Periksa Kehamilan Pakai BPJS

Pixabay.Com
Sejak pertama kali ketahuan hamil (lagi), aku dan suami langsung memutuskan untuk periksa kehamilan pakai BPJS, termasuk saat melahirkan nanti. Sayang aja kan kalau gak dipakai, karena sebagai peserta BPJS Kesehatan Mandiri, kami rutin bayar setiap bulan walaupun gak setiap bulan ada yang sakit. Dan sejauh ini baru aku, Moses dan Maira yang pernah menggunakan BPJS untuk biaya sakit dan rawat inap.

Sejak awal hamil, dokter sudah bilang kemungkinan besar saat lahiran nanti harus operasi caesar. Usia sudah di atas 35, hamil anak ke 6 dan riwayat melahirkan terakhir juga caesar, jadi alasan utama kenapa aku dinyatakan beresiko tinggi untuk melahirkan normal. Aku dan suami rajin cari info tentang periksa hamil dan melahirkan pakai BPJS. Kelihatannya sih gak ribet selama mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh BPJS. Dan ternyata, alhamdulillah, sampai kehamilan 36 minggu ini, kami memang gak menemui kendala saat periksa hamil pakai BPJS.

Baca: Daftar BPJS Untuk Bayi Belum Lahir
Salah satu syarat mendapat rujukan untuk melahirkan caesar di rumah sakit menggunakan BPJS adalah harus ada indikasi medis yang dikeluarkan oleh Faskes 1. Dan setiap bulan harus tercatat rutin periksa kehamilan di Faskes 1. Biasanya pemeriksaan kehamilan di Faskes 1 dilakukan oleh Bidan. Namun surat rujukan tetap dikeluarkan oleh dokter di Faskes 1. Kalau tidak ada masalah, setelah usia kehamilan 32 minggu, ibu hamil bisa meminta surat rujukan untuk pemeriksaan USG ke dokter kandungan di rumah sakit yang bekerja sama dengan Faskes 1 tempat bumil terdaftar. Berdasarkan info yang aku dapat, ibu hamil bisa dapat 2 kali surat rujukan untuk USG ke rumah sakit. 

Waktu usia kehamilan 25 minggu, aku pernah dikasih rujukan periksa ke RS karena jatuh. Padahal sih selama hamil ini setiap bulan aku tetap rutin kontrol ke dokter spesialis kandungan di rumah sakit dengan biaya sendiri supaya lebih tenang karena banyak banget yang dirasakan selama hamil :(




Setelah 35 minggu, aku dapat surat rujukan untuk USG lagi. Alhamdulillah waktunya barengan dengan jadwal kontrol ke dokter, jadi lumayan irit gak bayar sendiri. Surat rujukan periksa yang terakhir ini sekalian digunakan untuk berkonsultasi jadwal operasi. Setelah dapat kepastian jadwal operasi, dokter kandunganku langsung menyiapkan berbagai surat rekomendasi untuk persiapan caesar.

Aku bersyukur banget dokter kandunganku ini komunikatif dan helpful banget. Ternyata cukup banyak juga prosedur yang harus aku jalani sebelum jadwal melahirkan 2 minggu lagi. Diantaranya mesti cek laboratorium dan konsultasi dulu dengan dokter anestesi. Dulu pas lahiran Maira gak pake persiapan kayak gitu-gitu karena rencananya mau persalinan normal.

Baca: Perjuangan Panjang Bertemu Maira

Oiya, kalau gak ada indikasi medis harus caesar, gak bisa minta apalagi memaksa surat rujukan periksa/melahirkan di rumah sakit pakai BPJS. Semua tindakan dilakukan di Faskes 1. So, kuncinya adalah pilih Faskes 1 yang benar-benar bikin kita nyaman. Aku aja , demi kelancaran dan kenyamanan pemeriksaan hamil dan melahirkan, memutuskan pindah faskes, dari puskesmas ke klinik swasta.

Baca: Pengalaman Pertama Pakai BPJS

Nanti (kalau sempat) aku pengin nulis juga tentang persiapan melahirkan caesar pakai BPJS. Oya, semua tulisanku tentang BPJS berdasarkan pengalaman pribadi ya. Aku tidak bisa menjamin kalau prosedur yang aku jalani memang fixed seperti itu. Karena dari hasil browsing, banyak faktor yang membuat pengalaman tiap orang menggunakan BPJS bisa berbeda. Makanya aku selalu menyarankan, kalau ingin mendapat informasi resmi dan akurat, tanya langsung ke BPJS atau fasilitas kesehatan yang akan dituju.


18 comments:

  1. Wah, semoga lancar persalinannya ya Mak.

    ReplyDelete
  2. semangat mba.. lancar proses lahirannya kelak ya ♥ sehat2 selalu bumilllll....

    ReplyDelete
  3. kalau pakai bpjs memang kadang tgt rsnya ya? kadang ada yg susah kadang ada yg mudah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya sih sama ya, standarnya. Karena BPJS kan sekarang wajib punya. Tapi memang pernah juga mengalami pelayanan yg kurang bersahabat di salah satu RS karena pakai BPJS. Abis itu gak pernah ke situ lagi :D

      Delete
  4. Semoga lancar y mba prosesnya :) sehat selalu aamiin

    ReplyDelete
  5. Semoga ibu dan bayinya sehat semua. Aamiin. :)

    ReplyDelete
  6. Wah tinggal 2 minggu lagi.. semoga lancar persalinannya yaa ^^

    Seneng juga kalau denger ada bpjs yang berguna
    hihih.
    Soalnya banyak jg yang mengeluh gabisa pakai bpjs karena lain dan satu hal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sekarang tinggal 5 hari lagi sih :D

      Yang gak bisa pakai, mungkin karena gak sesuai dengan ketentuan yg dibikin BPJSnya :)

      Delete
  7. Pindah lokasi bisa ngak sech ??? Jd rumah dan ktp ku bekasi tp aju tinggal do jakarta selatan. Nah pengen pindah faskes nya ke jaksel aja gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak bisa kayaknya sih, Kak. Faskes sesuai domisili di KK. Coba tanya ke CC BPJS-nya aja via telpon. Aku jg sering telpon buat nanya2 :)

      Delete
  8. Suka kesal sih sama pelayanannya, karena dari keluarga PNS aku biasanya dulu selalu pakai askes dan pelayanannya tetap memuaskan tapi semenjak jadi bpjs kok jadi ribet dan malah terasa gak dianggap:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ke depannya makin baik pelayanannya ya :)

      Delete
  9. Alhamdulillah, ternyata perikas kehamilan menggunakan BPJS bisa ya? Persepsi selama ini kalau periksa kehamilan gak bisa pakai BPJS.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)