Apresiasi Pencapaian Anak Supaya Mereka Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

"How do you spell love? You don't spell it. You feel it."

Anak-anak yang tumbuh dalam kasih sayang dan kedekatan dengan orangtua, terutama ibunya, memiliki pondasi yang baik secara psikologis untuk kunci kesuksesannya di masa depan. Apalagi kalau sang ibu selalu memberikan apresiasi untuk setiap pencapaian kecil anak. Maka anak akan memiliki motivasi untuk melakukan hal-hal positif, lebih percaya diri, aktif dan memiliki empati yang baik terhadap lingkungan sekitarnya.


"Dampak Apresiasi Prestasi Harian Anak-anak Dalam Pembangunan Karakter" menjadi topik Blogger Gathering Lotte Choco Pie Indonesia bersama Kumpulan Emak Blogger (KEB) pada hari Minggu, 15 April 2018 lalu di Harlequin Bistro, Jakarta. Ini adalah gathering Lotte Choco Pie kedua kali yang aku ikuti. Seperti sebelumnya, acara dikemas menarik, seru dan melibatkan anak-anak. Tentunya juga menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya.





Narasumber di acara kemarin adalah mbak Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Sc., Ahli Psikologi Anak, mbak Oci Maharani, Brand Manager Lotte Choco Pie, dan tentu saja tidak lengkap tanpa kehadiran Brand Ambassador Lotte Choco Pie, Carissa Putri dan Q.

Sayangnya, aku tidak jadi mengajak Maira karena masih sakit. Jadi ketika sesi menghias frame foto bersama anak, aku sendirian deh. Akhirnya framenya aku bawa pulang saja supaya bisa dihias bersama Maira di rumah.





Setiap ibu, baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga, memiliki tantangan sendiri saat mendampingi dan mengasuh anak-anaknya. Apalagi di era digital, ketika makin banyak ibu yang aktif dan multitasking, anak-anak pun kegiatannya semakin banyak. Seringkali pencapaian-pencapaian anak terlewat dan ibu tidak menyadarinya. Terutama pencapaian kecil sehari-hari. Pernah gak sih, dalam hati berkata, eh, koq anakku sudah bisa ini ya, sudah bisa itu, ya? Wah, anakku sudah besar. Tapi kemudian, kita sebagai ibunya, lupa memberikan apresiasi. Hanya bersyukur dalam hati tanpa menyatakan apresiasi untuk anak apalagi menunjukkannya.

Padahal ketika orangtua menyadari prestasi anak kemudian memberikan pujian, anak bisa termotivasi untuk melakukan lebih baik lagi loh, Moms. Contohnya yang aku alami bersama anakku, Maira (4 tahun). Waktu pertama kali Maira menyatakan keinginannya belajar menggambar supaya bisa seperti kakaknya, aku menanggapi sambil lalu saja. Aku pikir wajar saja anak usia 4 tahun ingin meniru kakaknya. Meskipun begitu, aku tetap menyediakan peralatan menggambar khusus untuk Maira dan menemani saat dia menggambar.

Pertama kali menggambar, hasilnya gak jelas, hanya coret-coretan berwarna. Gak ada bentuknya. Tapi dia terus menerus menunjukkan hasilnya setiap kali selesai menggambar. Kami pun memujinya sambil lalu saja. Tapi ternyata pujian sambil lalu itu memotivasi Maira untuk terus belajar menggambar. Lama-kelamaan gambarnya mulai jelas bentuknya. Maira bisa menggambar bunga, anjing, rumah, kupu-kupu dan lain sebagainya. Dan gambarannya selalu colorful. Waktu aku ke sekolah, gurunya bilang, Maira ini pintar menggambar, ya, Bu. Siapa yang mengajari? Padahal, gak ada yang mengajari dia cara menggambar. Lewat menggambar juga, Maira jadi lebih mudah belajar menulis huruf dan angka-angka tanpa aku ajari caranya.


Sekarang, setiap kali Maira menunjukkan hasil gambarnya, kami tidak lagi memuji sambil lalu. Tapi benar-benar memberikan apresiasi penuh cinta. Menanyakan maksud dari gambarnya, memeluknya, menunjukkan ekspresi terpukau. Lebay? Gak juga sih. Karena memang takjub aja dengan imajinasinya. Bahkan sejak beberapa bulan yang lalu, aku mulai mengumpulkan hasil-hasil gambarnya Maira dalam 1 map besar sehingga bisa kelihatan peningkatan skill gambarnya. Teman-teman yang follow Instagramku, bisa lihat beberapa karya Maira yang aku simpan di Highlight. Ya, seperti itulah, kami, khususnya aku sebagai ibunya, berusaha memberikan apresiasi setulus dan sebesar mungkin supaya Maira bahagia dan makin semangat untuk berkembang.

