Pengalaman Sunat Di Rumah Sunatan

Alhamdulillah, Sabtu 18 November 2017, Moses akhirnya disunat di Rumah Sunatan Sawangan. Keinginan untuk disunat datang dari Moses sendiri sejak bulan lalu. Aku dan Mas Adi mencari waktu yang tepat tapi selalu ada saja halangannya. Jadwal dinas mas Adi ke luar kota belum fixed, jadi khawatir juga kalau setelah Moses disunat, tau-tau papinya mesti pergi. Mamak Sary kan repot 😅 Kemudian ketika persiapan sudah oke, tiba-tiba keluarga berduka karena kakakku meninggal kemudian disambung Reiga dan Maira sakit barengan, jadi sunatan Moses ditunda lagi.

Ada yang bilang waktu yang tepat itu sebenarnya gak ada. Jadi just do it and live the life. Ternyata bulan November - Desember ini jadwal mas Adi sibuk sekali full ke luar kota. Nunggu liburan akhir tahun gak mungkin karena Moses ada jadwal pertandingan renang. Akhirnya tanpa banyak persiapan seperti waktu-waktu sebelumnya, Moses langsung kami ajak ke Rumah Sunatan saja sehari setelah papinya pulang dari luar kota. Gak apa-apa deh izin dulu gak masuk sekolah, yang penting pas UAS udah sembuh dan Moses bisa tenang latihan untuk persiapan kejuaraan renang nanti.

Karena keinginan sunat datang dari dirinya sendiri, kami tidak terlalu sulit mempersiapkan mentalnya. Apalagi umur Moses sudah 9 tahun, dia sudah cukup paham disunat itu apa. Dia juga cerita kalau teman-temannya hampir semuanya sudah disunat dan mereka kerap bertukar cerita, seperti apa rasanya disunat. 

"Kata teman-teman Abang, rasanya seperti digigit harimau." 

"Memangnya teman-teman Abang udah pernah digigit harimau?"

"Ya udahlah, itu udah pada disunat."

" ........... Oke deh!"

Sunat di Rumah Sunatan Sawangan

Pemilihan Rumah Sunatan Sawangan sendiri sudah kami rencanakan sejak jauh-jauh hari, sejak Moses belum minta disunat. Aku dan mas Adi banyak cari tau terlebih dulu metode sunat dengan smart klamp dan merasa cocok. Apalagi salah satu kolega mas Adi, anaknya baru disunat juga di Rumah Sunatan, jadi bisa dapat gambaran lebih jelas.

Singkat cerita, 2 hari sebelum hari H aku menelepon ke Rumah Sunatan Sawangan untuk bikin appointment. Mbak yang menerima telepon sangat ramah dan informatif. Melalui telepon, mbaknya menjelaskan setiap detil yang aku tanyakan, termasuk soal biaya. Kemudian ditetapkan Moses akan menjalankan prosesi sunat pada hai Sabtu jam 9 pagi.

Kami datang tepat waktu. Sesampainya di sana, dokter yang akan menyunat Moses menjelaskan dengan singkat namun terperinci prosedur yang akan dia lakukan. Aku lihat Moses cukup tenang walaupun di perjalanan dia sempat bilang gugup. 

Moses udah tau kalau disunat di Rumah Sunatan dia akan dikasih main ipad selama proses sunat berlangsung. Jadi tanpa basa-basi dia langsung tiduran dan main game 😅




Selama persiapan, dokter secara aktif mengajak Moses ngobrol. Mungkin karena Mosesnya juga sudah besar, dokter menjelaskan juga sedikit tentang tindakan yang akan dilakukan dan memberitahukan apa yang harus Moses lakukan saat merasa sakit. I,m so proud of Moses. Aku tau sebenarnya dia gugup. Dia kesakitan juga saat dibius tapi Moses bisa mengendalikan diri dengan baik sampai proses sunat selesai. Setelah selesai, dokter dan asistennya menjelaskan dengan detil perawatan yang harus dilakukan di rumah.

Total biaya yang dikeluarkan untuk sunat Moses di Rumah Sunatan Sawangan sebesar 1,7 jutaan. Kami ambil paket lengkap kecuali foto karena Mosesnya juga gak mau difoto pakai kostum hehehe. Kalau lengkap semua pakai foto, sekitar 1,8 jutaan.

Karena sejak awal tidak mencari alternatif lain selain sunat Smart Klamp di Rumah Sunatan, aku kurang tau ya, biaya yang kami keluarkan itu termasuk murah atau mahal dibandingkan dengan sunat dengan metoda lain di tempat berbeda. 

