Pengalaman Melahirkan Caesar Pakai BPJS

Cerita Kelahiran Reiga - Pengalaman Melahirkan Caesar Pakai BPJS

Alhamdulillah, kelahiran baby Reiga akhir tahun 2016 kemarin menjadi hadiah indah dari Allah untukku dan keluarga. Menjelang tanggal yang kami pilih untuk waktu melahirkan, aku, suami dan anak-anak sangat excited tapi juga cemas. Perasaan cemas hadir karena khawatir baby lahir duluan sebelum waktunya. Apalagi minggu-minggu terakhir itu aku sering mengalami kontraksi, sementara dokter wanti-wanti terus jangan sampai kontraksi. Selain itu aku dan suami cemas karena tanggal operasi bersamaan dengan jadwal UAS anak-anak dan ibuku baru bisa datang menemani seminggu setelah melahirkan. Setelah berdiskusi, akhirnya anak-anak sepakat bergantian izin gak masuk sekolah supaya ada yang menemani Maira di rumah. Mereka bersedia ikut ujian susulan setelah aku keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah guru-gurunya pun sangat pengertian.

Seperti yang sudah pernah aku posting sebelumnya, kelahiran kali ini sudah direncanakan untuk menggunakan BPJS Kesehatan. Berdasarkan riwayat hamil dan melahirkan sebelumnya, bidan di Faskes 1 sejak awal sudah merekomendasikan untuk melahirkan secara caesar. 


Di kehamilan minggu ke 35, dokter di Faskes 1 mengeluarkan surat rujukan untuk melahirkan caesar di rumah sakit. Setelah menerima surat rujukan caesar, dokter kandungan mengeluarkan surat rekomendasi, masing-masing untuk cek laboratorium, cek jantung dan konsultasi dengan dokter anastesi. Semua proses itu sudah dicover BPJS. Jadi aku cukup datang ke rumah sakit sesuai jadwal yang sudah ditentukan sambil membawa surat rekomendasi dari dokter kandungan. Selain itu aku harus lapor juga ke bagian administrasi RS, bahwa pada tanggal sekian aku dijadwalkan untuk caesar. Pihak RS akan menghubungi untuk menginfokan ketersediaan kamar 1 hari sebelum operasi. Kalau ada kamar, besoknya langsung daftar ke IGD, kalau gak ada kamar, visit dokter kandungan lagi untuk periksa sekalian menentukan tanggal baru. Ribet? Gak juga sih. Selama semua prosedur ditaati, prosesnya juga mudah. Alhamdulillah pada tanggal yang ditentukan pihak RS memberitahukan kalau ada kamar yang tersedia.

Hari Rabu, tanggal 7 Desember 2016 pukul 5 pagi, aku dan suami berangkat ke RS karena jam setengah 6 pagi sudah harus masuk IGD. Sementara suamiku mengurus administrasi, aku menunggu di IGD sambil diperiksa dan ditanya riwayat kesehatan, hamil dan melahirkan sebelumnya. Berkas pasien atas namaku sudah disiapkan di IGD, jadi prosesnya gak pake lama. Jam setengah 8 pagi aku sudah masuk ke kamar perawatan dan bengang-bengong berdua suami karena jadwal operasinya baru pukul 14.30. 

Sambil menunggu operasi, chatting sama anak-anak dan popotoan 😄

Rasanya berbeda dengan waktu lahiran Maira. Mungkin karena dulu tidak rencana caesar, jadinya semua dilakukan dengan kondisi darurat. Kali ini semuanya terencana dan aku malah deg-degan karena takut. Membayangkan bakal disuntik anastesi di tulang belakang, rasa sakit setelah operasi dan lain-lainnya membuat aku tegang dan kebawa terus sampai aku sudah berbaring di meja operasi. Apalagi ternyata suami gak diperbolehkan menemani, hwaa jadi merasa sendirian 😟

Alhamdulillah semuanya berlangsung lancar. Setelah aku kembali ke ruang perawatan, suamiku baru cerita kalau Reiga masuk inkubator karena kakinya biru banget, kedinginan. Aku sendiri sama sekali belum bertemu Reiga kecuali pas IMD sesaat setelah operasi. Malam itu suamiku pulang karena besok paginya harus mengantar Moses sekolah dulu baru balik lagi ke RS. So, semalaman itu aku sendirian sambil ngerasa-rasain sakit. Apalagi sehari sebelum operasi, aku batuk. Jadi, kebayanglah gimana sakit dan stresnya tiap kali harus menahan batuk sementara tenggorokannya gatal 😅

Meskipun pakai BPJS, pelayanan rumah sakit rasanya sih tetap seperti biasa. Pasien tetap dilayani dengan baik. Semua obat-obatan dicover BPJS kecuali obat batuk yang aku minta ke dokter dan gelang pasien. Perawatan Reiga juga dicover BPJS karena sudah didaftarkan sejak hamil. Buat ibu hamil yang mau melahirkan pakai BPJS jangan lupa diurus juga BPJS calon bayinya. Karena kalau tidak/belum terdaftar BPJS, biaya perawatan bayi selama di rumah sakit harus ditanggung sendiri. Biaya bayi baru lahir yang dicover BPJS sudah termasuk imunisasi pertama yaitu Hepatitis B dan Polio. 


Bertemu Reiga satu hari setelah lahir

Setelah 3 hari dirawat, aku diizinkan pulang. Reiga juga alhamdulillah, meskipun bilirubinnya agak tinggi, tapi masih di bawah batas normal, jadi boleh pulang, dengan catatan seminggu kemudian harus periksa untuk cek bilirubin.  Aku sendiri masih dapat jatah kontrol ke dokter kandungan satu kali, seminggu setelah operasi. 

