Remaja Dan Social Media: Followers!

Sejak sering mengunggah hasil karyanya ke Instagram, Asyah dan Ashira sering mendapat request dari teman-temannya. Bahkan ada juga request dari follower Instagram yang tidak mereka kenal. Ada yang minta digambarin dirinya sendiri, banyak juga yang minta mereka menggambar artis idola si pemohon. Ada juga yang minta diajari menggambar.

Tentu saja mereka belum bisa melayani semua request yang masuk, termasuk beberapa request berbayar yang mereka terima. Sejauh ini aktivitas anak-anak di socmed, khususnya Instagram masih untuk belajar dan "just for fun". Soal request gambar, aku meminta mereka untuk santai saja. Kalau suka dan ada waktunya, ya kasih aja. Kalau gak sanggup, jangan. Apalagi ada juga request dari follower yang mereka tidak kenal dan agak memaksa. Request seperti itu tinggalkan saja.

Seperti yang pernah aku tulis di postingan Social Media Untuk Mendukung Kreativitas Anak, ternyata mereka dapat ilmu banyak sekali dari Instagram, terutama yang berhubungan dengan art dan drawing skill. So lebih baik fokus dan mengapresiasi feedback positif saja daripada terpengaruh hal-hal yang tidak disukai. Alhamdulillah so far so good, anak-anak bisa menempatkan dirinya dengan baik termasuk komunikasi dengan follower mereka di IG. Follower Asyah cepat sekali bertambah dan sekarang sudah jauh melampaui follower IG mamanya. Followernya  juga segmented banget, mostly art account. Akun-akun se-niche biasanya support banget dan komunikasinya juga baik. Yang bukan art account ini yang biasanya kalau request gambar suka gak pake mikir :D Ada yang pernah minta kakak menggambar pacarnya yang pose di fotonya agak-agak gimana, gitu :/ Kakak menolaknya dengan baik.

Getting creative and doing something unique will help you not only set yourself apart, but set your followers apart and show them that they matter. Do it in a way that is true to your brand and see what happens! (Dikutip dari How to Thank Social Media Followers the Right Way)



Selain skill menggambar yang bertambah, ternyata banyak hal lain yang memacu semangat mereka untuk belajar hal yang lain. Sekarang mereka lagi belajar bikin semacam video tutorial sederhana. Mereka sering cerita kalau teman-temannya kerap minta diajari cara menggambar. Tapi mereka gak punya waktu karena sibuk dengan pelajaran dan tugas-tugas sekolah. Sementara mereka gak enak menolak request teman-temannya. Takut dicap sombong, katanya :D Akhirnya supaya praktis, aku sarankan untuk bikin video. Temannya bisa belajar lewat video itu. Lagipula video lebih enak, kan, bisa diulang-ulang terus gak pake cape :D


Basic Drawing by @ashirasalvina
Video menggambar mata, menggunakan aplikasi Time-Lapse di Ipad, 
editing menggunakan Movie Maker


Mendampingi remaja ber-social media ternyata memang gampang-gampang susah. Namanya ABG, kadang-kadang masih suka berlebihan menyikapi sesuatu. Ada rumor fake account yang suka mencuri karya-karya art account di Instagram, panik. Baca pesan berantai tentang virus di sebuah foto viral, heboh. Ketika ada yang mengancam akan ngeblokir akunnya kalau gak follow back, ketakutan. Dikenal dan banyak request dari follower, seneng campur bingung. Ya, begitulah, ketika anak masuk ke dunia maya, mereka masuk ke sebuah dunia yang mungkin lebih riuh daripada dunia nyata mereka yang sebenarnya. Mendampingi dan mengajarkan mereka untuk selalu bersikap positif adalah jalan terbaik. Yes, we are not perfect but we can always be a positive person wherever we are.


48 comments

  1. Menyimak Mba Sary, saya kudu banyak belajar ttg remaja dan sosial media. Soalnya anak saya menjelang usia remaja nih. Tfs ya.

    ReplyDelete
  2. Senang sekali bisa mendukung bakat anak ya mak...plus emaknya ikut banggaaa. Lebih mudah kita bantu membimbing anak punya skill yang memang spesifik. Saya juga sedang menjajaki kemana arah hobi nya si sulung yg baru 7tahun.

