Maaf Ibu, I Love You ...

[Sponsored Post]

Hari ini waktu buka-buka YouTube untuk cari inspirasi resep dari video-video masak, aku malah terpaku nonton videonya Andien dan Anggun. Suara dua diva Indonesia ini menyanyikan lagu Maaf Ibu membuat aku merinding, terharu dan suddenly kangen berat sama Ibu.

Ingatanku melayang ke masa lalu.

Aku ingat, dulu setiap jam belajar, Ibu akan duduk di dekatku menemani. Kadang sambil membuat kerajinan tangan. Kadang sambil makan camilan sementara matanya mengawasi aku. Bahkan sering juga hanya duduk diam di sebelahku sampai aku selesai belajar. Kalau aku kesulitan mengerjakan PR dan Ibu juga tidak mengerti, beliau akan berkeliling kampung, mencari orang yang bisa ditanyai dan membantu aku mengerjakan PR. Beliau pantang pulang sampai PR-ku selesai. 

Sekarang, kalau Ibu sedang menginap di rumahku, beliau melakukan hal sama. Menemani cucu-cucunya belajar. Duduk di samping mereka. Anakku pernah bertanya kepadaku, “Mah, Nenek koq betah banget sih nemenin Kakak belajar? Kakak pernah ngerjain PR sampai malam banget dan Nenek nemenin sampai ketiduran di kursi.” Ketika anakku meminta neneknya untuk tidur saja, beliau menjawab, “Gak apa-apa Nenek temenin, biar Mama bisa istirahat. Kasian Mama kalau nemenin Kakak. Mama kan capek. Nenek juga dulu suka nemenin mamamu belajar.”

Duh, Ibu … Aku sudah setua ini, Ibu masih saja mengkhawatirkan aku. Padahal aku sering telat info kalau Ibu sakit. Aku terlalu sibuk dengan urusanku dan Ibu sengaja gak mengabari karena gak mau bikin aku khawatir.

Ibu juga selalu memasak yang enak-enak, terutama makanan kesukaanku. Kebiasaan itu terbawa sampai sekarang. Setiap aku mau pulang ke rumah Ibu, pasti beliau menelepon dulu, menanyakan aku mau dimasakin apa.

Dulu aku suka menganggap Ibu cerewet dan galak, tapi nyatanya aku gak bisa tidur kalau gak sama Ibu. Sampai aku SMP pun, malam-malam aku masih suka mengetuk pintu kamar Ibu, memintanya pindah tidur ke kamarku. Dan aku baru bisa tidur sambil mengenggam ibu jarinya. Bahkan ketika aku SMA dan kuliah di luar kota dan nge-kost, tiap pulang pasti maunya tidur sama Ibu.

Setelah aku dewasa, sikap Ibu banyak berubah. Beliau jadi makin lembut dan lebih banyak jadi pendengar setia cerita-ceritaku. Perlakuan Ibu kepadaku sangat berbeda dibandingkan waktu aku kecil. Aku pernah jatuh ke titik terendah dalam satu masa kehidupanku dan Ibulah yang setia di sisiku. Ketika aku mengambil keputusan yang menurutnya sangat salah pun, Ibu gak pernah marah, menjudge apalagi meninggalkan aku. Ketika aku kembali, tangannya terbentang lebar memelukku.

Sebentar lagi Ramadhan. Aku kangen Ibu. Ramadhan kali ini jadi momen yang kutunggu karena aku ingin melakukan yang spesial untuk Ibu. Di usia dewasaku, aku baru menyadari betapa Ibu melakukan banyak hal luar biasa yang aku sendiri saja belum sanggup melakukannya ketika aku sudah jadi seorang ibu. Setiap kesempatan bertemu dan bersama Ibu menjadi momen spesial untukku karena aku belajar tentang kasih dan cinta tanpa syarat dari Ibu. 

Ah, nulis ini jadi sedih kan nih :( Aku jadi makin kangen sama Ibu dan pengin minta maaf ke Ibu. Betapa selama ini sayangnya Ibu gak pernah berkurang sedikitpun. Meski jauh, beliau selalu ingat dan memperhatikan aku. Sementara aku, sibuk sendiri dengan urusan-urusanku. Maafkan Sary, ya, Bu :’(

Sekarang aku jadi memahami banyak hal tentang Ibu. Aku jadi mengerti kenapa dulu Ibu begitu, kenapa dulu Ibu begini. Ibu tidak pernah berhenti mencurahkan kasih sayangnya hingga menyentuh ke relung hati anak-anaknya. Aku rasa, doa dan kasih Ibulah yang selalu menyelamatkan aku hingga aku bisa hidup dengan baik dan bahagia sampai hari ini. 