Sebagai catatan, pengalaman setiap orang menggunakan layanan BPJS berbeda-beda. Hal ini aku rasakan sendiri setelah beberapa kali menggunakan BPJS di beberapa rumah sakit yang berbeda. Intinya, kita harus banyak bertanya dan mencari informasi seputar kebijakan layanan BPJS di rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dituju. Terutama untuk layanan kesehatan yang direncanakan seperti hamil dan melahirkan. Alhamdulillah semua biaya selama hamil dan melahirkan Reiga dicover BPJS dan gak ada ribet-ribet. Asal bayar iuran tepat waktu dan semua prosedur ditaati, aku merasakan kalau BPJS memberi banyak kemudahan untuk biaya layanan kesehatan.

Reiga, umur 1 bulan

Reiga (1 bulan), si bayi lucu yang menggemaskan


38 comments:

  1. Wahh Reiga cepet gedhe saja, tahu-tahu udah umur sebulan.Semoga jadi anak sholeh. Ikutan deg-degan nih bacanya mak. Tapi aku suka hehe, congrat atas Reiga nya

    ReplyDelete
  2. Selamat sekali lagi buat kelahiran Reiga, Mbak Sary.
    Semoga semuanya sehat terus ya 😃😄

    ReplyDelete
  3. wah udah gede aja kayaknya baru kemarin lahirnya dd bayi Reiga..

    Anak2 kompak banget ya sar,saling bahu membahu jagain mamanya...selamat ya sar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya waktu gak terasa, Fit. Makasih ya :*

      Delete
  4. Wahh selamat mba atas kelahiran dede bayinya..infonya sangat bermanfaat. Semoga jadi anak yg soleh ya de. Sehat bundanya dan lancar rejekinya.Aamiin

    ReplyDelete
  5. Selamat Mak. Anak saya usia dua bulan lebih saat ini. Sehat selalu ya De Reiga...

    ReplyDelete
  6. Wah, udah lahiran ya Mbak. Reiga nama yang bagus. Mudah diucapkan, semoga jadi anak pintar dan sehat selalu. Dulu anak saya dua-duanya juga caesar tanpa rencana. Yang penting sehat ibu dan bayinya. Makin lengkap ya di rumah. Cubit aja untuk baby Reiga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cubitnya jangan kenceng2 ya, Om :D

      Makasih. Salam untuk keluarga Mas Rudi ^_^

      Delete
  7. Welcome to the world baby Reiga semoga jd anak sehat n pintar ya. Aku kmr juga cesar pake BPJS mak tp karena naik kelas jd nombok deh
    Cun buat baby Reiga ya mak :*

    ReplyDelete
  8. Hello Reiga, selamat datang yaa!
    Aku ikut deg-degan bacanya mba. Keknya sakit banget ya. Tapi rasanya langsung terobati semua sakit pas lihat Reiga yang lucu gemesin. Yey Maira punya adik. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sakitnya terbayar. Makasih ya ^_^

      Delete
  9. Itu bayik udah tau ngedip mata satu :P

    ReplyDelete
  10. Sehat terus ya baby unyu,,lahiran operasi SC sakittt banget udahnya beda banget sama lahiran normal .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya, udah ngalamin dua-duanya, masing2 ada enaknya, ada gak enaknya. Yg penting lancar dan sehat aja deh :)

      Delete
  11. Selamayttt mbaa
    Sini cium duyuuu baby reiga :*

    ReplyDelete
  12. Hai dedek reiga ... selamatdatang di bumi hehehe. Semoga jadi anak yg pintar sholeh dan berbakti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih doanya, Om Cumi. Semoga kapan2 bisa ketemu Om Cumi yang ngeheits ^_^

      Delete
  13. Welcome to the great world and wonderful fam Dedek Reiga.

    Selamat ya Mbak atas kehadiranya dhekbay Reiga, semoga sehat dan bahagia sellau, jadi anak yang membanggakan keluarga.

    Ah iya, tahun kemarin teman kantorku juga melakukan pendaftaran BPJS utk calon anaknya yang masih di dalam kandungan, konon katanya memang dianjurkan demikian agar saat lahir dan butuh faskes langsung bisa di take over oleh BPJS.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan konon lagi, tapi memang bener hehehe

      Delete
  14. Meskipun banyak menuai pro & kontra, tapi di lapangan banyak yang terbantukan dengan adanya layanan ini ya mbak. Seneng baca ceritanya, saya jadi tau kalo calon bayi bisa diurus BPJS jg. Tfs mbak, hallo baby Reiga ^^

    ReplyDelete
  15. Wooo jd pas lahiran si bayi kudu ada bpjs sendiri yaaaa

    Btw, selamat atas kelahiranyaaa. Reiga ganteng, sekilas mirip Maira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harus punya bpjs sendiri supaya dicover juga :)

      Makasih yaa :)

      Delete
  16. Reiga cakep deh mbak..ikut deg2an baca kisah kelahirannya
    sekali lagi selamat ya mbak

    ReplyDelete
  17. Selamat Maak Sary. Baru tahu, ternyata baru lahiran dedek Reiga. Senangnya baca kakak-kakaknya sampe gantian minta izin di sekolah supaya bisa jagain Maira di rumah :)

    ReplyDelete
  18. selamat ya mbak ... dedeknya lucu bgt

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)