Resep Martabak Daging Daun Ketumbar

Bosan dengan martabak manis atau martabak telur? Cobain resep martabak daging daun ketumbar ini deh. Bikinnya gampang bingiiiit. Hihihi, ya iyalah, yang susah-susah memang bukan pilihan aku :p

Oya, jangan tanyakan takaran bumbu dan lain-lainnya, ya. Soalnya aku masak pakai feeling dan sering nabrak aturan. Rasa dan ukuran disesuaikan saja dengan selera masing-masing 😉








Bahan:
  • Kulit lumpia siap pakai
  • Daging cincang
  • Telur
  • Garam
  • Lada halus
  • Bubuk kari instant
  • Daun bawang atau daun ketumbar. Aku lebih suka daun ketumbar.
  • Bawang bombay
  • Margarin

Cara membuat:
  • Tumis bawang bombay dengan margarin sampai harum. Masukkan daging cincang.
  • Tambahkan garam, lada, dan bubuk kari sesuai selera. Aduk-aduk sampai daging mata.
  • Masukkan irisan daun bawang atau daun ketumbar. Aduk sebentar, lalu angkat.
  • Pindahkan ke dalam mangkuk berukuran besar. Tunggu sampai panasnya berkurang, masukkan telur. Aduk pakai sendok kayu. Telurnya jangan banyak-banyak, ya. Kalau adonannya basah, akan sulit dibungkus. Aku sih biasanya pakai satu telur untuk 500 gr daging. 
  • Siapkan kulit lumpia siap pakai. Bungkus rapi 1-2 sendok makan adonan daging (sesuaikan dengan ukuran kulit) dengan kulit lumpia tersebut.
  • Goreng dalam minyak panas sampai berwarna kecoklatan.

Sajikan selagi hangat bersama saus sambal atau mayonaise.

Yummy...!


8 comments

  1. Resepnya boleh banget dicoba nih mbak, kebetulan di rumah pada doyan semua sama martabak daging.

    ReplyDelete
  2. Enaknya martabak daging ini saat disajikan hangat dengan saos sambal pedas sambil berkumpul dengan keluarga besar. Nikmat pastinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyam, ngebayangin makan pakai saos sambal, jadi pengen bikin lagi nih :D

      Delete
  3. Saya belum pernah cobain pakai daun ketumbar, selalu pakai daun bawang. Gak ada yang jual daun ketumbar di pasar dekat rumah. Kayaknya saya harus cari daunnya di supermarket :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daun ketumbar wanginya khas. Aku suka sih, tapi ibuku gak suka loh baunya. Beda-beda ya, tiap orang :)). Kalau di pasar atau tukang sayur gitu memang jarang jual kayaknya. Aku biasanya beli di supermarket :)

      Delete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)