Rayakan Momen Spesialmu Bersama Ibu

By the way, video kolaborasi Andien dan Anggun yang aku tonton tadi merupakan video persembahan dari Pantene dan Downy untuk merayakan momen spesial bersama Ibu. Videonya bagus dan menyentuh sekali. Pesannya nyampe banget ke aku. Kalian harus nonton juga deh videonya di tiny.cc/maafibu .

Untuk merayakan momen spesial bersama Ibu, Pantene dan Downy mengajak kita semua untuk untuk mengungkapkan rasa cinta pada Ibu. Caranya dengan ikutan lomba foto #MaafIbu.




Pantene percaya filosofi kuat itu cantik adalah untuk perempuan-perempuan kuat yang dibesarkan oleh seorang perempuan (ibu) yang kuat. Seperti aku bisa kuat menjalani setiap masalah hidup karena didikan dan kasih Ibu, seorang perempuan kuat dan pantang menyerah.

Downy ingin membantu kita percaya bahwa wewangian bisa membuat kita mengingat banyak hal. Bahkan sedikit keharuman yang kita rasakan bisa memicu kenangan spesial. Kenangan masa kecil, kenangan bersama Ibu. 

Yuk, ikutan lombanya dan ungkapkan rasa cintamu pada ibu. Syarat dan ketentuan lomba bisa dilihat di link ini ya bit.ly/KEBMaafIbu


28 comments:

  1. Ibu memang selalu berkorban demi anak ya. Aku jadi terharu baca sekaligus denger lagunya...

    ReplyDelete
  2. Baca ini jd kangen mama... mama yg sangat over protectif thp anak2nya. Dulu aku sering kesal... skg stlh menjadi seorg ibu..aku mengerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahkan setelah jadi ibu pun, kita belum bisa menyamai seperti ibu ya, neng 😔

      Delete
  3. Ibuku juga gitu kalo aku mau pulang,mau dimasakin apa?

    ReplyDelete
  4. Huhuhuhuhuhu... jadi keingetan mamaku. Kudu buruan nelpon dia lagi nih. Apalagi puasa-puasa gini. Keingetan masakan sahur mama. Ihiks...

    Semoga keburu ikutan lombanya. Mupeng lihat hadiahnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun kalau puasa di rumah Ibu masih dimasakkin loh buat sahur dan buka 😷

      Yuk, ikutan lombanya, mak. Sampai tanggal 5 Juni loh 😊

      Delete
  5. hiks terharu, jd kangen ibu, kalau sdh wafat gak bisa ikutan lomba dong nih :(

    ReplyDelete
  6. Kenapa jadi nangis sesenggukan baca tulisan mak Sari......Ibu selalu membuatku mengenang masa kecil dulu.... Love you ibu

    ReplyDelete
  7. Setiap hari ketemu mama tapi suka jarang ngobrol dekat huhuhu, jadi pengen quality time sama mama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhu enak banget bisa ketemu setiap hari. Aku udah berapa bulan gak ketemu :(

      Delete
  8. Maaak, jadi inget almarhumah ibu, hiks.. Ibu yang galak, tapi penuh cinta. Ibu yang tangannya kasar karena terlalu keras bekerja, tapi kelembutannya ngga bisa didapat dari siapapun juga. Ih, aku pingin nangiiis.. :'(

    ReplyDelete
  9. Apa kabar perempuan-perempuan yang lembek? Seperti apakah ibu-ibu yabg membesarkan mereka di masa kecilnya?

    ReplyDelete
  10. Waktu kecil kita merasa ibu galak, padahal itu adalah caranya untuk mendidik kita disiplin dan menjadi orang baik ya. Aku jg kangen ibuku, insyaAlloh minggu depan pengen pulang kampung 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah senangnya yang mau ketemu ibu 😍

      Delete
  11. sama mba Sar, aku pun pas lagi ngeblog sambil browsing2 dan liat video #maafibu ini langsung berkaca2, huhuhu..

    ReplyDelete
  12. Baca ini dan liat videonya sama sama bikin langsung termehek-mehek mba, saya beberapa kali mengecewakan beliau dan sampai saat ini masih terus merasa bersalah meski ibu sudah mengikhlaskan semua.

    ReplyDelete
  13. ibu meski terkesan galak n cerewet dibalik itu kasih sayangnya terasa krn sll mengkhawatirkan kita sbg anak ah meleleh aku dngerin lagunya mba. smg bisa ikutan dan bisa menang hadiahnya y ampuuun mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk ikutan lombanya. Sampai tanggal 5 Juni yaa 😊

      Delete
  14. Baca ini aku jadi makin kangen Mama..
    Biasanya kalo anak merantau harusnya dia sesekali pulang kerumah mamanya.. Aku malah Mama yanh selalu kesini, bawa macam2 lagi.. Hiks_
    Kadang pengen bilang terima kasih aja kok suaranya agak nyangkut ya.. Antara malu dan terharu.. :'(

    ReplyDelete
  15. Aku rindu ibuu abis baca postingan ini. huaaaah.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)