Dengan biaya segitu, sudah termasuk biaya 1x kontrol pasca sunat, obat-obatan dan perlengkapannya dan goodie bag. Tas KKPK berisi obat-obatan dan perlengkapannya, yaitu:

  • obat anti bengkak dan anti nyeri untuk 3 hari, 
  • obat anti nyeri yang dimasukkan lewat bokong untuk 3x pemakaian, 
  • obat tetes untuk pemakaian luar
  • cairan pembersih NaCl, 
  • kasa steril, 
  • betadine,
  • antiseptik gloves,
  • antiseptik soap, 
  • antiseptik hand sanitizer,
  • masker,
  • 3 celana sunat (1 celana bagian dari paket, 2 lagi celana sunat yang kami beli sendiri).

Di hari kelima pasca sunat, Moses kontrol ke dokter lagi untuk melepaskan tabung klamp-nya. Sebelum berangkat ke Rumah Sunatan, Moses diminta untuk berendam air hangat selama 1 jam dan dimasukkan obat anti nyeri lewat bokongnya. Moses sempat nangis sebentar saat tabung dilepas. Tapi ya sebentar banget. Setelah itu seperti biasa lagi aja anaknya kayak gak ada apa-apa. Selanjutnya perawatan dilanjutkan di rumah. Area kelamin harus selalu kering. Setiap habis mandi atau pipis, bagian luka bekas sunat dikompres kasa steril yang sudah diberi betadine. Perawatan tersebut terus dilakukan sampai kira-kira 2 minggu, atau area luka sepenuhnya kering dan kulit neuratik lepas semua. Setelah sunat dan lepas tabung, di rumah Moses tetap beraktivitas seperti biasa. Sekolah dan latihannya libur dulu 😊




Alhamdulillah, kami puas dengan pelayanan Rumah Sunatan Sawangan. Kliniknya bersih, ada area bermain untuk anak juga, jadi Maira dan Reiga yang ikut mengantar, tidak bosan menunggu. Dokter dan asistennya ramah, helpful dan informatif. Semua pertanyaan dijawab sampai tuntas.


9 comments

  1. Aih, Moses keren. Biaya dan fasilitas yang dikasih worth it banget ya,Makte.

    ReplyDelete
  2. Pas bgt nih jav ada rencana mau sunat pake smart clamp jg... Kesan2 ngerawatnya gmn mak? Saya kok takut linu yah huhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awal-awalnya sih linu gitu juga, tapi lama-lama terbiasa karena memang mesti rajin dan telaten merawatya. Tiap habis pipis dan mandi harus dibersihkan dan dikeringkan. Ada obat tetesnya juga untuk 3x sehari. Dan peralatan untuk perawatannya dikasih lengkap. Kalau anaknya gak terlalu sensiti kayaknya sih mudah bgt karena ada yg 3 hari abis sunat langsung sekolah. Malah taglinenya Rumah Sunatan kan "Hari ini sunat, besok sekolah" 😅. Tapi kalau anaknya sensitif, agak riweuh kayaknya terutama ngebiasain dia sama rasa ngilunya

      Delete
  3. Moses keren bgd. Santai2 aja gt kayaknya baca2 pdhal mau sunat. Kece.
    Tempat sunatnya jg oye ya mbk. Anakable bgd. 😀

    ReplyDelete
  4. Faiz belum minta sunat, usianya udah 8 tahun lebih. Semoga bisa seperti kakak Moses ya, minta sendiri dan tinggal pilih rumah sunat yang sekarang sudah ada di mana mana y

    ReplyDelete
  5. Toss dulu, Moses. Waktu itu Keke juga disunat di Rumah Sunatan. Memang bagus tempatnya :)

    ReplyDelete
  6. Hahaha ... sudah dua kali saya menghadiri sunatan dua keponakan karena anak-anak saya semuanya perempuan. Yang pertama saat sunat massal Arvi. Ia termasuk yang penakut sehingga teriakannya begitu membahana. Ibunya sendiri sampai kebingungan harus bagaimana. Lucuk tapi kasihan hehehe. Yang kedua sunatan di rumah sunat, Kakang. Ini gak banyak saya ceritakan karena gak bisa masuk. Dari cerita, meski takut Kakang rada pemberani. Paling hanya airmatanya saja yang keluar. Pengalaman yang luar biasa melihat anak-anak kecil disunat ^_^

    ReplyDelete
  7. moses keren banget ya mba, pemberani banget. tempat sunatnya juga oke tuh heheheh

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)