Perihal memberikan apresiasi atau pujian ini, menurut mbak Anna Surti, memang akan lebih baik dilakukan dengan dua cara, verbal dan non verbal. Verbal, misalnya dengan mengatakan, "wow, kamu hebat", "terima kasih sudah membantu mama, sayang", dan sejenisnya. Sedangkan apresiasi non verbal ditunjukkan lewat pelukan, ekspresi wajah, belaian sayang dan gerakan tubuh lainnya. Atau bisa juga dengan cara sederhana, memberi mereka camilan kesukaannya.

Lotte Choco Pie saat ini sedang mengadakan campaign "#PremiumMomentstogether" untuk ibu-ibu Indonesia agar mau mengajak anak-anak melakukan rutinitas sehari-hari bersama dan menghargai pencapaian kecil mereka dengan memberikan biskuit Lotte Choco Pie. Seperti pesan yang selalu disampaikan Lotte Choco Pie, "Together, more.", Lotte Choco Pie ingin hadir untuk menyempurnakan momen premium tersebut.

Aku juga ikutan loh, campaign online #PremiumMomentstogether Lotte Choco Pie ini. Begitu juga dengan teman-teman blogger lainnya yang hadir di acara gathering kemarin. Kalau Moms mau ikutan juga, caranya gampang koq. Cukup memilih 1 dari 3 video #PremiumMomentstogether yang ada di www.lottechocopieindonesia.com/activity . Ada 3 teme, yaitu Shopping, Homework dan Greeting. Hadiah utamanya ke Jepang dan masih banyak hadiah menarik lainnya. Oya, kalau aku, vote video Greeting, soalnya related sih dengan yang dialami Maira.

Maira itu walaupun anaknya periang dan ekspresif, tapi kalau bertemu orang, dia mendadak jadi diam. Butuh waktu lama supaya bisa dekat atau sekadar menyapa orang. Beda banget sama Abangnya yang bisa dengan mudahnya berlaku ramah banget ke orang tidak dikenal sekali pun. Bayangkan, pelatih renangnya Maira aja, yang latihan bareng hampir setiap hari, baru mendengar suara Maira setelah 3 bulan 😄 Jadi waktu pertama kali Maira mulai membuka diri dan menyapa ramah orang lain yang ditemuinya, itu hal yang luar biasa banget 😍

Yuk, ikutan lombanya. Periode voting sampai 13 Mei 2018 loh. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan waktu saat bersama si Kecil ya, Moms, supaya tercipta premium moment. Dan jangan lupa berikan apresiasi yang tulus untuk setiap pencapaian kecil sehari-hari mereka supaya anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan bahagia.




39 comments

  1. Kagum dengan putra-putrinya Mami Sary ini. Semua berprestasi. Semua ternyata terjadi karena ada bonding moment dan apresiasi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, prosesnya masih panjang, Oma :)

      Delete
  2. Komen ku sama ky mak Tanti, aku salut sm mbak Sary, kece bener jadi mami krn bikin anak2nya berprestasi semua. Love love..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Yeye :) Semua masih berproses koq.. Kamyu juga semangat yaaa besarin anak-anak :*

      Delete
  3. Membaca blog Mba Sary sejak saya masih single. Membesarkan anak-anak tanpa asisten dan memperkuat bonding dan memiliki support sistem yang baik, semua jadi sinergi. Saya jadi termotivasi....untuk selalu memperkuat bonding meski ketika dijalani memang ga mudah. Makasih sharenya Mba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya, kita kenal udah lama banget ya, ternyata :) Makasih sudah berkenan baca blogku ya, Des :*

      Delete
  4. Setuju mba, anak yang cerdas anak yg sering diapresiasi org tuanya jadi terdorong untuk terus berkarya. Sebaliknya kalau nak jarang diapresiasi justru akan berbuat nakal demi mencari perhatian.

    ReplyDelete
  5. Setuju..anak yang diapresiasi dalam kesehariannya akan menjadi nak yang percaya dri dan berani tampil

    ReplyDelete
  6. Aku juga suka lupa memberikan apresiasi kpd kakak-kakak nya nih, kupikir krn makin besar ya wajar makin pinter, malah kebanyakan mngasih support ke bungsu aja, pdhl semua pengen diapresiasi ya

    ReplyDelete
  7. Aku harus belajar komunikasi lagi sama anak, kadang merasa kalau sekarang ini blm maksimal mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, semangat. AKu juga masih banyak peer nya nih :)

      Delete
  8. Mak Sary panutan aku banget deh soale ngurus aakasemuanya tanpa asisten rumah tangga terus kalau liat Ig maira juga kayaknya anka Mak Sary semuanya happy ...kayaknya joyful mom bangetttttt 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ish, makasih Amel.. Gak selalu joyful koq, kadang keluar tanduk juga hahaha

      Delete
  9. Bener banget mba kalau kita jangan sampai deh memuji sambil lalu gitu. Tapi memang harus dengan penuh perasaan ya mba. dengan ketulusan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iy, jadi nyampe ke anak dan membuat dia jadi termotivasi untuk lebh baik lagi ya :)

      Delete
  10. Naira sakit apa kamu nak? Lekas sembuh ya.

