Daftar BPJS Untuk Bayi Belum Lahir

Keluargaku sudah beberapa kali menggunakan BPJS, mulai dari pemeriksaan kesehatan di faskes 1 sampai rawat inap di rumah sakit. So far so good sih, dalam artian belum pernah mengalami kendala yang bikin kepala makin pening saat sedang sakit atau panik. Bahkan aku dan Moses sudah pernah beberapa kali rawat inap di rumah sakit swasta yang bukan rujukan BPJS tempat kami terdaftar. Waktu itu karena kasusnya termasuk darurat, langsung pergi ke IGD rumah sakit terdekat dan harus dirawat. Ternyata biaya IGD dan rawat inap tetap bisa dicover BPJS meskipun rumah sakitnya bukan rujukan faskes 1 BPJS keluargaku.

Daftar BPJS Untuk Bayi Belum Lahir.

Urusan administrasinya juga gak ribet, tinggal menyerahkan kartu BPJS dan Kartu Keluarga. Yang sering jadi kendala mungkin urusan kamar, karena harus berdasarkan antrian. Kalau ada kamar kosong, bisa langsung masuk. Kalau penuh, bisa menunggu atau dirujuk ke rumah sakit lain. Alhamdulillah, waktu itu, baik saat aku sakit maupun saat Moses harus dirawat, bisa langsung dapat kamar. Karena sebelumnya pernah juga dirawat di rumah sakit yang sama tanpa BPJS, aku jadi tahu, ternyata pelayanan tetap sama. Yang beda mungkin hanya di obat-obatan. BPJS pakai obat generik. Meskipun begitu kita tetap bisa minta ganti obat yang lebih mahal (kalau gak yakin dengan obat generik) dan nanti tinggal nambah kekurangan biayanya saja saat keluar dari rumah sakit.

Waktu aku ketahuan hamil (lagi), kami sepakat kehamilan kali ini mau mencoba pakai fasilitas BPJS. Namun karena kurang sreg dengan fasilitas dan pelayanan di faskes 1, suamiku langsung mengurus pindah faskes. Ternyata gak ribet juga (kata suamiku). Nah, pas ngurus pindah faskes 1 ini, jadi tahu kalau ternyata bayi yang masih dalam kandungan bisa didaftarkan BPJS. Jadi nanti setelah bayi lahir, bisa langsung ditanggung BPJS kalau ada masalah dengan kesehatannya.

Mendaftarkan bayi yang masih dalam kandungan (belum lahir) ke BPJS sebaiknya dilakukan setelah usia kehamilan 20 minggu. Setelah itu kita harus menyiapkan beberapa dokumen dan persyaratan berikut:

1. Fotocopy KTP orangtua (ayah dan ibu)
2. Fotocopy kartu keluarga
3. Fotocopy akta nikah
4. Fotocopy kartu BPJS
5. Fotocopy halaman pertama buku rekening bank
6. Surat keterangan hamil dari dokter kandungan dan print out USG

Setelah semua persyaratan lengkap, tinggal menuju ke kantor BPJS tempat kita (orangtua) terdaftar. Berdasarkan info yang kudapat dari suami, setelah mendaftar , seperti biasa, kita akan mendapat nomor antrian. Setelah selesai akan dapat tanda bukti pendaftaran dan nomor virtual account untuk pembayaran iuran tiap bulan.

Nah, karena bayinya belum lahir, pembayaran baru dilakukan nanti setelah bayi lahir dalam keadaan hidup. Jangan lupa datang kembali ke kantor BPJS untuk lapor kelahiran karena belum tentu tanggal lahir bayi sama dengan tanggal HPL yang diberikan dokter.

Ada info yang ingin ditambahkan? Silakan share di kolom komentar, ya :)
Stay healthy and happy pregnancy, dear pregnant Mom! ^_^


16 comments

  1. Hemmm bisa ya mak.... Wah info bagus nih aku baru tau soalnyah....

    Thanks for sharing mak

    ReplyDelete
  2. Aku juga pake bpjs, bayar sendiri di indomaret hahaha.

    Dan salut ternyata bisa daftarin calon jabang bayi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Indomaret sekalian jajan yaaa? :d

      Ayo, daftarin juga calon jabang bayinya, Kak Cum :))))

      Delete
    2. Cari calon ibuk nya aja dulu blm ada kak #Sedih

      Delete
  3. Wahh calon bayi bisa ikutan bpjs jg yah.. Aku br tau..

    Klo aku sptnya trauma pk bpjs, soalnya papa ku wkt itu pernah pake dan pelayanan nya ga enakin. Trs pas hrs dirawat, dibilangnya ga ada kamar dll. Akhirnya pindah rs. Sampe rs lain jg ktnya full, pas giliran aku blg kita byr cash aja, trs ktnya mau dicariin dan ga smpe 10 menit ktnya ada kamar kls 1. Parah banget. Jd skrg ini kami sekeluarga spt trauma menggunakan fasilitas bpjs. Klo utk byr tiap bln sih, kami tetap bayar. Huhuhuhu #curhat hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kayaknya kendala yang banyak dihadapi untuk rawat inap tuh masalah kamar, ya. Alhamdulillah sih beberapa kali pakai fasilitas rawat inap BPJS selalu dapat kamar. Di rumah sakit yang biasa kita pake lagi.

      Mungkin kalo untuk RS swasta ada kuota ya untuk pengguna BPJS, khususnya rawat inap. Kalo semuanya BPJS, kasian juga rumah sakitnya, gimana membiayai operasionalnya :)

      Intinya sih, kalau pakai layanan publik di Indonesia, masih harus banyak maklumnya, Ye. Alias sabaaaaarrr :D

      Delete
  4. Kalau rawat inap bpja sangatenolong mba , bulan lalu suami sakit pas keluar aku khawatir ada Bayat berapa gitu kayak tahun tahun lalu. Ternyata sepersenpun ga bayar. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  5. di kantor yg skrg pakenya BPJS nih MakTe, tapi kok ya ribet aku ngeliatnya, jd msh tetep pake asuransi kantornya pak suami aj so far hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo BPJS perusahaan gak tau juga sih, Yin, ribetnya kayak gimana :D Aku pake BPJS Kesehatan mandiri, so far so good sih, asal ngikutin sesuai prosedurnya

      Delete
  6. Setelah mendaftar BPJS, bagaimana dengan biaya perawatan bayi di RS? apakah sudah bisa diklaimkan ke BPJS ya?
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan coba ditanyakan langsung ke BPJS-nya, ya, Pak. Soalnya saya belum melahirkan, jadi belum ada pengalaman, khawatir salah jawab :)

      Delete
  7. BPJS memang lumayan menolong walaupun kabarnya gak semua RS yang pelayanannya bagus kalau pake BPJS. Tapi, selama ini papah mertua syaa lumayan terbantu lah karena BPJS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, memang mesti pinter2 pilih RS. Bersyukur ini RS pilihan ramah banget sama BPJS.

      Delete
  8. wah, infonya bermanfaat banget. Makasih banyak mba Sary.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)