Momen Mengharukan Moses

Suatu hari, kami semua sedang berkumpul di kamar. Meskipun masing-masing sibuk sendiri, tapi karena ada di satu ruangan, interaksi tetap terjadi. Sambil sibuk dengan urusanku, aku perhatikan Moses sedang serius menonton video di handphone papinya. Awalnya aku cuek aja. Tapi beberapa kali Moses berguman, "Allah baik sekali. Allah baik sekali." 

Aku bertanya sambil lalu, "Nonton apa, sih, Bang? Koq diulang-ulang terus?"

"Allah baik sekali, Ma. Sama Allah dihidupin lagi," kata Moses pelan sambil matanya terus menatap layar handphone.

Karena Moses punya kebiasaan mengulang-ulang nonton video di handphone papinya, aku pun balik lagi kekesibukanku. Di handphone suamiku memang banyak video-video lucu dan menarik, biasanya beliau dapat dari group WhatsApp teman-teman kantornya. Karena anak-anak bebas mengakses gadget milik kami berdua, aku hanya pesankan kalau ada video dan gambar yang kurang pantas, langsung delete saja. Namanya juga group chat orang dewasa, kadang-kadang ada aja yang iseng kirim video/gambar macam-macam.

Informasi apapun, text, foto, video, sepertinya mudah sekali jadi viral sekarang ini. Apalagi dengan adanya aplikasi chat seperti WhatsApp, BBM, Line, yang memudahkan orang keep in touch dalam group-group kecil. Melalui group-group chat inilah biasanya informasi berantai bisa sampai kemana-mana, termasuk orang-orang yang jarang browsing dan gak pakai socmed.

Misalnya, kayak suamiku tuh. Dibandingkan aku, aktivitas onlinenya cuma nol sekian persen. Punya akun socmed, tapi gak aktif. Tapi koq, sering banget beliau ini lebih update berita ketimbang aku yang lebih sering internetan. Ternyata info-info terbaru, banyak yang didapat dari group WhatsApp kantornya. Salah satunya, ya video yang sedang ditonton Moses itu.

Lama-lama aku penasaran. Biasanya, Moses itu gak mau diam. Bergeraaaak terus. Baca buku, nonton video, main, atau melakukan apapun, pasti pindah-pindah tempat. Ini, sudah setengah jam lebih dia tidak bergerak dan pandangannya benar-benar terpaku ke layar. 

Antara penasaran dan khawatir, aku duduk di sebelahnya.

"Bang, nonton apa, sih? Coba Mama lihat."

"Itu, Allah baik sekali, Ma. Adik bayinya hidup lagi."

Wah, aku tambah khawatir, jangan-jangan Moses nonton video aneh-aneh gara-gara papinya lupa ngedelete. 

Aku ambil handphonenya dan menonton video tersebut. Ada kalimat pengantar di awalnya. Video itu dibuat berdasarkan kisah nyata. Tentang kelahiran bayi kembar dan salah satunya meninggal saat dilahirkan. Ibu si bayi menangis dan memeluk bayinya yang meninggal sambil memohon supaya anaknya hidup kembali. Setelah beberapa saat, bayi itu bergerak dan hidup lagi.

Sambil membaca kalimat pengantar di video itu, aku bertanya pada Moses tentang cerita di videonya. "Emang ceritanya tentang apa?"

Perasaanku masih biasa aja. Tapi tiba-tiba suara Moses bergetar saat bercerita. Aku mengalihkan pandanganku dari layar, menatap wajah Moses. Matanya merah dan sudut bibirnya menahan tangis. Rupanya Moses sangat terharu dengan kisah di video itu. Sontak aku memanggil papinya, karena kaget melihat reaksi Moses. Suamiku yang lagi asyik main dengan Maira buru-buru datang menghampiri.

"Abang kenapa nangis nonton videonya?" tanya papi.

Dengan suara terbata-bata Moses bilang, dia kasihan (mungkin maksudnya terharu) ketika ibunya menangis sambil memeluk bayinya, Allah baik sekali, bayinya hidup lagi. Kemudian pecahlah tangisan Moses yang sejak tadi ditahan-tahan olehnya dan langsung dipeluk Papi.

Aku sampai speechless melihat adegan itu. Ini pertama kalinya aku melihat Moses menangis karena hatinya tersentuh melihat sesuatu di luar kehidupannya, dan dia menyadari tentang kuasa Tuhan. Diam-diam mataku menghangat. Aku lihat, mata suamiku pun memerah. Kami sama-sama terharu karena kebaikan hatinya dan menemukan 1 keping lagi dari puzzle kehidupan Moses yang akan menjadi bekal untuk kami mendidik dan mendampinginya ke depan.



Tears shed for self are tears of weakness, 
but tears shed for others are a sign of strength.
~ Billy Graham ~


24 comments:

  1. ohh so sweet banget mbak pengalamannya

    ReplyDelete
  2. Luar biasa, Mak...saya jadi ikut terharu. Lembut sekali hati anaknya, semoga terus terjaga hingga dewasa dan menjadi anak yg sholeh. aaamiin!

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, Ikutan ngembeng juga jadinya.

    ReplyDelete
  4. aku udah mengalami masa ini ,sampai bosen hehehe tapi anak-anak malah suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat moses, ini momen pertama kali :)

      Delete
  5. anakku suka sedih dan mmenangis kalau lihat aku sedih mak, daj itu sudah terjadi berkali-kali juga, awalnya pertama kali aku juga gutu, terharu bangettss ^_^

    ReplyDelete
  6. Weee Moses halus ya perasaannya? :)
    OOT, aku tetep belum bisa view update blogmu di blog list dr browser biasa. Kalau aku ketik langsung alamat blogmu "not available", jadi muter dulu via google search pake namamu sary melati.
    Kalau aku ganti dns seolah-olah buka dr UK misalnya, baru deh bisa langsung. Katanya memang setting dns telkom yg aneh krn kebijakan kominfo, jd nggak bisa view proxy tertentu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halus dan baik hati bangeeet :)

      Jauh juga perjalananmu ke sini, mahlus ckcckck *suguhin air mineral gelasan*

      Delete
  7. mba sari....akhirnya aku bisa komen jg pake blog baru
    seperti biasa moses selalu punya cerita unik ya
    seneng ikutan baca kisah moses wlo tadi di awal aku pikir jgn2 video yg enggak2 neh *lupadelete
    smoga moses sehat selalu yaaaak
    dan tetep aja aku naksir permainan piano di yutubnya. kereeeen :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa welkanbek bu dokter yang cantik. Semoga gak bosen :)
      Makasih yaaa :*

      Delete
  8. Kok aku jadi ikutan mrebes mili :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaak Kak Cumiii, dirimu pasti seneng kalo ketemu Moses. Anaknya banyak nanya dan periang ^_^

      Delete
  9. Whaaa...ikutan mewek nih mbak .....

    Moses perasaannya halus sekali....


    Salam

    Devi Yudhistira

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah membaca tanteee :)

      Delete
  10. baru bacaaa.... aakkk, peluk Moses...hatinya lembut bangeet..semoga sampai gede begitu yaa, moses.... :*

    ReplyDelete
  11. aaaah...Mosees...kebayang tersentuhnya lihat momen seperti ini mak :)

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)