Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Lebih Baik

Sekarang ini makin banyak perempuan Indonesia yang aktif menambah penghasilan rumah tangga, baik dengan bekerja aktif, menjadi investor maupun menjadi womenpreneur. Maka dari itu penting sekali perempuan belajar mengelola keuangan. 

Di kebanyakan keluarga Indonesia, perempuan, khususnya yang sudah berkeluarga, menjadi Menteri Keuangan dalam rumah tangganya masing-masing. Tapi nih, berdasarkan hasil Survei Nasional OJK tahun 2016, hanya 25% dari 66% perempuan loh yang paham cara mengelola keuangan dengan bijak. Itu artinya tingkat literasi keuangan perempuan Indonesia masih rendah.

Belajar cara mengelola keuangan secara bijak itu memang tidak mudah. Butuh komitmen yang kuat. Makanya, perempuan sebaiknya aktif cari tahu dan belajar, gimana sih cara mengelola keuangan keluarga yang bijak dan sehat itu? Karena bijak kelola keuangan merupakan kunci keluarga dan masa depan yang lebih baik. 

Baca juga tentang: Tips Mengelola Keuangan

Tahun 2017 lalu, aku ikutan Workshop Literasi Keuangan yang diadakan oleh PT Visa Worlwide Indonesia. Di workshop tersebut aku banyak belajar bagaimana caranya mengelola keuangan keluarga. Tapi namanya manusia, proses belajar itu tidak boleh berhenti kan? Pasti mengalami lupa, terlena, sehingga ilmu yang sudah didapat perlu terus diupgrade.

Di tahun 2018 ini, Visa Indonesia kembali mengadakan Workshop Literasi Keuangan melalui program Ibu Berbagi Bijak yang kedua. Tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk mengajarkan para perempuan Indonesia agar mampu mengelola keuangan dengan bijak. Bedanya, di tahun kedua ini, selain menggandeng pakar financial ternama, tak lain tak bukan mbak cantik Prita Ghozie, juga melibatkan sejumlah wirausaha perempuan yang akan berbagi kisah mereka menjalankan bisnis dan mengelola keuangan. 

Tahun ini aku ikutan workshop Ibu Berbagi Bijak sesi 2 yang diadakan di RPTRA Ciganjur Berseri, kecamatan Jagakarsa, Jakarta. Bersama teman-teman blogger dan ibu guru PAUD dari HIMPAUDI kecamatan Jagakarsa, kami belajar cara mengelola keuangan keluarga dan tips keuangan bagi para perempuan yang menjadi pelaku usaha.




Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Lebih Baik


Ada 3 hal yang perlu dilakukan untuk mencapai keuangan ideal:

1. Financial Check Up.

Penting banget nih untuk rutin mengevaluasi kesehatan keuangan kita. Quote dari mbak Prita, dompet yang sehat mendapat perlakuan berbeda daripada dompet yang masih sakit.

Coba deh di-check list kesehatan keuangan dengan poin-poin seperti berikut ini:
  1. Punya utang? Cicilan hutang sebaiknya di bawah 30%
  2. Biaya hidup harus lebih kecil dari pemasukan, maksimal 50%.
  3. Punya dana darurat minimal 3x pengeluaran rutin dan berbentuk CASH.
  4. Punya tabungan, untuk hal yang sudah direncanakan (misal: mudik dll) dan investasi.

2. Mengelola Arus Kas

Uang masuk sebaiknya dikelola dengan benar. Alokasi yang ideal adalah seperti ini:

100% pemasukan dibagi menjadi:
  • 5% untuk sosial (sedekah, amal, zakat, dll)
  • 10% untuk dana darurat
  • 30% cicilan hutang
  • 30% biaya hidup
  • 10% gaya hidup
  • 15% investasi
Biaya hidup dan cicilan ini bisa dijadikan satu dan persentasenya dibagi lagi tergantung jumlah yang lebih besar. Misalkan kita gak punya cicilan, otomatis presentase biaya hidup bisa lebih besar.




Ingat ya, ibu-ibu, besarin buat cicilan dan biaya hidupnya, bukan besarin gaya hidupnya 😅😂 Gaya hidup itu apa sih? Ya jalan-jalan, shopping-shopping yang gak perlu dan sejenisnya 😂

Mbak Prita juga mengingatkan, uang masuk sebaiknya tidak berbentuk tunai. Kalau menerima uang tunai, apalagi dalam jumlah besar, SEGERA setor ke bank. Karena uang tunai sebesar apapun, pasti habis dipegang. Dengan disetor ke bank, kita bisa lebih mudah mengelola keuangan.