    Ngomongin ngasih pujian sama anak, aku udah biasain dari bayi. Sekecil apapun tahapan milestone, pencapaian ataupun tindakan anak yang bikin bangga pasti aku apresiasi. Tujuannya sih supaya anak ngerti konsep menghargai usaha seseorang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Love.. mama aie emang supermom. thanks for sharing ya :*

      Delete
  11. Anak2ku juga suka gambar, dan krn sering bgt gambar kadang2 aku suka sambil lalu aja mujinya. Ternyata gak boleh gitu ya. Harus beneran pake non verbal juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cobain deh, ntar tau2 tambah bagus gambarnya trus kita mewek terharu :,)

      Delete
  12. Aku pun sejak event kemarin, jadi lebih berusaha menunjukkan apresiasi terhadap setiap pencapaiannya Aira. Memang betul ya mereka jadi lebih semangat saat kita apresiasi. Btw kmrn ga ketemu Mairaa huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa sayang Mairanya lagi sakit. semoga kapan-kapan bisa ketemu yaa :*

      Delete
  13. ah iyaa, maira syantik ga bs dateng ya kmrn, kalo enggak pasti photo2 kitaah, kan ngefens niih hahaha

    ReplyDelete
  14. Yaaa gk jd ketemu Mayra. Tapi seneng ya dihias sendrii di rumah. Di rumah anak2 juga nglanjutin framenya, mereka suka gunting2 dan tempel2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menghias dan menempel, kegiatan favorit anak-anak sepanjang masa :))

      Delete
  15. Mairaaaa, senyumnya manis banget siiiihhhh.. hihi. Ku jga udah ikutan kompetisi votenya, bismillah, semoga kita dapetin salah satu hadiahnya ya maaaaaak

    ReplyDelete
  16. Toss, samaan dong kayak aku ga bawa adek Jo karena lagi ada urusan xixi. Kita berdua jadi menghias frame sendiri ya. Tapi dapat ilmu di acara ini juga ga rugi ya, membuat kita jadi tahu bahwa memberikan apresiasi pada anak itu ternyata penting ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tos! flying solo sekali-sekali ya :D

      Delete
  17. Maira cute banget....anak2 d rmh juga suka lotte choco pie nih

    ReplyDelete
  18. ini reminder buat saya yang minim apresiasi ke anak, apalagi untuk hal-hal kecil, meski terkesan biasa ternyata tetap perlu di apresiasi ya

    ReplyDelete
  19. apresiasi sekecil apapuns elalu diharapkan anak-anak ya, bahagianya anak ya bahagianya kita juga

    ReplyDelete
  20. Iya nih Mak Sary gak bawa Maira ya, padahal aku pengen banget lihat udah secantik apa nih Maira.

    ReplyDelete
  21. Memang penting ya, mak. Memberikan apreasiai buat anak

    ReplyDelete
  22. Yang apresiasi emang perlu banget buat anak. Kadang kita suka nggak sadar karena memang sudah seharusnya si anak bisa melakukan hal itu, padahal dia berjuang keras untuk bisa melakukannya tapi ketika bisa kita malah nggak kasih apresiasi.

    Thank's for remind, Mbak.

    ReplyDelete
  23. Setuju banget kalau apresiasi dari orang tua akan membuat anak lebih percaya diri & berprestasi, mbak

    Saya ada seorang teman yang bisa dibilang agak menjengkelkan, karena segala sesuatunya nggak pernah bisa memutuskan sendiri. Mulai dari barang yang mau dibeli, mau melakukan kegiatan apa, dll pasti selalu bingung dan ragu sendiri. Pasti minta "dipilihkan" orang lain, tanpa pernah bisa memutuskan sendiri.

    Setelah kenal agak lama, saya sadar dia nggak bisa mengambil keputusan sendiri walaupun hanya untuk hal-hal sepele adalah karena takut salah. Dia tidak bisa percaya diri untuk mengambil keputusan sendiri.

    Usut punya usut, ternyata dari kecil orang tuanya mendidik dengan cara "menyalahkan" dia. Tiap dia punya keputusan dan pendapat soal apa pun, orang tuanya pasti mengecilkan/menyalahkan pendapatnya. Alhasil sampai dewasa, dia tidak bisa percaya dengan keputusan dan penilaian dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  24. Ikut acara Choco Pie selalu banyak ilmu yang fidapat, kemarin itu ngajatin banget tentang premium moment

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)