twitter itupun utk share postingan. Kdg heran, byk medsos, temennya itu2 aja, infonya ya itu2 aja apa ga bosan ya?hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya sih gak membosankan, terbukti selalu ramai hehe

      Delete
  12. saya screen diet nya sabtu minggu aja kayanya mak :p

    ReplyDelete
  13. setuju dengan posting ini, tujuannya biar lebih fokus ke suatu hal. soalnya pernah ngalamin, lagi mencoba menulis, gegara buka fb, situs berita, situs agregasi di tab lain, sementara jg ada tv nyala, yang ada malah nulisnya jadi terhambat. padahal kalau bisa fokus menulis 1 posting, 1-2 jam jg bisa kelar. tapi yang saya alami bisa kelar beberapa hari :-) suatu ketika, pernah mencoba mematikan tv dan hanya membuka 1 program pengolah kata saja, ternyata menulis bisa lebih fokus... o ya, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali. Terima kasih sudah ikut sharing di sini ya :)

      Delete
  14. Aku suka sekali dengan tulisan ini. Terima kasih ya :)

    ReplyDelete
  15. Screen diet-ku menyimpan gadget saat bersama anak/keluarga. Jadinya slowrespon dan susah dihubungi. Tapi tidak mau juga kehilangan waktu bersama anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, salah satunya supaya kehangatan dengan keluarga tidak terganggu :)

      Delete
  16. ei sih karena kalo weekdays biasanya aktif gadget-an waktu di perjalanan rumah-kantor pp. Tapi kalo weekend, tergantung mood. Seringnya suka dimarahin sama yg chatting ga di jawab2 karena memang ga pegang2 gadget hehehe

    ReplyDelete
  17. Aq susah dietnya itu pada bagian update drama Koera, aq bisa ga intip twitter, bisa ga intip FB, bisa ga intip IG, tapi ga tahan ga update Kpop :))))

    Trus kaborrr

    ReplyDelete
  18. Jangan ditambah dietnya ya, ntar aku cendilian kelabakan dong. Tapi aku juga screen diet loh sebenere. Gak pernah lagi bawa laptop di mobil. Kalau idle nunggu anak2, maksimal buka hp atau tab. Paling enak tidur aja di mobil krn jam tidur normal kurang. Group chat teman2 sekolah aku habisin semua karena yg diomongin yg dulu2 aja, nggak ada progress. FB yg rutin buka malam setelah anak2 belajar. Pagi juga tak batesin, yg urgent ditanggapi saja, tak lebih dari 1-2 jam. Yg mention2 gak urgent hrs tunggu malam utk dibalas :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)