3. Merencanakan Keuangan

Merencanakan keuangan berhubungan dengan tabungan dan investasi. Tabungan ditujukan untuk future spending, hal-hal yang sudah direncanakan, misalnya biaya untuk mudik, biaya sekolah anak, dll. Prinsip tabung dulu beli kemudian harus diterapkan. Jangan sampai membeli atau mengeluarkan uang tanpa direncanakan. Loh kan ada dana darurat? Nah, dana darurat ini memang untuk biaya-biaya tak terduga, tapi ya sifatnya darurat seperti sakit, musibah, kecelakaan. 

Sedangkan investasi adalah tabungan masa depan, yang kita belum tahu uangnya akan digunakan untuk apa. 


Kita juga bisa merencanakan keuangan untuk membuka usaha, misalnya. Menjadi womenpreneur dengan membuka usaha sendiri, selain salah satu cara untuk menambah penghasilan keluarga, juga bisa menjadi investasi masa depan loh.


Tantangan Memulai Usaha

1. Mau Usaha Apa? 

Usaha sendiri bisa dimulai dari hobi atau kesukaan kita. Contohnya Gladies Rahman, owner Dapur Gladies yang memulai usaha browniesnya dari hobinya bikin kue. 

Setelah tahu mau usaha apa, kita juga perlu mengetahui apakah ada pasar untuk hasil usaha kita. Menurut mbak Prita, setiap usaha itu pasti ada pasarnya, namun kita harus memilih lokasi yang tepat untuk memasarkannya. Gak mungkin kan jualan bikini di depan sekolah PAUD? Bikini pasti lebih terbuka peluang pasarnya kalau dijual di daerah pantai. 

Selanjutnya tentukan jam kerja. Punya usaha sendiri tentu saja jam kerjanya lebih fleksibel. Tentukan jam kerja yang disukai. 

2. Sudah tahu untung & rugi

Mempunyai usaha sendiri bukan berarti kita bisa memakai uang hasil usaha seenaknya. Apalagi ibu-ibu nih, dengan memiliki usaha sendiri, berarti ibu mengelola 2 keuangan. Keuangan pribadi (keluarga) dan keuangan usaha. Pisahkan keuangan tersebut. Gladies memisahkan rekening yang dipakai untuk pribadi dan usahanya. Laporan keuangan usahanya pun dikerjakan orang lain yang kompeten.

Arus kas harus selalu dicatat supaya kita bisa tahu berapa keuntungan/kerugian yang kita dapat. Keuntungan bisa digunakan untuk modal investasi atau digunakan lagi untuk biaya operasional. Tips dari Gladies Rahman, jangan silau dengan keuntungan yang didapat. Gladies selalu memperhatikan peralatan bakingnya. Misalkan ada loyang yang rusak, dia membeli loyang baru menggunakan uang dari laba yang didapat. Setelah usahanya makin berkembang, Gladies mulai merekrut pegawai dan berpartner dengan orang lain dan tentunya juga menggaji diri sendiri. 

Nah, kalau kata mbak Prita, keuntungan usaha juga bisa dana kas masuk bagi keuangan rumah tangga. Tentunya apabila tidak ada kebutuhan darurat seperti loyang rusak tadi. 

Nah, teman-teman yang punya usaha sendiri, ini 5 tips mengelola keuangan bagi womenpreneur:

1. Punya rencana pengeluaran
2. No utang konsumtif
3. Punya tabungan dan investasi
4. Harus punya dana darurat
5. Punya asuransi kesehan dan jiwa

Jadiii, gimana? Setelah membaca sharing ilmu dari mbak Prita dan tips pengusaha ala Gladies Rahman di atas, apakah teman-teman sudah termasuk dalam 25% perempuan yang bijak mengelola keuangan? Kalau belum, yuk ah semangat dan komitmen. Aku juga masih terus berusaha komitmen dan mengingatkan diri sendiri karena perjalanan masih panjaaaaang.

6 comments

  1. Aku ga termasuk yang 25% itu huhuhu. Tapi janji, abis ikutan workshop kemarin aku jadi pengin lebih rajin lagi nyatet keuangan setiap hari.

    ReplyDelete
  2. Megang uang cash berapa pun pasti habis. Bener bangeeeet... Pengalaman pribadi soalnya hehehe

    ReplyDelete
  3. kalo mw ikutan workshopnya gmn caranya mbak?

    ReplyDelete
  4. Alhamdulilah, sudah sesuai tapi masih belum bisa nanbung dan danan darurat karena memang uangnya belum cukup, pingin buka usahaha sendiri dari hobi, saya hobi makan sih tapi masak biasa biasa saja. Semoga soon bisa buka usaha dan memulai simp-en uang buat dana darurat. Info yanga sangaaaaaaat bermanfaat

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan-tulisan di blog ini.
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar dimoderasi. Komentar anonim dan link hidup dalam komentar, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)