Tips Mengelola Keuangan Keluarga

"Bagikan tips mengelola keuangan kepada orang-orang tersayang di sekitar Anda" ~ #IbuBerbagiBijak

Quote bijak di atas aku dapat dari Buku Catatan Keuangan yang dibagikan saat mengikuti Workshop Literasi Keuangan bersama Financial Educator Pritha Hapsari Ghozie, Ibu Berbagi Bijak dan Kumpulan Emak Blogger.

Workshop Literasi Keuangan ini merupakan rangkaian kedua dari 3 workshop yang diadakan oleh Ibu Bebagi Bijak. Materi workshop kedua ini mengangkat tema tentang "Mengelola Anggaran Keluarga".

Aku berhalangan hadir saat workshop sesi pertama, yang diadakan di bulan Juli 2017 lalu. Jadi lumayan bengang-bengong sih awalnya waktu Pritha Ghozie menyinggung-nyinggung materi pertama, tentang Financial Check Up. Untungnya, Mbak cantik ini sangat piawai dalam menyampaikan materi. Penjelasannya lugas dan mudah dimengerti.

Ada 3 hal penting yang harus dilakukan untuk membuat anggaran keuangan keluarga.


1. Tentukan PRIORITAS, dengan cara mengetahui kebutuhan dasar keluarga, terutama pasangan (suami & istri), karena dari kedua orang inilah sumber keuangan keluarga berasal.


Suami dan istri memiliki basic need yang berbeda. Perbedaan ini harus dikomunikasikan dan ditentukan prioritasnya. Apakah memang BUTUH atau hanya sekadar MAU (keinginan). Pengeluaran untuk hal-hal yang dibutuhkan tentunya harus menjadi prioritas. Sedangkan pengeluaran yang ditimbulkan karena kemauan/keinginan, dicari solusinya. Jangan dipaksakan menjadi sebuah kebutuhan.

Kebutuhan keluarga pun dibagi lagi menjadi 2, yaitu kebutuhan saat ini dan kebutuhan masa depan. Kebutuhan saat ini dilihat dari jatuh temponya, harus dibayar dalam waktu kurang dari 12 bulan. Sedangkan kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang harus/bisa dibayar setelah 12 bulan.
  

2. Menyiapkan Anggaran Keluarga.
Anggaran dibutuhkan untuk membayar kebutuhan keluarga. Bedakan anggaran keluarga ini menjadi dua, yaitu anggaran BULANAN dan anggaran MUSIMAN. Untuk anggaran bulan, alokasikan dari penghasilan bulanan. Contoh biaya yang masuk ke dalam anggaran bulanan: Zakat/Sedekah, pinjaman, tabungan, dana darurat, biaya hidup, pendidikan dan gaya hidup. Pembagiannya sudah diberikan di workshop sesi pertama yang aku gak hadir itu, jadi waktu diminta untuk melakukan simulasi anggaran keluarga, aku sempat ngeblank hehehe. Tapi akhirnya kupakai rumus pembagian yang biasa kupakai saja. Jadi, yah, meleset sedikit dari yang pembagian ideal yang disarankan oleh Pritha Ghozie 😅




Alokasi anggaran bulanan yang ideal itu seperti ini:

5% zakat/sedekah
10% dana darurat dan asuransi
30% biaya hidup
30% cicilan
15% investasi
10% gaya hidup


Untuk anggaran musiman bisa dibayar dari bonus, THR atau tunjangan tambahan lainnya. Namun demikian, Pritha menyarankan supaya kita tidak terlalu kaku juga dengan budgeting. Untuk lebih mudahnya, gunakan 3 rekening yang berbeda untuk membayar kebutuhan keluarga. Satu rekening untuk membayar biaya bulanan, satu untuk menyimpan dana darurat dan satu lagi untuk tabungan/investasi. Ayo, buibuk punya berapa rekening? Jangan sampai punya 3 rekening tapi dipakai untuk membayar biaya bulanan semua yaa 😄




3. Mewujudkan Mimpi Keluarga.
Dulu, aku sering dinasehati, kalau punya mimpi, tulis mimpinya, cari gambarnya dan tempel!. Ternyata Pritha juga menyarankan hal yang sama 😍 Mungkin sekarang udah gak perlu diprint dan ditempel di dinding ya. Jadikan saja wallpaper handphone dan pandangi tiap hari.

Kenapa keluarga harus punya mimpi? Karena mimpi akan memacu kita dan pasangan untuk mewujudkannya. Caranya? Dengan menabung dan investasi. Nah, tentang investasi ini akan dibahas di workshop sesi ketiga sekaligus sesi penutup dari rangkaian Workshop Literasi Keuangan yang diadakan Visa melalui Ibu Berbagi Bijak.

Penasaran? Tentu saja! Mudah-mudahan bisa hadir dan menyerap ilmu lebih banyak lagi. Terima kasih, ya KEB, Ibu Berbagi Bijak dan mbak cantik Pritha Gozie. Ilmunya sangat bermanfaat sekali.





8 comments

  1. Saya kadang suka menentukan prioritas. Termasuk saat belanja pun suka bikin list belanjaan. Tapi tetep aja sering gak disiplin hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yang mengalami hal serupa kayaknya sih hahaha

      Delete
  2. prioritasku beli baju hamil #eh hahahah #mintadikeplak kalau bahas keuangan ini bikin deg deg jleb karena kadang suka nakal :D skrg ini lagi mikirin investasi jangka panjang yg cocok, duh semoga bisa terwujud... aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mamih, baju hamil itu penting wkwkwk.

      Semoga rencananya bisa terwujud ya :)

      Delete
  3. Mimpiku..Anak2 dapet pendidikan yang bagus, bisa sekolah lebih tinggi dari bapak-ibunya. Jadi kudu rajin nabung☺
    Makasih mba artikelnya..

    ReplyDelete
  4. Tabung dulu, beli kemudian, harusnya seperti itu yah.. tapi kenapa aku malah lebih sering kebalik. Artikelnya mencerahkan sekali

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)