Belajar Menjadi Orangtua

Sebagai pembelajar mandiri, salah satu tantangan terbesarnya adalah kemauan untuk terus belajar harus datang dari diri sendiri. Seorang self-taught tidak terikat dengan satu guru, satu kurikulum, satu tempat maupun waktu belajar. Mereka menentukan sendiri bagaimana mereka belajar, dengan siapa mereka belajar, di mana mereka akan belajar, dari mana mereka bisa belajar. 

Sebagai orangtua, aku dan suami juga dihadapkan dengan tantangan yang sama. Kami harus sejalan. Punya kemauan dan komitmen yang sama untuk terus mendukung proses belajar anak-anak. Karena meskipun anak-anak bisa belajar dari siapa saja dan di mana saja, orangtua tetap memegang peran yang paling utama untuk mendampingi mereka.


Suatu kali, pelatih renang Moses bilang, ketika orangtua dan anak sama-sama fokus dan bisa bersinergi dengan guru/pelatih/support system, anaknya pasti jadi. Dan aku rasa hal itu berlaku bukan cuma untuk renang, tapi di semua bidang yang menjadi passion seseorang. Memang butuh pengorbanan waktu, pengorbanan biaya, tapi kalau fokus, pasti bisa.

 

 

Selama menunggui Moses latihan renang, diam-diam kami menyerap ilmu yang diajarkan oleh pelatih kepada anak-anak didiknya. Pelatih renang Moses memang berpesan supaya orangtua tetap datang ke kolam, mendampingi dan melihat proses latihan anaknya. Biasanya aku dan papinya duduk menonton Moses latihan dari tempat yang agak jauh supaya tidak mengganggu konsentrasi selama latihan. Sedikit banyak kami jadi tau bagaimana cara melatih anak-anak berenang dari nol supaya kelak mereka menjadi perenang yang baik. 

Ilmu yang berhasil diserap itu sedang coba dipraktekkan untuk Maira. Prosesnya pasti berbeda dengan abangnya karena karakter mereka berdua juga beda. Yang pasti, untuk mendukung proses belajar mandiri anak-anak, komitmen orangtua untuk belajar sama besarnya dengan komitmen belajar anak-anak itu sendiri.



Tapi orangtua juga manusia. Apalagi kami bukan super parents yang ahli dalam segala hal, termasuk bukan ahli mengatur waktu. Ada banyak kepentingan lain yang harus dipikirkan dan dikerjakan. Kadang-kadang, sering malahan, salah satu di antara kami bosan, jenuh, lelah. Apalagi kalau sedang diburu-buru untuk pekerjaan lain, yang menurut logika kami pada saat itu lebih penting daripada menemani anak belajar. Seringkali kami juga berbeda pendapat tentang bagaimana seharusnya kami melakukan sesuatu hal. Banyak deh, hal kaya gitu-gitu. Tapi, kalau ingat anak-anak, masa depan mereka, melihat semangat mereka, kebuntuan itu pelan-pelan mencair.

Kemudian aku menyadari, ternyata bukan anak-anak saja yang belajar. Aku, papinya mereka, juga terus menerus harus belajar. Belajar melenturkan hati dan ego kami. Belajar menjadi orangtua.




33 comments:

  1. intinya orang tua harus ikut serta dalam kegiatan anak ya

    ReplyDelete
  2. kedekatan orangtua dengan anak membuat anak nyaman beraktivitas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting orangtuanya pandai menempatkan diri supaya anak tidak merasa terintimidasi

      Delete
  3. Peran orang tua tidak hanya sebatas materi, lebih ke pada kedekatan ortu dg anak, seperti mbak misalnya, datang menemani anak latihan renang. :) terlebih dpt ilmu jg, ilmu utk sama2 belajar ya mb.

    Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga. Makasih sharingnya :)

      Delete
  4. Terus dan terus belajar menjadi sebenar2 orng tua.... meski beraattt... : D

    ReplyDelete
  5. selalu belajar ya...saat memiliki anak, belajar juga dari anak

    ReplyDelete
  6. Tahun ini ngalah total karena si bungsu mau UN, sekolah yg pake K13 dimajuin Februari UNnya wkwkwkkk.... Aku tetap belum bisa masukin ke blog list nih. Terlewat terus blog ini, soalnya nggak ada waktu utk nengok link update-tan selain dr blog list. Moga2 inget secara manual deh. Hah, apa itu?

    ReplyDelete
  7. setuju mak...aku juga begitu..meskipun ada guru, kita juga tetap harus mendampingi dan seringkali kita belajar banyak juga :)..seruuu ya belajar berenang :)

    ReplyDelete
  8. Mantaaab
    #Kantongin ilmu parenting baru

    ReplyDelete
  9. jadi orang tua muda enak ya kayaknyaa, apa lagi kalo punya banyak waktu luang buat main sama anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah masih dibilang muda :))

      Delete
  10. Jadi orangtua harus terus belajar dan belajar ya mak.
    Btw itu kenapa Maira pegang kepala, puciiing?? :D

    ReplyDelete
  11. Belajar untuk menjadi lebih baik itu tidak akan ada batasnya begitupula menjadi seorang ibu atau orang tua yang baik bagi anak-anaknya.. semangat belajar menjadi orang tua :)

    ReplyDelete
  12. Selalu salut padamu, Mak. Semua anak dikembangin sesuai bakatnya. Moses yang jago renang. Si abg-abg jago musik dan gambar. Dan Maira, bentar lagi kayaknya jadi model nih. Aku kudu belajar banget darimu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih terus berproses dan belajar terus nih, mak. Makasih supportnya ya :)

      Delete
  13. Suka sg isrilah pembelajar mandiri, Mak. :) Nice share dan sepakat banget. Itu Maira anteng banget berendam di tepi kolam sama papinya. Udah lancar berenangnya, Mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang udah mulai ngerti cara maju ke depan atau berpindah tempat. Dan udah gak minta ditemani lagi. sendirian di kolam jg dia ga papa, asal masih kelihatan keluarganya :D

      Delete
  14. iya makte, saat punya anak dan mendampingi mereka tumbuh, kita pun gak berhenti belajar yaaa... :D

    ReplyDelete
  15. Tetep harus di dampingin terus yaaaa

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)