    ReplyDelete
  3. Saya masih belom berani melepas anak ke dunia sosial media, mak. Biarpun anak sudah kepengen punya akun FB tapi belum saya ijinkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mbak. Mesti liat umur, karakter dan kebutuhan anaknya juga. Kalo belum ada tujuan yg jelas sih, mendingan ditunda aja punya akun socmed :)

      Delete
  4. Wah keren ini.memanfaatkan sosmes untuk pengembangan bakat

    ReplyDelete
  5. Bener2 gambarnya cuakeep, sm mbm jjangankan putri mb, yg masih kecil, aku yg dah gede gini klo disuruh gambarin orang rada bingung, sysah atur waktunya, blum klo tar pesennya yg aneh2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe emang rupa2 ya karakter orang. Mesti pinter2 membawa diri :)

      Delete
  6. penting banget ya mak pendampingan itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget pentingnya! Supaya tetap terarah. Banyak jebakan betmen, mak >_

      Delete
  7. Gambarnya cakep banget mak. Salut buat kakak. :)

    ReplyDelete
  8. Ah, suka bacanya. Saya termasuk orang tua yg mungkin punya aturan longgar terhadap gadget & inet untuk anak. Tapi masih sebatas googling untuk nambah pengetahuan mereka, belum bermedsos ria ...
    Tfs yaaaa

    ReplyDelete
  9. Kakak Asyah & Ashira keren2 gambarnya.

    ReplyDelete
  10. mak hebat bisa sempet ngawasin socmed anak ya, jangan sampe kaya adik temanku mak gara"socmed ortu ga peduli yang negatif yang ditangkapnya hiks >.<

    Salam,
    http://www.leeviahan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mesti disempetin, mbak. Itu udah jadi bagian dr komitmen karena mengizinkan mereka bikin art account di instagram :)

      Delete
  11. Jam terbangnya si anak gadis makin tinggi aja yah? Keren ^^

    Aku juga sebel kalo ada orang gak dikenal minta-minta kek gitu.. Gak tau diri ah. :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya wajar aja sih kalo ada yg request begitu. Tinggal membekali anaknya aja supaya gak terbebani dan kl dpt feedbcknya negatif bisa menyikapinya dengan positif :)

      Delete
  12. Sebagian follower ada yg akun palsu dan akun porno. Ini yg bikin ngeri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya aku hanya mengizinkan anak2 bikin instagram untuk art account aja. Paling gak bs meminimalisir yg aneh2, fokusnya hanya art dan drawing aja :)

      Delete
  13. Karena IG ka Asya sangat niche dan unik ya mak..ih seneng ya klo sudah ketemu bakat dna hobinya..
    penggunaan medsos juga jadi lebih terarah..

    ReplyDelete
  14. menyimak mba sary...
    tapi memang ya kalau diambil positifnya sosmed banyak manfaatnya, tinggal kita pinter2 aja membangun benteng buat anak2 supaya bisa memilah dan memilih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, berpulang pada pemakainya, mau ambil positifnya atau terpengaruh negatifnya :)

      Delete
  15. yang penting harus bijak menggunakan socmed aja, karena socmed itu bak pedang bermata dua aslinya :)

    ReplyDelete
  16. saya paling seneng kalau ada yang bisa memanfaatkan sosial media dengan hal yang positif dan menambah kreatifitas. terus berkreatifitas Asya dan Ashira :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. insya allah. terima kasih tante :)

      Delete
  17. Sosmed itu kayak kulkas...
    kita nggak tau ada apa aja di dalamnya...
    tinggal pilih aja mau digunain gimana...
    mau dimanfaatkan, atau dibanting...
    salam kenal.... ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali ^_^

      jangan dibanting dong kulkasnya hehehe

      Delete
  18. BErsyukur banget ya di dukung oleh mama yang mendukung dan melihat potensi anak-anaknya. Gambarnya bagus-bagus mbak

    ReplyDelete
  19. Wah jago banget ya. Saya selalu pengen jago ngegambar tapi kayaknya emang gak punya kemampuan di sana. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti punya kemampuan di bidang lain kan? :)

      Delete
  20. si kakak Aisyah dan Ashira gambarnya bagus bagus yaa, semoga bisa makin pro

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaciih omaaa :*
      aamiin aamiin aamiin, semoga bisa makin bagus n go pro kayak oma tanti :)

      Delete
  21. Serba salah yaaa kak kalo ngurus ABG itu hahaha. Duch anak ku kapan gede nya nich hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak yang nomor berapa nih, Kak Cum? :)

      Delete
  22. Ini emak dan anaknya sama-sama hebat. Aku kurang ketat nih ngawasin putriku bersosmed.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tepatnya sih mendampingi, Mbak :)

      Delete
  23. hebaaat deeeh...perlu dicatat niiih..anak-anakku belum punya akun socmed untungnya..kecuali Bo yang sudah mulai punya blog dengan ceritanya sendiri hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya udah, Bo ngeblog ajaaa gak usah socmed-an duluu :)

      Delete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)